Truth Daily Enlightenment

Mencintai Bapa dengan Benar


Listen Later

Betapa banyak orang Kristen yang mengobral ucapan, “Aku mencintai-Mu, aku mengasihi-Mu, Bapa” tanpa mengerti bagaimana seharusnya dia mengisi kehidupan yang benar-benar mengasihi atau mencintai Bapa. Kita tidak bisa berkata, “Aku cinta pada-Mu, Bapa” tanpa mencintai kehendak dan rencana-Nya untuk kita penuhi. Seseorang yang menyatakan diri mencintai Bapa, maka dia harus menyukai kehendak Bapa untuk dimengerti, dikenakan dan dilakukan. Dan kita harus mengakui bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik dalam hidup kita. 
Banyak syair lagu yang memuat kalimat, “Aku mencintai Yesus. Aku menghormati-Mu, Bapa” dan sejenisnya. Kalau kita menyatakan kita mencintai Yesus Tuhan kita, artinya kita harus menyukai karakter-Nya, menyukai cara berpikir-Nya, gaya hidup-Nya dan kita juga mau lakukan dengan hati yang rela dan sukacita. Jadi, kalau kita hanya mengatakan, “Aku cinta pada-Mu” tanpa menyukai kehendak Tuhan untuk kita lakukan, tanpa menyukai rencana Tuhan untuk kita penuhi, itu hampa, tidak ada artinya. Bapa tidak dibahagiakan, Tuhan Yesus tidak disenangkan dengan pernyataan dari orang seperti ini. 
Sama kalau suami berkata kepada istri, “Ma, aku cinta padamu,” tetapi sang suami tidak melakukan sesuatu yang dapat menyenangkan hati istrinya, sia-sia pernyataannya tersebut. Bahkan itu malah lebih menyakitkan. Suami yang berkata, “Ma, aku cinta padamu,” tetapi tidak memberi nafkah, KDRT apalagi tidak setia, itu lebih menyakitkan. Bagaimana seseorang bisa berkata, “Aku cinta pada-Mu, Tuhan,” tetapi hatinya menyukai dunia dengan segala hiburannya? Dulu kita begitu. Setelah kita sadar, kita mulai belajar untuk berubah. Dan ternyata memang tidak mudah untuk menjalani proses perubahan, karena selera hati kita sudah banyak teracuni oleh hasrat selera dunia. Jiwa kita sudah telanjur rusak, maka harus diperbaiki.
Karenanya kita harus terus belajar Firman Tuhan untuk mengubah cara berpikir kita, paradigma kita ini. Changing your mind; cara berpikir dan paradigma kita harus diubah melalui kebenaran Firman Tuhan. Karena hanya Firman Tuhan yang dapat mengubah hidup kita. Dan untuk itu kita harus banyak duduk diam di kaki Tuhan dalam doa. Karena perjumpaan dengan Tuhan dalam doa itu yang dapat mengubah hidup kita. Maka, betapa beruntungnya orang yang mengenal Allah yang benar dan mencintai Dia. Mengenal Allah yang benar, menyukai apa yang dikehendaki Allah untuk dilakukan, menyukai rencana-Nya untuk dipenuhi. 
Inilah sebenarnya maksud Allah menciptakan manusia sejak semula. Allah menciptakan makhluk yang bisa menjadi sekutu-Nya. Dengan rela—ingat, ada kehendak bebas pada manusia—manusia mencintai Bapa, mencintai Tuhan, sehingga manusia dapat memilih untuk melakukan kehendak-Nya dan memenuhi rencana-Nya. Di kitab Kejadian, ketika Allah selesai menciptakan manusia, lalu Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk menaklukkan bumi. Jadi, manusia diciptakan bukan untuk menganggur. Manusia diciptakan bukan hanya untuk menikmati berkat dari Allah. ‘Bukan hanya’ artinya memang kita diperkenan menikmati berkat dan keindahan yang diciptakan Allah yang memang diciptakan untuk dinikmati oleh manusia, bukan untuk diri Allah sendiri. Tetapi di dalam kehidupan, di mana manusia menikmati berkat-berkat Tuhan, manusia harus memuliakan Dia. Bagaimana cara agar kita dapat memuliakan Dia? Tentu kita harus memilih untuk melakukan kehendak-Nya dan memenuhi rencana-Nya. 
Jadi, ketika Allah memberikan mandat, “Penuhi bumi. Taklukkanlah!” Itu adalah mandat. Ada mandat prokreasi, ada mandat budaya. Dan ketika manusia melakukannya, manusia berarti benar-benar melakukan kehendak Tuhan dan memenuhi rencana Tuhan. Sekarang kita sebagai umat pilihan, harus mengerti apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Apa yang dikehendaki Tuhan adalah melakukan segala sesuatu dalam kehidupan kita setiap hari dengan tepat seperti apa yang dikehendaki-Nya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings