Bagaimana Menjaga Keistiqomahan.
Langkah pertama untuk menjaga keistiqomahan setelah hijrah adalah dengan membangun reason (alasan utama) kenapa mau hijrah.
Kalau alasannya 'sepertinya sudah saatnya saya tobat, soalnya teman-teman saya sudah tobat semua' atau 'yah kalau ga hijrah sekarang mau kapan lagi, soalnya yang lain udah hijrah sih', maka reason/alasan yang seperti ini harus diluruskan dulu.
Bahwa saya hijrah karena Allah, bukan yang lain dan tidak ada yang lain, selain hanya karena Allah.
Hijrah karena lillah akan menjadi pondasi paling kuat untuk melangkah menuju keistiqomahan.
Dan meluruskan niat hijrah karena lillah tidak berhenti di momen pertama saat memutuskan untuk hijrah.
Alasan karena lillah harus terus dikuatkan dengan langkah berikutnya:
1. Memahami agamaNya. Dan ini berarti mulai mengatur waktu untuk menghadiri secara rutin kajian-kajian Islam.
2. Ganti bacaan. Kalau dahulu lebih sering menyimak trend fashion, wisata kuliner, hot news selebriti dan yang semisalnya, maka setelah hijrah, mulailah membaca hingga tuntas satu-dua artikel tentang keIslaman setiap harinya. Jika ada rezeki, beli lah buku sirah Nabi dan sirah sahabat, dan ingatlah bahwa kisah yang dibaca dalam sirah adalah nyata, orangnya ada dan keteguhan mereka memeluk Islam jadikan sebagai contoh. Pilih salah satu atau beberapa role model/ contoh teladan. Misalnya, saya ingin sekokoh Bilal bin Rabbah, atau sekeras Umar bin Khaththab, atau setegas Abu Bakar AshShiddiq.
3. Ganti teman 'ngopi'nya. Ini istilah lain dari: ganti teman gaulnya. Karena pengaruh teman saat baru hijrah dan untuk memupuk keistiqomahan itu sangat penting. Manusia adalah makhluk sosial yang dalam interaksi sosialnya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Maka, mulailah menambah teman yang akan membantu kita untuk menjaga keistiqomahan.
4. Last but not least, mumpung masih semangat hijrahnya, maka teruslah tingkatkan ibadah sunnahnya. Karena dengan rajin melaksanakan yang sunnah, maka akan terjaga juga semangat ibadah dan mengkaji Islam.