Men’s Talk

Membedakan Rasa Tertarik, Suka, dan Cinta


Listen Later

Banyak yang suka bingung membedakan antara rasa tertarik (好感), suka (喜歡), dan cinta (愛). Nyatanya, menurut majalah Vogue Taiwan, ada perbedaan di antara ketiganya, khususnya untuk kaum pria.

 

Rasa tertarik (好感)

Rasa tertarik ini merupakan kepanjangan dari sebuah kesan. Sering kali saat bertemu dengan orang baru, kita dapat mendengar ekspresi, “orang ini memberikan kesan yang baik,” atau “kesannya dia adalah orang yang baik dan lembut.”

Secara sederhana, pihak lain itu memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan tersebut antara lain penampilan yang baik, sikap hidup, serta imajinasi tentang pihak lain yang bernilai tinggi, sehingga menciptakan kesan dari ingatan yang ada. Kesan ini tidak mudah dilupakan, dan disebut “berkesan baik.”

Rasa tertarik dari kesan yang baik ini tidak langsung menjadi tujuan. Ketika Anda bertemu dengan banyak orang dan melakukan penyaringan, Anda akan mengingat orang-orang yang benar-benar menarik perhatian Anda. Ditekankan bahwa tahap ini adalah tahap perhatian, merupakan tahap pertemanan dan menjadi rekan saja. Ketika seseorang memiliki kesan baik kepadamu, ia akan memiliki rasa penasaran yang tinggi, tapi lebih bersifat impulsif.

Dalam tahap ini, wanita secara umum tidak direkomendasikan untuk melakukan hal proaktif secara berlebihan. Hal ini dikarenakan pihak pria umumnya akan berpikir bahwa wanita tersebut ternyata “tidak kekurangan”, tapi hanya ingin “cepat terjual”. Jika Anda benar-benar ingin membangun hubungan secara lebih jauh, Anda hanya perlu bereaksi sama seperti pihak yang dituju.

 

Suka (喜歡) itu apa?

Bagi pria, menyukai seseorang itu merupakan perpanjangan dari kesan yang baik (好感) dan ingin mengenalnya secara lebih mendalam, termasuk dengan membuat undangan atau pertemuan dengan pihak yang dirasa menarik untuk bercakap-cakap.

Ada 3 tahap dalam hal ini:

  • Menyukai dengan rasa rendah diri; dalam hal ini seorang pria akan menaikkan nilai seorang wanita, sehingga tak sengaja akan menurunkan harga dirinya. Kata-kata seperti dalam drama benar-benar berlaku, “dia begitu baik, apakah saya tidak layak untuknya?” Perumpamaannya adalah dorama (drama Jepang) 101st Marriage Proposal di mana tokoh utamanya yang bernama Hoshino Tatsurou bersikap sangat hati-hati ketika menyukai seorang perempuan.
  • Menyukai membutuhkan hal-hal bodoh; ketika seorang pria menyukai seorang wanita, ia akan berani bertindak “bodoh”, seperti tidak merasa panas ketika disuapi makanan yang sebenarnya masih panas atau merasa tempat tinggal gebetannya tidak jauh.
  • Ketika suka, seluruh waktu ingin diberikan untuknya; rasa ingin mengobrol bersama atau berbagi cerita merupakan waktu di mana nilai emosi meledak. Untuk memberikan rasa aman bagi orang yang disukainya, ia akan membuat janji dan membuat orang yang disukainya menjadi hal yang paling penting, lebih dari apapun. Misalnya Anda sedang bersiap tidur atau mandi, ketika ditanyakan, “apakah kamu punya waktu?” Kemungkinan besar pihak pria akan menjawab, “saya sedang luang, ada apa?”
  •  

    Cinta (愛) seperti apa?

    Cinta sejatinya merupakan perpanjangan dari rasa suka. Hal ini merupakan tingkat tertinggi dalam sebuah hubungan.

    1. Suka bersifat impulsif, cinta bersifat disengaja; ketika seorang pria menyukai seseorang, ia tidak akan peduli seberapa sulit hal yang ia lakukan, tapi ketika cinta maka ia akan mempertimbangkan berbagai perilakunya, menjaganya, dan memahami bahwa perilaku yang terlalu impulsif dapat membahayakan masa depan keduanya. Misalnya, menjaga gaya hidup sehat agar terus bersamanya.
    2. Menyukai bersifat naïf, cinta berarti melakukan hal nyata; menyukai seseorang mungkin tidak ada alasannya, tapi ketika mencintai maka ada alasannya, karena ada kualitas atau hal khusus yang tidak mudah didapat dan hal tersebut dihargai. Misalnya, sudah berpacaran lama, “terima kasih waktu mudamu selalu mendampingiku, saya ingin mengambil tanggung jawab dan menjadi suamimu.”
    3. Cinta adalah kemurahan hati; kelemahan salah satu pihak dapat menjadi hambatan dan jika cinta maka hal itu akan diterima. Misalnya, buta arah peta dan harus dijelaskan berkali-kali, tapi jika cinta maka pria akan tetap sabar.
    4. Cinta adalah empati; ketika berada dalam tahap mencintai, maka Anda akan membuat langkah untuk pihak lain demi hubungan dan tujuan yang lebih baik. Meskipun salah satu mengganggu atau menyebalkan, tapi hal tersebut dapat dikompromikan, karena ada hal-hal lain yang harus diselesaikan bersama-sama.
    5. Cinta adalah tanggung jawab dan pengekangan; ketika mencintai seseorang, Anda bertanggung jawab dalam hubungan yang tengah dibangun, meskipun godaan selalu ada. Kemampuan untuk menolak godaan merupakan kemampuan cinta yang sangat langka.
    6.  

      Mungkin tidak banyak yang bisa membedakan ketiga hal tersebut, mulai dari kesan, menyukai, atau cinta. Analisis sederhana ini diharapkan dapat membantu Anda.

      ...more
      View all episodesView all episodes
      Download on the App Store

      Men’s TalkBy Yunus Hendry, Aditya Nugraha, Cindy, Linda, Rti