Truth Daily Enlightenment

Mengalahkan Iblis


Listen Later

Firman Tuhan mengatakan bahwa suatu saat semua musuh akan tunduk di bawah kaki Tuhan Yesus (1Kor. 15:27; Ef. 1:22; Flp. 2:10). Bagaimana musuh, yaitu Iblis, bisa dikalahkan? Kalau diteliti dengan cermat, Alkitab bukan hanya menunjukkan adanya hukum dalam arti perintah atau peraturan atau syariat, tetapi hukum dalam arti kodrat atau natur atau ketetapan. Hukum ini disebut sebagai hukum kehidupan atau hukum rohani. Hukum kehidupan menyangkut ketetapan yang Allah tentukan yang berasal dari diri pribadi Allah Bapa yang Mahakudus, Maha Bijaksana, dan Mahaadil. Dalam hukum kehidupan tersebut terdapat ketetapan-ketetapan yang harus dihargai baik oleh pihak Allah maupun pihak manapun atau siapa pun. Allah juga konsekuen atas hukum yang ditetapkan-Nya tersebut yang menjadi semacam rule of the game dalam kehidupan ini. Dengan memahami hukum dalam pengertian yang kedua, maka akan ditemukan jawaban mengapa Allah menciptakan manusia, mengapa harus ada dua buah pohon di Taman Eden, mengapa Yesus harus mati, apa arti kebangkitan-Nya itu, dan lain sebagainya. Juga tatanan mengenai bagaimana membinasakan Lusifer yang memberontak kepada Allah.
 
Ketika Lusifer memberontak, mengapa Allah tidak segera menghukum dan membinasakan? Sulit dibantah, bahwa terkesan tidak mudah dapat menaklukkan Lusifer. Mengapa Allah tidak melakukannya? Memang di kitab Yehezkiel, terdapat catatan seakan-akan atau terkesan Allah langsung membuang Lusifer, tetapi kalau diamati dengan teliti ayat-ayat itu menunjuk ringkasan dari akhir hidup Lusifer. Di dalam ayat-ayat tersebut tidak diungkapkan mekanisme pengusiran tersebut (Yeh. 28:16-19). Ternyata pada akhirnya bukan malaikat-malaikat Allah yang bisa mengalahkan Iblis, tetapi darah Tuhan Yesus dan perkataan kesaksian mereka yang dikatakan “tidak menyayangkan nyawanya.” Orang-orang yang tidak menyayangkan nyawa ini menunjuk orang percaya yang mengikuti gaya hidup Tuhan Yesus (Why. 12:11). Jawaban mengapa Allah tidak bisa membinasakan Lusifer seketika itu adalah karena Allah memiliki aturan. Allah tidak akan pernah bertindak tanpa aturan; Allah adalah Pribadi yang adil, Allah yang tertib, Allah yang memiliki sistem dan aturan. Allah tidak akan pernah bertindak secara sembarangan tanpa aturan, tanpa hukum atau rule. Di dalam diri-Nya ada hukum, aturan, sistem, atau kebijakan-kebijakan dari kecerdasan-Nya yang tiada batas.
 
Mengapa Lusifer saat memberontak tidak segera dihukum? Sebab tindakan Lusifer belum bisa dikatakan salah, sebab tidak ada verifikasi atau pembuktian bahwa Lusifer bersalah. Harus ada semacam “corpus delicti”, yaitu fakta yang membuktikan bahwa suatu kesalahan atau kejahatan telah dilakukan. Dari apa yang dipaparkan Roma 4:15; 5:13 jelas sekali dapat membuka pikiran orang percaya untuk memahami bahwa Allah bertindak dengan aturan yang sempurna. Seperti misalnya dalam menunjukkan kesalahan dan menghukum harus ada pembuktian. Itulah sebabnya Taurat diberikan juga untuk membuktikan bahwa manusia terbukti bersalah. Jika tidak ada Taurat, berarti tidak ada pelanggaran (Rm. 4:15; 5:13). Demikian pula Lusifer yang jatuh, tidak akan terbukti bersalah sebelum ada pembuktiannya, yaitu adanya makhluk yang memiliki ketaatan dan penghormatan yang benar kepada Allah dan memiliki persekutuan dengan Dia secara benar. Makhluk yang memiliki ketaatan kepada Bapa itulah semacam “corpus delicti.” Istilah ini dipakai untuk menunjukkan mekanisme tindakan Allah terhadap Lusifer.
 
Untuk membuktikan kesalahan Lusifer agar ia pantas dihukum, harus ada mahkluk yang diciptakan oleh Allah yang memiliki segambaran dengan Allah yang bisa hidup dalam persekutuan dengan Allah. Karena hal tersebut, maka manusia yang diciptakan tentu diharapkan dapat menampilkan suatu kehidupan yang bersekutu dengan Bapa; taat, menghormati, memuliakan Allah dan meninggikan Allah Bapa, serta mengabdi dan melayani-Nya secara pantas. Hal itu menjadi pembuktian terhadap kesalahan Iblis sehingga bisa dihuku...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings