Manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah memberi harga kepada sesuatu berdasarkan filosofi yang salah. Mereka memberi harga pada banyak hal dengan nilai tinggi, padahal kualitas yang ada di dalamnya sangat rendah. Sebaliknya, mereka malah memberi harga yang rendah kepada sesuatu yang nilai sebenarnya sangat tinggi. Pemahaman mengenai kadar kualitas pada sesuatu sangat tergantung dari pemahaman seseorang mengenai kebenaran. Karena sejak kecil diajar mengenai nilai-nilai yang salah, banyak orang salah dalam memandang dunia ini. Banyak orang telah memberi harga kepada sesuatu berdasarkan pemahaman yang salah sehingga mereka tidak menemukan nilai sesungguhnya dari sesuatu tersebut. Sesuatu tersebut bisa manusia, materi, pangkat, kehormatan, gelar, dan lain sebagainya yang sekarang diburu manusia untuk mendapatkan nilai. Padahal, nilai diri manusia tidaklah ditentukan oleh segala hal tersebut. Jadi, sesuatu yang harganya tinggi belum tentu bernilai, tetapi sesuatu yang bernilai, belum tentu juga dihargai tinggi, kalau seseorang tidak mengenali nilai dari sesuatu tersebut. Orang yang memiliki pemahaman yang salah mengenai nilai-nilai adalah orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri.
Cara seseorang menaruh harga pada sesuatu dalam hidup ini tergantung filosofinya. Di sini, sering terjadi penipuan atau penyesatan. Kebodohan menjadi penyebab suatu kesesatan. Terkait dengan hal ini, Firman Tuhan mengatakan bahwa umat Tuhan binasa karena tidak mengenal Allah. Setiap orang merasa berhak menaruh harga pada sesuatu, sehingga harga bisa dimainkan sesuka hati sesuai dengan selera dan apa yang dirasa sebagai kebutuhan utama. Banyak orang menilai dunia, tetapi tidak berusaha untuk menilai dirinya sendiri, yaitu apa penilaian Tuhan terhadap dirinya. Orang-orang seperti ini adalah orang yang tidak bisa membedakan antara harga dan nilai.
Banyak orang Kristen yang hidup dalam kesalahan memberi harga. Hal ini bukan hanya menyangkut konsep hidup, melainkan juga cita rasa jiwa. Konsep hidup yang salah membangun cita rasa jiwa yang keliru juga. Banyak orang yang sejak kecil telah ditunjukkan dan diajarkan konsep yang salah mengenai nilai. Dunia dan segala keindahannya dianggap sebagai nilai tertinggi. Juga kehormatan, sanjungan, dan pujian dianggap sebagai kenikmatan jiwa. Selain itu, kenikmatan dosa dalam daging—dari makan minum yang tidak proporsional sampai seks—telah terbiasa menjadi irama hidup. Yohanes menyebutkan sebagai keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1Yoh. 2:15-17). Selama belasan bahkan puluhan tahun, jiwa telah diracuni oleh konsep yang salah mengenai hidup ini dan manusia menjadi sesat.
Karena terbawa oleh cara pandang filososfi dunia yang salah, banyak orang Kristen memberi nilai tinggi terhadap dunia, tetapi tidak memerhatikan nilai dirinya sebagai gambar Allah yang dirancang untuk serupa dengan Allah. Itulah sebabnya, mereka tidak berusaha memberi diri digarap oleh Allah. Mereka tidak mau belajar mengenal kebenaran atau mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar agar serupa dengan Yesus. Pemulihan kehidupan seseorang oleh karya Roh Kudus dapat membuka mata pengertian seseorang sehingga dapat mengenal nilai-nilai hidup berdasarkan sudut pandang kebenaran Allah dan dapat memahami nilai-nilai kehidupan dengan benar. Dengan demikian, seseorang dapat terlepas dari belenggu percintaan dunia. Ironis, banyak orang hidup dalam belenggu ini, tetapi mereka tidak menyadarinya. Mereka adalah orang-orang yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai orang yang letih, lesu, dan berbeban berat (Mat. 11:28-29).
Sejatinya, keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dimaksudkan untuk melepaskan manusia dari belenggu tersebut selama masih mengikat. Untuk ini, yang dibutuhkan adalah pengertian yang terus-menerus harus dibaharui oleh kebenaran Firman Tuhan. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus menyatakan bahwa kebenaran-Nya memerdekakan (Yoh. 8:31-32). Tentu dari pihak manusia harus ada kesediaan untuk diubah...