Truth Daily Enlightenment

Membawa Kekacauan


Listen Later

Dalam Kejadian 1:2 tertulis: “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Kalimat ini sering ditafsirkan sebagai sebuah kejadian yang dahsyat, yaitu mengenai kekacauan yang terjadi di jagat raya terkait dengan pemberontakan setan atau Iblis yang tadinya bernama Hillel Ben Saakhar, yang dalam bahasa Latinnya, Lusifer. Sengaja diulas hal ini, bukan berarti setuju terhadap penafsiran tersebut, tetapi juga bukan berarti menolak. Mengulas Kejadian 1:2 yang selama ini sering diajarkan oleh sebagian penafsir Kitab Kejadian bahwa ayat tersebut mengungkapkan kejadian yang bertalian dengan jatuhnya setan atau Iblis.
 
Dalam teks aslinya, Kejadian 2:1 tertulis: veha’arets hayetah tohu vavohu vekhoshekh al-peney tehom veruakh Elohim merakhefet al-peney hamayim. Kalimat yang ditafsirkan oleh beberapa penafsir untuk menunjukkan adanya kekacauan akibat kejatuhan adalah kalimat: veha’arets hayetah tohu vavohu. Kalimat ini bisa ditafsirkan sebagai: “Maka terjadi kekacauan.” Memang kalimat ini bisa menunjuk adanya kekacauan oleh suatu penyebab, artinya ada kausalitas dari kekacauan yang terjadi, yang oleh beberapa penafsir diasumsikan setan atau Iblis sebagai penyebabnya. Dari hal ini, dibangun penafsiran bahwa telah terjadi suatu peristiwa yang membuat alam semesta ini kacau balau, dan hal itu disebabkan karena kejatuhan setan atau Iblis. Penafsiran seperti ini sudah lama ada dan diyakini oleh sebagian orang Kristen.
 
Di pihak lain, ada juga pandangan yang menunjukkan bahwa kalimat veha’arets hayetah tohu vavohu (maka terjadi kekacauan) menunjuk suatu keadaan yang memang belum ditertibkan atau belum diatur oleh Elohim, berarti masih berkeadaan kacau balau. Itulah sebabnya terdapat kata “kosong.” Dalam teks aslinya, kata “kosong” adalah bohu (בֹּהוּ), yang artinya emptiness, a vacuity (kekosongan). Tetapi sebenarnya, kata tohu juga berarti an undistinguishable ruin (keruntuhan yang tidak bisa dibedakan, artinya: kacau sekali). Keadaan ini ada karena memang belum mendapat sentuhan jari tangan yang tidak kelihatan, dalam hal ini, Allah belum berkarya atasnya atau Roh Allah belum mengerami atasnya. Dari keberadaan dunia seperti ini, maka bisa muncul konsep creatio ex nihilo, artinya diciptakan dari keadaan tidak ada menjadi ada.
 
Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah peristiwa Big Bang. Big Bang adalah teori yang menyatakan bahwa pernah terjadi suatu peristiwa dalam bentuk ledakan atau dentuman di alam semesta, mengawali terbentuknya alam semesta. Hal ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta di waktu berikutnya. Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar 13 sampai 14 miliar tahun yang lalu. Teori ini memang banyak didukung oleh bukti-bukti ilmiah, sehingga sampai sekarang diterima oleh banyak kalangan ilmuwan maupun orang awam. Menurut teori ini, peristiwa tersebut mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar energi di alam semesta yang membentuk seluruh materi alam semesta, dan berkembang menjadi seperti sekarang ini, serta terus mengalami perkembangan.
 
Mengenai tafsiran bahwa Kejadian 1:2 menunjuk awal dari manuver kuasa gelap atau Iblis, orang percaya tidak boleh memastikannya sebagai kebenaran. Belum tentu demikian. Segala sesuatu yang masih bersifat spekulatif tidak boleh menjadi landasan doktrin. Lagipula, hal ini bukan sesuatu yang fundamental dan prinsip bagi kehidupan iman orang percaya. Jika hal tersebut tidak dipahami, tidak membuat iman orang percaya menjadi lemah, atau seandainya orang percaya memahaminya, juga tidak membuat imannya menjadi lebih kuat. Tetapi satu hal yang orang percaya harus mengerti adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ada dalam kontrol dan monitor Allah. Seandainya teori Big Bang adalah suatu realitas, maka itu pun terjadi atau berlangsung di dalam kontrol dan monitor Allah,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings