Truth Daily Enlightenment

MELETAKKAN KEPALA-NYA


Listen Later

Yesus mengatakan bahwa “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Luk. 9:57-58). Ini berarti fokus hidup orang percaya tidak boleh tertuju kepada kenikmatan hidup di bumi. Tuhan mengajarkan bagaimana diri-Nya tidak memiliki kenyamanan seperti kenyamanan yang dimiliki manusia lain. Kalau seseorang mengikut Yesus, maka harus mengikuti jejak-Nya. Dengan pernyataan Yesus tersebut, dimaksudkan agar orang percaya tidak mengharapkan kenyamanan di bumi. Mereka tidak boleh memfokuskan diri pada kehidupan sekarang di bumi, tetapi memiliki hidup dalam penantian untuk dipindahkan ke langit baru dan bumi yang baru. Harus selalu diingat bahwa Tuhan Yesus pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Kalau Ia sudah menyediakan tempat bagi kita, Ia akan datang untuk menjemput kita, supaya di mana Ia berada, kita juga berada. Ini berarti, hidup kita harus hidup dalam penantian yang penuh kerinduan terhadap penjemputan-Nya. Hal ini juga berarti kita harus lebih memfokuskan diri pada Rumah Abadi kita di langit baru dan bumi yang baru, bukan di bumi ini. Kalau tidak demikian, berarti pengkhianatan atau ketidaksetiaan kepada Tuhan Yesus.
Sebagai orang yang menumpang, kita tidak tidak boleh merasa memiliki sesuatu apa pun di bumi ini. Bagi kita, yang penting adalah dapat menjalani hidup untuk disempurnakan seperti Bapa atau dikembalikan ke rancangan semula Allah, serta menolong orang lain mengalami hal yang sama. Itulah pelayanan yang sesungguhnya. Keadaan kita sebagai orang yang menumpang di bumi adalah untuk dipersiapkan mewarisi Kerajaan Surga. Tidak ada hal yang lebih besar dalam hidup ini kecuali dibentuk atau diproses terus oleh Roh Kudus agar layak menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Dari kalimat bahwa “kita orang yang menumpang di bumi” (1Ptr. 1:17) menunjukkan bahwa kita bukan pemilik apa pun di bumi ini. Kesadaran terhadap fakta ini dan sikap yang menerima dengan tulus realitas ini tidak mudah, sebab pada umumnya orang merasa bahwa hidup ini adalah miliknya.
Kalimat “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya,” menunjukkan gaya hidup dari Yesus. Yesus di dunia ini tidak memiliki tempat atau kerajaan di mana Ia dapat menikmati kenyamanan. Ia menjadi “manusia” yang tidak bermilik. Dari pernyataan Yesus tersebut, diajarkan kepada orang percaya bahwa mereka yang mau mengikut Dia harus berani berkeadaan sama seperti diri-Nya. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar siap untuk meninggalkan dunia ini. Orang yang tidak berani meninggalkan dunia, tidak akan pernah bisa mengikut Dia dengan benar
Pernyataan bahwa “Yesus tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya” menunjukkan bahwa Yesus yang kaya dijadikan miskin, supaya kita yang miskin menjadi kaya oleh karena kesediaan-Nya menjadi miskin (2Kor. 8:9). Tentu “kekayaan” di sini adalah keselamatan dalam Yesus Kristus, yaitu kesempatan menemukan kembali kemuliaan Allah atau dikembalikan ke rancangan Allah semula. Yesus datang ke dunia hanya untuk bekerja bagi Bapa di surga. Tidak ada hal lain yang dikerjakan-Nya selain melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh. 4:34). Kehidupan di bumi adalah kehidupan untuk bekerja. Dari kehidupan Yesus selama di bumi, segala sesuatu yang dilakukan-Nya hanya untuk menyelesaikan misi yang Bapa percayakan kepada-Nya. Ini adalah kehidupan yang dipersembahkan sepenuhnya kepada Bapa di surga. Kehidupan Yesus adalah kehidupan yang memenuhi hukum terutama, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan.
Ketika kekristenan disejajarkan dengan berbagai agama, kekristenan ditampilkan sebagai agama yang menjanjikan kehidupan yang nyaman di bumi dan di balik kubur nanti. Maka, lahirlah konsep bahwa memiliki agama Kristen, yang di dalamnya terdapat Tuhan yang baik—dipromosikan sebagai Pribadi Mahamu...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings