Truth Daily Enlightenment

MENGENALI DIRI


Listen Later

Seiring dengan pertumbuhan kedewasaan rohani di mana kita semakin masuk ke pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran), kita akan semakin peka terhadap hal-hal yang Allah tidak kehendaki. Karena semakin masuk ke pusat pusaran kebenaran, kita akan lebih mengenal keagungan pribadi Yesus dan kita dapat mencium keharuman Allah. Kita dapat lebih menghayati kehadiran Allah, dengan demikian kita dapat pula menghayati kedahsyatan, kesucian Allah. Pengalaman ini lebih dari pengalaman keberagamaan pada umumnya. Pada umumnya, pengalaman keberagamaan hanya sampai kepada atmosfer atau suasana kesalehan melakukan hukum. Orang beragama juga bisa merasakan suasana kerohanian yang sesuai dengan standar moral dan keberagamaannya. Tetapi, orang percaya harus lebih dari itu. Orang percaya harus sungguh-sungguh dapat menghayati kehadiran Allah yang dahsyat setiap waktu di mana pun juga di sepanjang umur hidupnya. Suasana seperti ini akan berlanjut terus sampai di balik kubur. Itulah sebabnya orang percaya yang benar dapat merasakan suasana surga sejak masih ada di bumi ini.
 
Kalau kita sungguh-sungguh mengalami seperti yang tersebut di atas—yaitu menghayati kehadiran Allah—kita akan mulai dapat melihat kesalahan-kesalahan kecil yang dahulu tidak kita sadari sebagai kesalahan; sekarang terdeteksi oleh kita sebagai kesalahan yang besar. Kita semakin teliti terhadap motivasi-motivasi yang mendorong atau menjiwai kita melakukan sesuatu. Dengan demikian, kita semakin jujur terhadap diri sendiri dan juga terhadap orang lain. Dengan hal ini, kita dapat dengan jujur, terbuka, dan teliti mengenali diri kita sendiri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hanya orang-orang yang memahami keagungan kepribadian Allah dan mencium keharuman kesucian-Nya yang dapat mengenali diri sendiri secara benar. Sebelum seseorang mengenal Yesus dengan benar, ia belum mengenal diri sendiri dengan benar.
 
Banyak orang merasa sudah mengenali dirinya sendiri dengan benar, padahal belum. Ukuran mengenali diri sendiri bukanlah berangkat dari sudut pandangnya—yaitu apa yang dia pandang sebagai baik atau buruk—melainkan berangkat dari penghayatannya terhadap keagungan pribadi Tuhan serta standar kesucian-Nya. Dalam hal ini, banyak orang “tidak tahu bahwa sebenarnya dia tidak tahu” terhadap dirinya sendiri. Orang-orang seperti ini bisa mengkritik orang lain, mencela orang lain, menasihati orang lain, bahkan menjadi pembina bagi orang lain, tetapi ia tidak bisa menasihati dan membina dirinya sendiri. Orang seperti ini pasti masih memiliki “duri” yang dapat melukai orang lain. Orang Kristen sejati ditandai dengan kehidupannya yang tidak berduri sama sekali; ini berarti ia tidak akan menyakiti siapa pun. Dari hal ini, kita bisa melihat orang Kristen yang sejati dan yang palsu. Tentu saja dengan ini kita mengoreksi diri sendiri, apakah kita Kristen yang sejati atau orang Kristen yang palsu.
 
Semakin kita bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan masuk ke pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran), kita akan merasakan duka dan lukanya hati kita ketika berbuat suatu kesalahan. Dalam hal ini, kita juga bisa merasakan duka dan lukanya hati Allah ketika kita berbuat salah yang merupakan indikasi ketidaksetiaan kita kepada Allah. Oleh anugerah dan kesabaran hati Allah, Dia tetap setia walaupun kita tidak setia (2Tim. 2:13). Melalui pengalaman ini, ada dua berkat yang kita peroleh: Pertama, kita semakin takut terhadap Allah dan trauma terhadap kesalahan. Hal ini mendorong kita menjauhi kejahatan dan kesalahan di hadapan Allah. Dengan demikian, lebih mudah mewujudkan kesucian hidup yang berstandar Allah sendiri. Dosa atau praktik melakukan kesalahan tidak akan bertahan lama dalam hidup kita. Keadaan orang percaya seperti ini tidak memberi tempat berpijak atau pangkalan bagi Iblis (Ef. 4:27).
 
Kedua, kita lebih bisa menghayati kasih pengampunan Tuhan terhadap diri kita. Kita merasa dan menghayati dengan mendalam banyaknya pengampunan y...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings