Truth Daily Enlightenment

MENENTUKAN KEADAANNYA SENDIRI


Listen Later

Dalam kehendak bebasnya, manusia dapat memilih taat kepada Allah atau memberontak kepada-Nya. Kalau seseorang tidak mengakui fakta ini, berarti berpandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas, maka ia menjadi mistis, seakan-akan tindakan manusia selalu ditentukan oleh faktor yang bersifat adikodrati di luar dirinya. Mereka yang tidak mengakui adanya kehendak bebas manusia, berarti mereka meyakini bahwa di balik semua tindakan manusia, ada tangan Allah yang supranatural yang menetapkan segala sesuatu yang terjadi, termasuk di dalamnya keselamatan individu. Tetapi ironinya, mereka masih juga mengakui bahwa manusia harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan. Mereka masih meyakini adanya “semacam kehendak bebas” dalam diri manusia yang membuat manusia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Kehendak bebas yang mereka pahami adalah kehendak bebas yang aneh. Mereka menyatakan demikian hanya untuk membela doktrinnya yang absurd (tidak masuk akal dan kacau).
Tidak ada makhluk hidup yang diberi kehendak seperti yang dimiliki oleh manusia. Ini adalah bagian dalam diri manusia yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun, bahkan oleh Allah sendiri. Kalau dinyatakan bahwa Allah sendiri tidak mengintervensi kebebasan yang manusia terima dari pada-Nya, bukan bermaksud mengurangi hormat terhadap supremasi Allah dalam kedaulatan-Nya. Justru Allah sendiri dalam kedaulatan-Nya memberikan “kedaulatan yang terbatas” kepada manusia untuk menentukan keadaan kekalnya. Dengan menghargai kedaulatan manusia, berarti Allah menghargai kedaulatan-Nya sendiri. Dalam hal ini, Allah menunjukkan konsekuensi-Nya dalam menciptakan manusia dengan keberadaan manusia tersebut. Itulah sebabnya, pada akhirnya Allah tidak mencegah manusia pertama ketika ia memang berniat memetik buah terlarang di Eden, dan sebagai konsekuensinya Allah mengusir Adam dan Hawa dari Eden.
Kehendak bebas harus dipahami sebagai kepercayaan dari Allah dimana manusia diberi pikiran dan perasaan, yaitu kemampuan mempertimbangkan sesuatu yang dapat melahirkan kehendak. Kehendak bebas menempatkan manusia menjadi makhluk yang beresiko sangat tinggi. Dengan keberadaan ini manusia yang segambar dengan Allah, diberi tanggung jawab untuk memilih antara mengabdi kepada Allah atau memberontak. Pengajaran yang menyatakan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas berarti menempatkan Allah sebagai penanggung jawab semua peristiwa kehidupan, sehingga manusia tidak perlu bertanggung jawab atas apa pun dan tidak perlu ada pengadilan Allah. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah berkat besar yang mengandung dan menuntut tanggung jawab. Kasih karunia tanpa tanggung jawab membuat kasih karunia itu menjadi tidak berharga. Manusia diperhadapkan kepada pilihan: apakah mau menyambut kasih karunia Allah atau menolaknya. Bagi yang mau menerima, mereka harus mengarahkan seluruh hidupnya kepada fokus menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Ini adalah ketaatan untuk memenuhi panggilan Allah, yaitu mendahulukan Kerajaan Surga dan kebenaran-Nya, yang sama dengan berjuang untuk menjadi warga anggota keluarga Kerajaan Allah (Mat. 6:33).
Kalau seseorang tidak memahami kebenaran mengenai kehendak bebas, maka konsepnya mengenai kasih karunia menjadi kacau. Kalau konsepnya mengenai kasih karunia kacau, mereka tidak akan dapat merespons kasih karunia dengan benar. Sebagai akibatnya, mereka tidak pernah mengenal keselamatan secara benar pula. Dengan demikian, mereka akan gagal menjadi manusia yang dikembalikan ke rancangan semula. Dalam kekristenan, pemahaman mengenai kehendak bebas mempunyai tempat yang penting, yang harus dipahami. Pengajaran mengenai penentuan keselamatan atas individu oleh Allah secara sepihak adalah pengajaran yang mengesampingkan nilai manusia, sebab kebebasan memberi nilai atas manusia. Itulah sebabnya, penghakiman dan upah merupakan realitas ilahi, juga realitas surga dan neraka. Dengan memahami kebenaran ini,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings