Berikut beberapa alasannya:
Bosan, karena tidak ada hal baru lagi, padahal yang membuat hubungan menarik itu aktivitas bersama dan kejutan.Tidak ada hubungan timbal balik. Ada pemberian dan penerimaan, sebab kalau datar-datar saja seperti hanya temenan.Tidak melihat ada masa depan. Terkadang, pasangan yang merasa tidak ada masa depan karena tidak ada restu atau tidak satu visi dan misi akan berubah.Kebiasaan buruk pasangan tidak sebanding dengan kebaikan pasangan. Manusia memiliki karakter-karakter berbeda dan saling bertoleransi. Jika kebiasaan buruk lebih banyak dari kebiasaan baik, pasangan tentu tidak merasa senang.Menyadari kalian lebih cocok jadi teman. Setelah menjalani hubungan, ternyata ada rasa tidak nyaman dan ternyata lebih menyenangkan untuk menjadi teman daripada kekasih.Pasangan kurang dewasa. Menjalin hubungan membutuhkan komitmen, kesetiaan, dan kejujuran yang harus dipertahankan terus menerus. Jika belum bisa berkomitmen atau kekanak-kanakan, sikap pasangan tentu dapat berubah.Pasangan yang berubah. Bisa jadi kamulah yang berubah terlebih dahulu, sehingga pasangan juga berubah.Pria atau wanita yang berubah?
Nyatanya hal ini dikarenakan terjadi perubahan sudut pandang antara pria dan wanita. Pria secara umum lebih membutuhkan kestabilan dalam sebuah hubungan. Setelah memiliki pendamping, ia dapat menjadi lebih fokus tanpa memusingkan lagi urusan pendamping. Ketika saling mengerjakan urusan masing-masing meski sedang berduaan, bagi pria hal itu adalah sebuah kedamaian dan kebahagiaan.Wanita di lain pihak membutuhkan perhatian yang konsisten. Ketika PDKT, para pria secara umum akan melakukan hal-hal yang diharapkan wanita (dicemburui, dirayu, diajak kencan, dipuji, bermesraan, dll). Setelah menjalin hubungan, hal tersebut tetap menjadi ekspektasi wanita. Ketika pria tidak menyadarinya dan tetap fokus melakukan kegiatannya dengan rasa aman karena pasangannya ada di sisinya, pihak wanita merasa pria tersebut berubah.
Menurut Loveable Lady, saat masa PDKT, pria akan menampilkan sisi terbaiknya. Setelah berpacaran dan menikah, pria akan menjadi biasa saja, apa adanya, bahkan memperlihatkan kekurangan dirinya. Namun, hal ini juga bisa berlaku untuk para wanita.
Menurut psikiater Harville Hendrix yang juga menulis buku Getting the Love You Want, saat bersama, khususnya setelah tinggal bersama kekurangan diri akan lebih terlihat, sehingga pasangan akan terlihat berbeda dan tidak seindah saat masih berada dalam masa-masa awal hubungan. Saat itulah pengertian dibutuhkan agar rasa cinta semakin kuat dan tidak memudar.
Ketika menjalin hubungan, semakin lama Anda akan semakin berani menunjukkan seluruh sisi diri Anda. Inilah yang membuat pasangan bertanya-tanya apakah pasangannya kemudian berubah. Nyatanya perlu proses yang cukup panjang untuk saling mengenal dan ketika menjalin hubungan, tiap pihak harus terus berkomunikasi dan saling mengerti satu sama lain.
Sayangnya, banyak pasangan yang terjebak dan memutuskan terlalu cepat menikah sebelum melihat sisi lain pasangannya sehingga baru mempertanyakan perubahan diri pasangan setelah berpacaran atau menikah.