Truth Daily Enlightenment

MENJADI BARU


Listen Later

 
Sejak manusia berdosa maka kemuliaan Allah telah kurang, artinya manusia tidak mampu mencapai standar kesucian Allah. Tetapi manusia tidak kehilangan kemuliaannya sama sekali, maksudnya manusia masih bisa menjadi manusia yang beradab yang jauh lebih mulia dari hewan. Namun demikian, tidak dapat disangkal, bahwa kenyataannya banyak manusia yang hidup dalam lingkungan, budaya dan pendidikan yang buruk, sehingga memiliki perilaku buruk mirip dengan hewan atau kualitas hidupnya tidak berbeda jauh dari hewan. Orang seperti ini memiliki monster yang buruk atau jahat. Kalau seseorang hidup dalam lingkungan, budaya dan pendidikan yang baik, maka ia dapat menjadi manusia yang santun, beradab, beretika dan bermoral baik. Orang seperti ini memiliki monster yang baik.
 
Oleh karena kejatuhannya, manusia telah menjadi manusia yang kehilangan kemuliaan Allah, artinya manusia tidak mampu mencapai kesucian moral seperti Allah (Rm. 3:23). Kata berdosa dalam teks tersebut adalah hamartano (ἁμαρτάνω) yang artinya meleset; melukai hati dan hilangnya tanda. Ini berarti manusia telah menyimpang atau meleset dari kehendak Allah. Hal ini pasti sangat melukai hati Allah, sebab manusia tidak mampu melakukan sesuatu yang tepat seperti yang dikehendaki oleh Allah. Padahal inilah maksud tujuan manusia diciptakan. Kejatuhan manusia membuat manusia kehilangan “tanda”. Tanda ini bisa menunjuk kepada kodrat Ilahi atau keberadaan di mana manusia seharusnya bisa mengambil bagian dalam kekudusan Allah atau mengenakan kodrat Ilahi. Kejatuhan Adam mengakibatkan tanda itu hilang.
 
Sejak kejatuhan Adam, komponen-komponen (pikiran, perasaan dan kehendak) yang dimiliki manusia tidak lagi digunakan untuk melakukan kehendak Allah, yaitu untuk kesenangan dan kepuasan-Nya, tetapi digunakan manusia untuk apa yang dirasakan menyenangkan dan memuaskan diri sendiri. Ini berarti manusia tidak lagi melayani dan mengabdi kepada Tuhan secara benar. Pada dasarnya, dosa membuat manusia membuka peluang untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai tuan atau majikan. Karakter manusia menjadi rusak. Manusia terkunci dalam kondisi tidak mampu mencapai kesucian Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan hukum dosa atau kodrat dosa.
 
Dalam seluruh tindakannya manusia tidak pernah dapat tepat seperti yang Allah kehendaki. Manusia bisa berbuat baik, tetapi tidak hidup dalam penurutan terhadap pimpinan Roh. Manusia hidup dalam pertimbangannya sendiri. Ini yang disebut hidup menurut daging. Keadaan ini menjadi keadaan permanen yang tidak dapat diubah sama sekali.
 
Keadaan manusia yang ada dalam penyimpangan secara permanen tersebut bisa digambarkan seperti monster. Mengapa? Sebab keadaannya tidak seperti rancangan Allah semula, keadaan yang menyimpang dari bentuk yang benar. Sebaik apa pun manusia itu, bila telah kehilangan kemuliaan Allah, maka ia merupakan produk yang gagal. Manusia yang gagal bukanlah produk Roh Kudus yang berkualitas sempurna seperti Bapa atau tidak memiliki keserupaan (demuth) yang sama dengan Allah. Keberadaan makhluk yang tidak serupa dengan Allah adalah monster. Tetapi hal ini bukan berarti manusia pasti terbuang ke dalam neraka. Kalau Tuhan Yesus tidak mati di kayu salib tentu semua monster masuk neraka tanpa proses pengadilan. Tetapi dengan karya keselamatan maka ada pengadilan berdasarkan perbuatan atas mereka yang tidak pernah mendengar Injil.
 
Adapun keselamatan orang percaya dalam Yesus Kristus dimaksudkan agar karakter manusia yang rusak dapat diperbaiki kembali atau kalimat yang lebih tepat adalah diubah sama sekali. Inilah proses pemulihan gambar Allah (Lat. restitutio imaginus Dei). Dalam proses keselamatan, Tuhan bukan hanya menyelamatkan jiwa dan roh dari neraka, tetapi juga karakter atau watak manusia untuk dapat mencapai moral kesucian Allah. Justru jika seseorang mengalami proses keselamatan maka hal itu nyata dalam perubahan karakter atau watak secara bertahap ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings