Truth Daily Enlightenment

Mencintai Dunia


Listen Later

Seseorang tidak akan pernah menemukan hadirat Allah dan hidup di dalam-Nya kalau masih memiliki hati yang mencintai dunia. Orang yang masih mencintai dunia adalah orang yang suasana kebahagiaan hatinya hanya oleh topangan harta kekayaan materi. Bisa dipastikan, orang seperti ini mengumbar keinginan mata seperti yang dikatakan dalam 1 Yohanes 2:15-17. Orang yang mengumbar keinginannya sendiri tidak memiliki kasih akan Bapa. Orang yang tidak memiliki kasih akan Bapa, tidak akan pernah menemukan hadirat Allah dan hidup di dalam-Nya. Dalam Yakobus 1:13-15 tertulis: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Ayat ini jelas menunjukkan bahwa setiap orang berpotensi untuk mengumbar keinginan tanpa batas.
Dunia kita hari ini dibawa kepada semangat materialisme, sehingga banyak orang menjadi serakah. Tuhan menghendaki agar orang percaya dalam hidup ini tidak berfokus pada keindahan dunia. Banyak orang Kristen yang sebenarnya hidup dalam percintaan dunia, tetapi mereka tidak menyadari keadaan yang sangat membahayakan tersebut. Firman Tuhan mengatakan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Jadi, barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah (Yak. 4:1-4).
Kalau seseorang menyadari bahwa dirinya adalah orang yang menumpang di bumi ini, maka ia dapat membuang semua keinginan terhadap kekayaan dunia ini. Kalau orang percaya sebagai penumpang di bumi, ia tidak boleh merasa berhak memiliki sesuatu di bumi ini. Bagi kita, yang penting adalah dapat menjalani hidup untuk disempurnakan seperti Bapa atau dikembalikan ke rancangan semula Allah, serta menolong orang lain mengalami hal yang sama. Itulah pelayanan yang sesungguhnya. Keadaan kita sebagai orang yang menumpang di bumi adalah untuk persiapan agar layak menjadi anggota Kerajaan Surga.
Orang-orang Kristen yang tidak mengerti bahwa rumahnya ada di langit baru dan bumi yang baru, akan berusaha keras bagaimana caranya memiliki kekayaan dunia. Bagi mereka, kematian berarti hilangnya kesempatan menikmati kehidupan ini, termasuk kesempatan memiliki dan menikmati dunia ini. Itulah sebabnya, selagi masih hidup di dunia, mereka berusaha untuk meraih sebanyak-banyaknya yang disediakan dunia bagi dirinya. Mereka tidak dapat membedakan antara kebutuhan dengan keinginan duniawinya. Sebenarnya, sebagian besar orang Kristen memiliki gaya hidup duniawi tersebut. Mereka merasa tidak berdosa dengan gaya hidup yang salah tersebut, sebab hal itu dipandang tidak menyalahi Firman Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Luk. 9:57-58). Ini berarti fokus hidup orang percaya tidak boleh tertuju kepada kenikmatan hidup di bumi. Yesus mengajarkan bagaimana diri-Nya tidak memiliki kenyamanan seperti kenyamanan yang dimiliki manusia lain. Kalau seseorang percaya kepada Yesus, ia harus juga mengikuti jejak-Nya.
Pernyataan Yesus di Lukas 9:57-58 menunjukkan bahwa kehidupan di bumi adalah kehidupan untuk bekerja melayani Bapa. Dari kehidupan Tuhan Yesus selama di bumi, segala sesuatu yang dilakukan-Nya hanya untuk menyelesaikan misi yang Bapa percayakan kepada-Nya. Ini adalah kehidupan yang dipersembahkan sepenuhnya kepada Bapa di surga. Kehidupan Yesus adalah kehidupan yang memenuhi hukum terutama, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan. Kekristenan adalah ajakan untuk mempersiapkan diri hidup di dunia lain, bukan untuk hidup dunia ini, sebab dunia ini pasti berakhir.
Pada umumnya, atau hampir semua manusia melakukan segala sesuatu hanya untuk kehidupannya di bumi ini, dimulai dari sekolah, kuliah, berkarier, bekerja, menikah, dan lain sebagainya. Cara berpikir dan gaya hidup seperti ini sudah mengakar dalam diri hampir semua manusia. Pada umumnya, manusia berpikir bahwa tidak ada dunia lain yang ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings