Kita harus mengerti dan menerima bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berharga dan tidak berguna di hadapan Tuhan, setiap kita pasti memiliki keistimewaan yang ditaruh Tuhan. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki keistimewaan. Setiap kita adalah bagian dari “puzzle” Ilahi yang hanya masing-masing individu yang dapat melengkapi lukisan besar keluarga Kerajaan Allah dengan fungsinya. Tidak ada orang lain, bukan orang lain, tetapi anda, ya anda sendiri yang dapat mengisinya. Dengan hal ini seharusnya kita benar-benar mensyukuri keadaan diri kita masing-masing dan berusaha untuk menemukan keistimewaannya serta berusaha untuk mengembangkannya. Dalam hal ini musuh yang paling merusak adalah kemalasan. Kemalasan mengakibatkan seseorang tidak mengembangkan diri, sehingga potensi yang ada padanya tidak muncul atau tidak berkembang secara proporsional. Jika hal ini terjadi, maka rancangan Allah atas hidupnya tidak dapat terealisir.
Masing-masing kita memperoleh perhatian yang benar-benar istimewa dari Tuhan. Oleh sebab itu seharusnya fokus hidup kita bukan hanya sekitar kebutuhan jasmani, tetapi rencana Tuhan menjadikan kita seseorang seperti yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Tuhan menciptakan masing-masing individu dengan rancangan masing-masing yang besar dan khusus. Rancangan besar itu adalah bahwa Ia ingin menciptakan individu-individu yang istimewa yang akan menjadi hiasan abadi di rumah Bapa atau Kerajaan-Nya nanti. Hiasan abadi artinya bahwa di kekekalan nanti semua yang kita capai dan miliki selama hidup di dunia ini yang bersifat batiniah akan dibawa menjadi milik kekal yang juga akan dikembangkan di dunia yang akan datang. Jadi kalau seseorang mengembangkan karakter dan semua bakat-bakatnya yang positif, ia melakukannya bukan hanya untuk hidup selama di dunia ini, tetapi juga di kekekalan nanti.
Sebagai orang yang dipilih Tuhan, kita terpanggil belajar dari Guru Agung melalui tuntunan Roh Kudus guna menjadi makhluk manusia dengan keistimewaan yang khusus. Jadi selama kita hidup, itu adalah kesempatan untuk dibentuk Tuhan menjadi pribadi yang istimewa. Dengan hal ini kita menggenapi rencana Tuhan, yaitu dipersiapkan oleh Tuhan dan mempersiapkan diri sebagai pelayan Tuhan. Dalam anugerah-Nya Tuhan tidak hanya menjadikan kita makhluk hidup yang bergerak dengan segala keistimewaan secara fisik, tetapi juga Bapa ingin menjadikan kita berkeadaan mulia seperti Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, agar kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Tuhan di kekekalan (Rm. 8:28-30). Dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus artinya kita menerima kepercayaan dari Bapa untuk mengelola Kerajaan-Nya di dunia yang akan datang. Orang yang tidak bertanggung jawab di bumi ini, tidak akan dapat dipercayai oleh Bapa untuk turut serta menyelenggarakan Kerajaan Putra-Nya.
Masalah utama dalam hidup kita adalah apakah kita memberi diri untuk dibentuk Tuhan menjadi pribadi yang dilayakkan menjadi anggota kerajaan Allah yang unik, khas dan istimewa. Dalam hal ini pelayanan gerejani seharusnya mempersiapkan seseorang untuk menjadi dirinya sendiri seperti yang Tuhan kehendaki. Karakter dasarnya adalah meneladani Kristus (gambar diri secara umum). Sedangkan kepribadian kita masing-masing tetap berbeda, seperti yang dikatakan di atas itulah keunikannya bukan hanya fisik tetapi juga non fisik, yaitu kepribadian dan bakat-bakatnya. Pelayanan harus difokuskan terhadap bagaimana setiap individu dibentuk karakternya seperti Tuhan Yesus, sebab kalau tidak demikian maka ia menjadi tidak berguna. Keselamatan hendak mengembalikan manusia pada rencana Allah, menciptakan lukisan makhluk manusia yang indah sebagai sekutu Tuhan di keabadian. Oleh sebab itu kalau seseorang tidak bertumbuh menjadi “manusia Allah” (man of God) seperti Yesus, maka ia tidak berguna, sehebat apa pun dia di mata manusia.
Kuasa kegelapan akan berusaha membuat seseorang merasa tidak berarti dan tidak berguna. Hal ini terjadi bila seseorang tidak mengenal kebenaran.