Truth Daily Enlightenment

Mempersiapkan Diri Pulang ke Surga


Listen Later

Kita melihat kenyataan, dunia tidak bertambah menjadi baik. Wabah, pandemi COVID-19 ini menjadi isyarat yang sudah sangat jelas bahwa dunia di mana kita hidup ini sangat tidak menjanjikan. Dan banyak pakar yang mengatakan bahwa dunia tidak akan menjadi sama lagi setelah COVID-19 ini. Para ahli berusaha keras untuk menemukan vaksinnya. Kalaupun sudah ditemukan vaksinnya, belum tentu keadaan menjadi seperti semula, seperti sebelum terjadi pandemi COVID-19. Dari apa yang kita baca melalui media, bahwa virus ini bisa bermutasi, berubah, atau berkembang. Belum lagi nanti muncul virus lainnya. Manusia dikepung oleh berbagai persoalan. Belum lagi fenomena alam, anomali musim, ketegangan politik, mulai berkurangnya sumber daya alam untuk kebutuhan manusia. Yang jelas, manusia makin jahat. Dan kalau pelaku kehidupan makin jahat, dunia pasti tidak menjadi aman dan nyaman lagi. Perang di beberapa tempat permanen, tidak pernah surut. Jadi, memang dunia kita ke depan tidak bertambah menjadi baik.
Kalau gereja tidak mengajarkan kebenaran yang murni, yang mempersiapkan jemaat pulang ke surga menghadap Allah, betapa jahatnya. Kita harus mengingatkan jemaat dengan melihat tanda-tanda zaman seperti ini. Kita juga tidak bisa menikmati hidup dengan nyaman di dunia ini. Orang-orang kaya dengan rumah mewah dan uang berlimpah ikut terpukul oleh COVID-19 karena tidak bisa keluar rumah, dan tidak sedikit di antara mereka justru jauh lebih takut dari orang miskin. Kalau orang miskin berpikir daripada mati di rumah, lebih baik mati di luar. Tapi, kalau mereka sudah cukup makan, sudah cukup segala sesuatu. Mereka sangat menjaga diri. Sehingga tidak nyaman. Kita bersyukur, kalau bagaimana pun dalam situasi yang begitu sulit, Tuhan masih memelihara bangsa kita. Walaupun keadaan sulit, tapi ekonomi masih bergulir juga, dan kita mengakui bahwa ini semua karena kemurahan Tuhan atas bangsa Indonesia. Kita sebagai orang percaya yang harus terus mengingatkan jemaat untuk memiliki visi yang jelas sebagai anak-anak Allah, yaitu mempersiapkan diri untuk masuk dalam pesta perkawinan Anak Domba, perjumpaan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Sesuatu yang menyedihkan, ada gereja-gereja yang menjanjikan bahwa ke depan dunia akan menjadi lebih baik. Seperti beberapa waktu yang lalu, ada gereja dan pendeta-pendeta yang menjanjikan bahwa ke depan dunia dan ekonomi akan membaik, kejahatan akan berkurang. Faktanya, kejahatan tidak berkurang, ekonomi tidak membaik, transformasi yang dijanjikan oleh orang-orang tertentu ternyata bohong. Kejahatan bukan berkurang, malah bertambah. Sekarang ini, kalau di negara kita, sampai menterinya masuk penjara, anggota DPR masuk penjara, bahkan yang kita baca di koran, seluruh anggota DPR di satu kota bisa masuk penjara. Karena luar biasa kejahatan manusia sekarang ini.
Kita melihat fenomena riil dan nyata dari kehidupan manusia yang tidak adil ini. Bagaikan binatang yang kuat memakan binatang yang lemah, demikian pula manusia yang kuat ‘menelan’ manusia yang lemah. Seperti kalimat dalam bahasa latin memento mori; ingatlah hari kematian. Manusia bisa mati setiap saat, karena homo homini lupus; manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Mematikan ekonomi orang, masa depan orang, sampai nyawa orang lain. Tetapi manusia tidak sadar. Pelaku kejahatan tidak sadar bahwa setiap saat dia akan mati. Gereja harus berperan dengan jelas dan berbicara dengan lantang, bagaimana mempersiapkan jemaat untuk pulang ke surga. Masalahnya, kalau pembicara sendiri tidak menghayati bahwa rumahnya bukan di bumi, akhirnya hidup wajar saja. Yang diucapkan dan dipercakapkan hanya doktrin-doktrin saja, dan merasa dengan doktrin-doktrin itu mereka telah membela Tuhan dengan memiliki standar hidup yang baik. Padahal, yang dikehendaki oleh Allah adalah kehidupan yang serupa dengan Yesus.
Janji-janji bahwa dunia akan membaik adalah penipuan dan pembodohan. Memang sebagai masyarakat Timur, kita sering tidak mau terus terang,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings