Truth Daily Enlightenment

MENGOSONGKAN DIRI


Listen Later

Orang percaya yang mau mencapai kehidupan “selesai dengan dirinya sendiri di hadapan Allah” harus meneladani sikap hidup Yesus secara konsisten dan konsekuen. Yesus adalah sosok manusia sejati yang telah selesai dengan diri sendiri di hadapan Allah. Salah satu sikap hidup Yesus yang luar biasa yang harus kita harus diteladani adalah melepaskan seluruh kehormatan-Nya. Kerelaan melepaskan seluruh kehormatan menunjuk kepada sikap hati yang rela tidak menggunakan seluruh miliknya untuk kebesaran sendiri. Demikianlah orang percaya yang meneladani kehidupan Yesus adalah orang yang rela kehilangan kehormatan. Inilah orang percaya yang memberikan seluruh hidupnya tanpa batas untuk pekerjaan Allah demi untuk menggenapi rencana-Nya. Seorang yang tidak melepaskan hak untuk memperoleh kehormatan manusia atau dunia tidak pernah bisa selesai dengan dirinya sendiri di hadapan Allah, dan tidak dapat melayani Allah.
Kerelaan kehilangan hak untuk dihormati ini ditunjukkan oleh Yesus Kristus melalui proses pengosongan diri; dimana ketika Yesus berkeadaan sebagai manusia, Ia dalam segala hal disamakan dengan manusia. Dalam Filipi 2:7, tertulis bahwa Yesus telah mengosongkan diri-Nya. Dalam teks aslinya, frasa “mengosongkan diri” ini terjemahan dari heauton ekenosen (ἑαυτὸν ἐκένωσεν). Dari kata inilah terbangun konsep pengosongan diri Yesus (kenosis). Kata heauton yang diterjemahkan “himself,” menekankan bahwa Yesus sendiri telah melakukan suatu tindakan, bukan orang lain atau karena orang lain. Adapun kata ekenosen, berasal dari akar kata kenoo (κενόω) yang berarti to make empty (membuat kosong), to abase (membuat rendah), neutralize (menawarkan atau menetralkan). Lebih jelasnya, kata kenoio berarti no reputation (membuat diri tidak memiliki reputasi atau tidak berharga). Yesus Kristus telah bertindak membuat diri-Nya tidak memiliki reputasi atau mengosongkan diri-Nya, made himself of no reputation. Dari kata ekenosen inilah terbangun teori kenosis yang merupakan esensi dari kerelaan Yesus kehilangan semua hak-hak-Nya.
Dalam sejarah kehidupan Yesus selama dalam dunia ini—ketika Ia mengenakan tubuh daging—Ia menjalani kehidupan yang diwarnai dengan penderitaan baik secara fisik maupun psikis, dimana semua itu merupakan ekspresi dari kerelaan kehilangan hak untuk dihormati. Pada zaman itu, Yesus terhina di antara manusia. Hal ini menunjukkan kerelaan-Nya kehilangan kehormatan. Ketika Maria mulai mengandung, Yusuf, tunangan Maria sudah berprasangka bahwa kehamilan Maria adalah aib. Itulah sebabnya, Yusuf dengan diam-diam bermaksud hendak meninggalkan Maria. Ini berarti tuduhan yang akan ditujukan kepada bayi Yesus adalah “anak haram.” Dari hal ini, Anak Allah yang akan lahir sudah tidak memiliki kehormatan, padahal Ia adalah pribadi yang paling terhormat. Sebab, siapakah yang lebih terhormat dari Anak Allah ini selain Allah Bapa-Nya? Namun demikian, Yesus rela melepaskan segala kehormatan-Nya demi kemuliaan Allah, Bapa-Nya, yaitu dengan karya keselamatan yang dikerjakan-Nya.
Dalam perjalanan hidup-Nya, Yesus juga telah kehilangan kehormatan-Nya di mata sebagian besar orang Yahudi. Yesus dituduh sebagai orang gila (Mrk. 3:21), juga dituduh menggunakan kuasa Beelzebul dalam mengusir setan (Luk. 11:15). Dengan tuduhan tersebut, Yesus dihujat sebagai kerasukan setan. Kehormatan-Nya di mata manusia menjadi hancur sama sekali ketika Ia harus menghadapi pengadilan Pilatus, Imam Besar, dan Herodes. Penduduk Yerusalem meneriakkan seruan yang sangat menyakitkan agar Ia disalibkan. Akhirnya, Ia disalib dengan tuduhan sebagai penghujat Allah dan penyesat rakyat melawan Kaisar. Ia disalib dengan penilaian publik sebagai penjahat besar dan dipandang sebagai terkutuk (Gal. 3:13). Yesus benar-benar rela kehilangan reputasi, harga diri, dan prestise. Keunggulan-Nya sebagai Anak Tunggal Allah yang Mahatinggi tidak menahan-Nya untuk merendahkan diri.
Dalam suatu pernyataan-Nya, Yesus mengemukakan: “Serigala mempunyai liang dan burung mempuny...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings