Truth Daily Enlightenment

Mengisi Percaya Yang Benar


Listen Later

Orang yang menaruh percaya kepada Tuhan harus memiliki isi di dalam percayanya. Jadi, kalau kita mengatakan kepada seseorang “aku percaya kepadamu,” itu pasti ada urusan mengapa kita mengatakan “aku percaya kepadamu.” Tidak mungkin kita bertemu orang di jalan, lalu orang itu berkata kepada kita “aku percaya kepadamu.” Kita bisa bingung, “apa maksudnya?” Tetapi kalau kita sedang berurusan dengan seseorang, apakah tentang bisnis, perjanjian kerja misalnya, lalu salah satu berkata “aku percaya kepadamu,” pasti ada isinya ‘percaya’ itu.
Begitu pula ketika kita berkata “aku percaya kepada-Mu, Tuhan.” Pasti ada isinya. Dan percaya kita kepada Tuhan bukan temporal atau untuk sesaat dan untuk satu-dua hal saja, melainkan seluruh hidup kita itu “hidup karena percaya,” seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam 2 Korintus 5:7, “— sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”  Sekarang, yang harus kita persoalkan adalah apa isi percaya kita kepada Tuhan? Banyak orang Kristen yang mengaku percaya kepada Tuhan, artinya mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, tetapi mengisi percayanya itu hanya dengan pergi ke gereja saja dan melakukan kegiatan-kegiatan kerohanian. Ini tidak tepat, sebab “percaya” itu seluruh hidup kita. Setiap keputusan, pilihan, tindakan kita harus mengekspresikan percaya kita kepada Tuhan. Bukan hanya pergi ke gereja atau melakukan kegiatan rohani lainnya. Kalau hanya demikan, orang tidak beragama pun melakukan.
Apa yang sebenarnya Tuhan inginkan atas hidup kita dalam mengisi “percaya” itu? Isi percaya kita kepada Allah adalah mengikut jejak Yesus. Bagaimana kehidupan Yesus dua ribu tahun lalu bisa kita kenakan dalam hidup kita hari ini. Sehingga, orang bisa menemukan kehidupan Yesus dalam hidup kita hari ini. Itu luar biasa, tetapi sulit sekali. Namun, memang tidak ada cara lain untuk mengikut Yesus dengan mengisi percaya kita kepada-Nya. Kalau seandainya ada dialog imajinatif antara kita dengan Yesus, kita berkata, “Tuhan, aku percaya kepada-Mu.” Lalu Yesus bertanya, “mengapa kamu percaya kepada-Ku?” Kita menjawab, “karena Engkau Tuhan dan Juruselamat.” Ia bertanya kembali, “mengapa engkau percaya Aku adalah Tuhan dan Juruselamat?” Mungkin kita mulai diam dan bertanya-tanya, atau paling tidak berkata, “Karena memang Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat.”
Banyak orang Kristen mungkin hanya menjawab seperti itu, karena hanya sampai di situ pengertiannya. Tuhan Yesus bisa berkata, “kalau kamu mengakui Aku sebagai Tuhan, kamu harus tunduk kepada-Ku. Aku Tuanmu, kamu harus menuruti apa pun yang Kuperintahkan. Kalau kamu mengakui Aku Juruselamat, kamu harus mengerti untuk apa keselamatan itu diadakan.” Keselamatan itu diadakan agar umat pilihan dikembalikan ke rancangan semula Allah, dan model manusia yang sesuai rancangan Allah itu adalah Yesus. Dan kalau kita mengakui Dia Tuhan, kita taat kepada-Nya untuk mengenakan hidup-Nya di dalam hidup kita. Ikut Yesus itu memang ikut jejak-Nya.
Banyak orang Kristen yang sebenarnya belum ikut Yesus. Banyak orang Kristen yang hanya beragama Kristen; ikut agama Kristen, tetapi tidak ikut Yesus. Kalau demikian, suatu hari nanti di pengadilan Tuhan, orang-orang seperti ini bisa tertolak. Dalam 2 Korintus 5:9-10, dikatakan bahwa kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus. Mengapa Kristus yang mengadili kita? Yang pertama, karena memang Dia yang menebus dosa kita. Yang kedua, Allah memercayakan pengadilan itu kepada Dia. Tapi Yesus berkata, “Aku tidak mengadili sendiri. Aku bersama Bapa.” Yang ketiga, karena Kristuslah yang menjadi ukuran dari kebenaran itu. Ukuran dari keberkenanan di hadapan Allah.
Itulah sebabnya, dalam 2 Korintus 5:9-10, Paulus berkata, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings