Truth Daily Enlightenment

Menorehkan Keyakinan


Listen Later

Kita harus membiasakan diri menorehkan keyakinan di dalam batin kita mengenai keberadaan Allah. Menorehkan keyakinan di dalam batin mengenai keberadaan Allah sama dengan membangkitkan keyakinan terhadap kehadiran Allah. Hal ini kelihatannya sepele atau sederhana, tetapi akan memiliki dampak yang luar biasa. Oleh sebab itu, yang harus kita biasakan adalah ketika kita bangun tidur pada pagi hari, kita harus mulai memerintahkan seluruh saraf, jiwa, dan tubuh kita untuk masuk ruangan Allah. Dunia ini adalah ruangan Allah, yaitu di mana Allah hadir dan berkenan menyatakan diri-Nya. Sejatinya, bumi penuh dengan kemuliaan Allah, tetapi hal ini hanya dapat dirasakan oleh mereka yang menghayati kemuliaan Allah tersebut.
Allah berkenan masuk ruangan dunia ini, di mana manusia hidup dan berkomunikasi dengan umat pilihan. Dalam hal ini—bagi orang-orang tertentu—Allah benar-benar menjadi Pribadi yang nyata. Tetapi bagi yang lain, Allah seakan-akan tidak ada atau mati. Allah menjadi hidup dan nyata bagi orang yang mau menghidupkan Dia di dalam kehidupannya, yaitu dengan menggoreskan keyakinan dan penghayatan mengenai keberadaan Allah. Tetapi Allah tidak nyata dan seakan-akan tidak ada bagi mereka yang tidak melatih menorehkan keyakinan di dalam batin mereka. Dalam hal ini, seakan-akan Allah menjadi hidup bagi mereka yang menghidupkan-Nya, dan Allah seakan-akan menjadi mati bagi mereka yang tidak menghidupkan-Nya. Dalam hal ini, respons individu terhadap keberadaan Allah yang menentukan seberapa kehadiran Allah dapat dirasakan atau dapat dialami.
Sepanjang perjalanan hidup dari hari ke hari, kita harus terus menyalakan “api keyakinan” mengenai keberadaan dan kehadiran Allah di dalam jiwa kita. Pada tahap awal, kita harus terus mengingatkan diri kita sendiri bahwa Allah hadir di dalam kehidupan ini. Hal ini harus kita lakukan setiap saat. Kita harus mengingatkan hal ini kepada diri kita sendiri. Lambat laun, keyakinan terhadap kehadiran Allah itu sudah tidak perlu dipikirkan lagi, atau kita tidak perlu lagi memerintahkan seluruh jiwa, saraf, dan tubuh kita untuk meyakini keberadaan Allah. Dengan sendirinya, kita dapat meyakini, menghayati, dan merasakan kehadiran Allah secara otomatis dan natural. Di sini kita baru dapat merasakan kehadiran Allah, dan bisa memahami bagaimana hidup di hadirat Allah.
Langkah yang sangat efektif untuk bisa lebih menghayati kehadiran Allah agar kita bisa hidup di hadirat Allah adalah doa pribadi. Kita harus benar-benar menyediakan waktu khusus untuk mengadakan pertemuan dengan Allah dalam doa pribadi. Kita mengerti dan menerima serta menganggap bahwa Allah adalah Pribadi. Kedengarannya hal ini sederhana, tetapi sebenarnya luar biasa. Kita harus memandang dan memperlakukan Dia sebagai “Pribadi.” Dengan benar-benar bersikap demikian, maka dalam menyiapkan jam doa, kita merasa bahwa kita menghadap satu Pribadi Agung yang lebih mulia dari pejabat dunia ini. Jika hal ini kita lakukan terus-menerus secara konsisten, kita dapat menemukan hadirat Allah. Hadirat Allah yang kita temukan pada waktu kita ada dalam ruang doa, selanjutnya kita bawa dalam perjalanan hidup setiap hari. Kehadiran Allah dalam ruang doa kita akan “meleleh” masuk dalam perjalanan hidup kita setiap hari. Sehingga kita bisa “selalu ada di hadirat Allah.”
Kalau seseorang gagal menghayati kehadiran Allah dalam doa atau karena memang tidak menyediakan waktu untuk berdoa, tidak mungkin seseorang dapat menghayati kehadiran Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang tidak memiliki perjumpaan dengan Allah dalam doa pribadi tidak mungkin dapat menghayati Allah dalam kehidupan setiap harinya. Dalam hal ini, kita bisa menyaksikan kenyataan banyak teolog, rohaniwan, pembicara Kristen, dan jemaat Kristen yang cakap berbicara di mimbar tetapi tidak sungguh-sungguh menghadirkan Allah dalam kehidupan mereka. Bagaimana pun, hal ini akan tampak atau dikenali oleh orang yang sudah sungguh-sungguh mengalami kehadiran Allah,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings