Truth Daily Enlightenment

Meninggalkan Dunia


Listen Later

Kalau kita sering mendengar bahwa kita harus meninggalkan dunia ini, tentu bukan berarti kita harus pergi ke tempat sepi di kesunyian, jauh dari keramaian. Pada dasarnya, meninggalkan dunia adalah hidup dengan cara hidup yang berbeda dengan anak-anak dunia yang tidak berkomitmen menjadi serupa dengan Yesus. Meninggalkan dunia juga berarti mengenakan selera ilahi, selera rohani dalam menjalani hidup. Kita masih bisa merasakan gula itu manis, tapi manisnya gula yang kita nikmati hari ini beda dengan manisnya gula yang kita nikmati sebelum kita memindahkan hati kita di Kerajaan Surga. Kita bisa melihat pemandangan alam karena pemandangan alam itu indah, dan Allah yang ciptakan. Tetapi selera kita, cita rasa kita, suasana hati kita dalam menikmati pemandangan alam hari ini berbeda dengan anak-anak dunia dan berbeda dengan kita dulu. Kita bisa naik mobil bagus, tidak mogok, yang AC-nya baik, shock breaker-nya bagus, bisa kita nikmati. Tapi suasana hati kita menikmati mobil itu berbeda dengan anak-anak dunia yang tidak berkomitmen meninggalkan dunia dan berbeda dengan kita sendiri dulu, sebelum kita berkomitmen meninggalkan dunia. Ini harus kita tahu. Dalam menjalani hidup dengan pasangan, kita harus memenuhi tanggung jawab dalam segala aspeknya. Tetapi berbeda dengan dulu sebelum berkomitmen.
Orang yang meninggalkan dunia bisa menikmati apa pun yang Allah sediakan selama itu tidak melanggar kekudusan. Makan, minum, seks, musik, pemandangan alam, dan sebagainya. Tetapi tidak terikat dan tidak menjadikan semua keindahan, semua kenikmatan di dunia ini sebagai pelabuhan hatinya. Sukacita kita, Tuhan. Kebahagian kita, Tuhan. Dengan menikmati sukacita dan kebahagiaan Tuhan, maka kita bisa menikmati apa pun yang Tuhan berikan. Makanan menjadi lebih enak, tidur bisa jadi lebih nyenyak. Kalau kita menikmati pemandangan alam, terasa pemandangan indah. Kita menikmati musik juga bisa. Kita menikmati musik instrumen klasik juga terasa lebih enak didengar telinga. Itu ciri orang yang meninggalkan dunia. Bukan berarti tidak menikmati sarana yang ada di bumi ini. Tuhan menciptakan semua ini untuk dinikmati, tapi cara menikmatinya beda, sebab dengan suasana jiwa atau hati yang beda.
Orang yang meninggalkan dunia akan menikmati apa pun bersama dengan Tuhan. Ia tidak akan menikmati sesuatu kalau Tuhan tidak nyaman di situ. Kalau kita ada di sebuah tempat, dan kita menikmati tempat atau keadaan tesebut, tapi kalau Tuhan tidak nyaman di situ, kita harus meninggalkan tempat itu dan kita pun ikut merasa tidak nyaman. Kita menonton film-film yang tidak patut, pasti Tuhan merasa tidak nyaman bersama dengan kita. Kita menyanyikan lagu atau mendengar lagu yang Tuhan tidak nyaman mendengarkannya, kita ikut tidak nyaman dan kita tidak meneruskannya.
Orang yang meninggalkan dunia adalah orang yang tidak terikat. Jangan lupa nanti di langit baru bumi baru keadaannya seperti bumi ini. Jadi, surga itu seperti pengulangan dunia ini, tetapi di sana sempurna. Kalau kita tidak bisa menikmati apa yang Tuhan berikan di bumi ini, bagaimana bisa kita menikmati surga? Jadi, jangan kita berpikir mau menjadi orang suci, mau meninggalkan dunia, kita sengaja tidak makan, kita sengaja tidak menyentuh musik. Kita sengaja tidak hidup wajar supaya nanti kita bisa ke surga. Surga itu pun alam fisik kita seperti bumi ini dengan segala fasilitas yang ada. Kita harus bisa menikmati dunia ini dengan cara anak Allah, dengan suasana jiwa anak Allah, dan kita menikmatinya bersama dengan Tuhan yang menyertai kita. Itu artinya meninggalkan dunia.
Orang yang meninggalkan dunia adalah orang yang menjadikan segala sesuatu yang dilakukan untuk kepentingan Kerajaan Surga, dan di situ dia ikut menikmatinya. Segala sesuatu yang dia miliki, dia persembahkan untuk kepentingan Kerajaan Surga. Kepentingan Kerajaan Surga itu pada intinya adalah memberitakan Injil kepada orang yang belum mendengar Injil, dan mengubah orang untuk serupa dengan Yesus sesuai dengan mandat Tuhan Y...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings