Truth Daily Enlightenment

Menciptakan Kontras


Listen Later

Ada tugas besar yang sangat mulia yang harus kita lakukan di ujung akhir zaman ini, yaitu menjadi saksi kebenaran. Bagaimana kita dapat menjadi saksi kebenaran? Yaitu dengan menampilkan atau memperagakan kebenaran di dalam hidup kita. Kita bersyukur karena Tuhan membukakan kebenaran-Nya terus-menerus kepada kita, yang akhirnya, kita dipaksa untuk terus menggali kebenaran yang Tuhan telah berikan. Tentu kita juga dipaksa untuk mengenakan atau melakukan kebenaran tersebut. Di ujung akhir zaman sebelum Tuhan datang kembali, Tuhan mau menunjukkan kekristenan yang sejati, kekristenan yang benar. Sekaligus mengarahkan kehidupan kita ke Kerajaan Surga. 
Jadi, kita jangan puas bicara mengenai kebenaran, karena kita ada di lingkungan Suara Kebenaran, tetapi kita harus benar-benar memperagakan kebenaran tersebut dan menciptakan kontras. Tidak bisa tidak, harus ada kontras yang kita ciptakan, kita bangun. Kalau kita menjadi Kristen dengan standar yang rendah—yang sama artinya dengan Kristen palsu, tidak original, kekristenan agamawi, bukan kekristenan yang murni—maka berarti kita tidak menciptakan kontras. Setan itu cerdik, bagaimana membuat kekristenan tidak nampak palsu, tidak hitam, tetapi juga tidak putih; abu-abu. Kristen abu-abu ini tidak menciptakan atau tidak mengakibatkan kontras. Kalau kita mengenakan kebenaran yang murni, menghidupi kebenaran itu di dalam diri kita, dan mengenakan kekudusan Allah dengan prinsip-prinsip kebenaran, maka lahirlah kontras. 
Apa ciri seseorang yang hidupnya melahirkan kontras? Kesucian yang tajam, tidak mencintai dunia, tekun mencari Allah, ratapan terhadap Tuhan, kesediaan mempersembahkan hidup tanpa batas, tidak memikirkan diri sendiri, memikirkan orang lain dan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Bukan hanya sekadar membuat misi-misi penginjilan, tetapi dengan ratapan terhadap jiwa-jiwa itu. Ini akan menimbulkan kontras. Kita percaya, ini menjadi peringatan bagi dunia dan khususnya bagi umat Kristen, yang suatu hari orang-orang Kristen tidak bisa berdalih: “Saya tidak tahu.” Mestinya tahu. Terlebih dengan dihadirkannya orang-orang Kristen yang secara konsisten dan konsekuen mengenakan kebenaran itu. 
2 Petrus 2:3 tertulis, “Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu, akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka.” Isapan jempol; khotbah-khotbah yang kelihatannya akademis, tetapi tidak mengubah orang, tidak mengarahkan orang ke langit baru bumi baru, tidak mengarahkan orang meninggalkan percintaan dunia. Itu isapan jempol. “Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.” Ini menjadi perhatian kita, khususnya bagi para pendeta dan pemberita Firman, jangan mengajarkan sesuatu yang tidak prinsip. Jangan menjelaskan sesuatu yang remeh. Namun, kita harus bicara tentang kekekalan, tentang surga neraka, kehidupan di balik kubur. Di luar itu, isapan jempol. Kita harus membuat kontras.
2 Petrus 2:4, “Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.” Guru palsu maupun malaikat, tidak disayangkan. Kalau tidak hidup dalam standar Allah, dibuang. Ayat 5, “Dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik.” Ayat ini kita akan pahami kalau kita membaca Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi, dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.” 
Kalau kita melihat kehidupan Nuh—sebagaimana yang dikatakan firman Tuhan bahwa Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup ber...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings