Truth Daily Enlightenment

MENGEKSPRESIKAN KEHIDUPAN YESUS


Listen Later

Menjadi orang percaya berarti masuk proses perubahan cara berpikir dalam hati nuraninya. Untuk merubah cara berpikir seseorang, dalam hati nuraninya dibutuhkan format ulang yang tidak mudah. Hal ini membutuhkan waktu panjang, tergantung seberapa sesat cara berpikirnya dan seberapa lama telah digunakannya. Kalau selama ini bangunan cara berpikirnya dibangun di atas berbagai filosofi dunia yang tidak sesuai dengan kebenaran Allah, sekarang harus mulai diformat ulang dengan memberikan kebenaran-kebenaran Alkitab. Filosofi-filosofi dunia yang sesat adalah konsep-konsep kafir yang harus digantikan dengan konsep-konsep kebenaran Alkitab. Dari hal ini, orang percaya membutuhkan pembaharuan berpikir setiap hari. Pembaharuan berpikir ini adalah pembaharuan konsep-konsep yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan dan kebenaran-kebenaran Alkitab (Rm. 12:2). Proses pembaharuan berpikir untuk membangun hati nurani sama artinya dengan proses mencerdaskan hati nurani atau mendewasakannya. Hal ini juga sama dengan menformat ulang kehidupan individu.
Karena segenap hidup kita ditebus oleh darah Yesus sehingga dimiliki oleh Tuhan, maka Tuhan menginginkan agar bejana jiwa kita dapat menjadi bejana Tuhan untuk mengekspresikan diri Tuhan, bukan diri manusia. Tubuh seseorang yang sudah ditebus oleh darah Yesus dan menjadi milik Tuhan harus menjadi alat peraga Tuhan guna menampilkan diri Tuhan. Hal ini akan membuat seseorang bukan hanya menjadi “seperti” dalam arti mirip dengan Yesus, melainkan dapat memperagakan kehidupan Yesus yang pernah dijalani di bumi. Inilah yang dimaksud dengan menerima Yesus. Menerima Yesus berarti menerjemahkan atau mengenakan hidup-Nya dalam hidup kita.
Salah satu ciri dari karakter Yesus adalah sikap mengampuni dan mengasihi musuh dengan hati yang tulus kepada mereka yang memusuhi dan menyakiti-Nya. Peragaan kasih-Nya yang sempurna terhadap mereka yang memusuhi dan menyakiti-Nya, nyata sekali ketika Ia tergantung antara langit dan bumi, yaitu ketika ada di salib. Di atas salib, dari bibir-Nya meluncur doa yang pasti mengalir dari hati-Nya yang tulus: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34). Dalam kehidupan sehari-hari, orang percaya juga akan menghadapi berbagai perlakuan tidak adil, fitnah, hinaan, sikap menyakiti, dan lain sebagainya dari orang-orang yang memusuhi atau berniat jahat. Dalam hal ini, orang percaya diajar dan harus belajar untuk mengasihi musuh dan mengampuni mereka. Dengan cara ini, orang percaya telah selesai dengan dirinya sendiri.
Bila orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri marah, hal itu bukan karena ia mau memuaskan egonya. Kemarahan tidak selalu salah. Sesuatu yang mendorong mengapa seseorang marah itulah yang menentukan kualitas kemarahan tersebut. Pada umumnya, kemarahan seseorang didorong oleh emosinya yang hendak diledakkan, berhubung atau terhadap sesuatu yang dipandang merugikan dan menyusahkan dirinya atau ketidaksukaan terhadap suatu tindakan atau keadaan. Marah kudus terjadi karena melihat bahaya dalam diri seseorang yang diakibatkan oleh tindakannya. Kemarahan ini harus merupakan ekspresi dari perasaan Tuhan. Marah yang tidak kudus mendorong seseorang merusak (destruktif), cenderung menghukum dan membinasakan, atau melukai sebagai balas dendam. Marah kudus mendorong seseorang memperbaiki suatu kesalahan. Kalaupun ada sanksi, tujuannya demi kebaikan orang yang dimarahi.
Orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri memiliki belas kasihan terhadap sesama, bukan belas kasihan kepada dirinya sendiri. Belas kasihan adalah perhatian yang tulus kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Kebenaran mengenai belas kasihan ini diajarkan Tuhan Yesus melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati (Luk. 10). Belas kasihan tidak memandang perbedaan suku bangsa dan golongan. Belas kasihan ditujukan kepada sesama manusia, yaitu setiap orang yang kita jumpai yang membutuhkan pertolongan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings