
Sign up to save your podcasts
Or


Apa itu multitasking atau kerja ganda?
Secara sederhana, multitasking merupakan perilaku manusia ketika mengerjakan tugas secara bersamaan dalam satu waktu dengan harapan supaya cepat selesai, biasanya tugas tersebut berjumlah lebih dari dua. Ketika melakukan perilaku multitasking ini, individu cenderung akan memberikan perhatiannya yang lebih lama pada satu tugas, sebelum akhirnya berpindah pada tugas lain. Meskipun sebenarnya, perilaku tersebut justru akan terjadi adanya tumpang tindih perhatian pada tugas-tugasnya.
Hal ini tidak hanya berlaku bagi pekerja kantoran, tapi juga pelajar, dan ibu rumah tangga yang mengerjakan berbagai kegiatan harian. Perilaku ini sendiri sebenarnya dianggap kurang sehat, khususnya bagi pola pikir otak manusia, tapi faktanya hal tersebut sangat dibutuhkan, khususnya di masa sekarang, di mana berbagai hal harus dikerjakan secara tepat dan efisien.
Karena pemikiran dan pengerjaan yang terkadang bersamaan, tanpa disadari hal ini menyebabkan distraksi, sehingga tugas-tugas yang harus diselesaikan tersebut justru akhirnya membutuhkan waktu lebih lama sekitar 9,28 menit untuk setidaknya beralih dan fokus kembali, demikian survei dari Russ and Crews pada tahun 2014 lalu.
Sementara, menurut Salvucci dan Tangen, multitasking dapat berpengaruh pada kemampuan memori manusia, utamanya jika pekerjaan lebih dari 2 dan harus diselesaikan pada saat itu juga. Contohnya, jika kamu sedang mengerjakan suatu hal, tapi tiba-tiba diminta mengerjakan pekerjaan lain yang ternyata deadlinenya 1jam setelah diberi tahu. Perilaku ini lama kelamaan akan berpengaruh pada kemampuan memori manusia.
Sebelum membahas hal positif dan negatif dari multitasking, sejatinya multitasking dibagi dalam 2 kategori:
Kegiatan multitasking ini saling berkesinambungan atau berhubungan langsung dan saling berkaitan erat, dengan maksud menjadi lebih efisien. Contohnya: mencatat sambil mendengarkan diskusi rapat, menyetir dan mengecek jalan dari Google maps, menyimak video sambil mempraktekkan cara kerjanya (misalnya video merajut, video membuat DIY, video memasak dan dicatat atau dipraktekkan secara langsung).
Kegiatan multitasking merupakan peralihan tugas kerja dari sebuah tugas utama yang semuanya sejatinya membutuhkan kemampuan fokus dan perhatian penuh. Contohnya: mengetik sebuah tugas makalah kemudian beralih ke kegiatan mengoreksi pekerjaan lain, menunggu air masak sambil membaca buku, menonton drama sambil memasak, atau menonton film sambil bermain ponsel.
Kelebihan multitasking:
Sayangnya, multitasking ternyata memiliki kekurangan atau dampak negatif:
Tidak hanya itu, pekerjaan yang seharusnya bisa lebih cepat selesai, akhirnya harus terlunta-lunta atau terhenti karena ada kegiatan lain, misalnya ketika menyetir sambil menelepon, maka waktu tempuh akan lebih lama daripada kamu fokus menyetir.
Multitasking dapat membuat seseorang merasa terus waspada, sehingga detak jantung akan menjadi lebih cepat dan tinggi, tak jarang bisa membuat kamu terus merasa cemas, bahkan menyebabkan depresi.
Karena ada beberapa kegiatan kerja yang dilakukan, otomatis otak dapat mengalami kesalahan dalam mengolah informasi, sehingga informasi dapat tertukar antara hal yang 1 dengan hal lainnya, bahkan dapat terjadi distraksi, sehingga bingung antara gangguan yang penting dan tidak penting.
Tips ketika multitasking (khusunya bagi pekerja kantoran)
Perencanaan kegiatan kerja atau manajemen waktu dapat menjadi solusi efisiensi daripada mengerjakan seluruh pekerjaan secara bersamaan.
By Yunus Hendry, Aditya Nugraha, Cindy, Linda, RtiApa itu multitasking atau kerja ganda?
Secara sederhana, multitasking merupakan perilaku manusia ketika mengerjakan tugas secara bersamaan dalam satu waktu dengan harapan supaya cepat selesai, biasanya tugas tersebut berjumlah lebih dari dua. Ketika melakukan perilaku multitasking ini, individu cenderung akan memberikan perhatiannya yang lebih lama pada satu tugas, sebelum akhirnya berpindah pada tugas lain. Meskipun sebenarnya, perilaku tersebut justru akan terjadi adanya tumpang tindih perhatian pada tugas-tugasnya.
Hal ini tidak hanya berlaku bagi pekerja kantoran, tapi juga pelajar, dan ibu rumah tangga yang mengerjakan berbagai kegiatan harian. Perilaku ini sendiri sebenarnya dianggap kurang sehat, khususnya bagi pola pikir otak manusia, tapi faktanya hal tersebut sangat dibutuhkan, khususnya di masa sekarang, di mana berbagai hal harus dikerjakan secara tepat dan efisien.
Karena pemikiran dan pengerjaan yang terkadang bersamaan, tanpa disadari hal ini menyebabkan distraksi, sehingga tugas-tugas yang harus diselesaikan tersebut justru akhirnya membutuhkan waktu lebih lama sekitar 9,28 menit untuk setidaknya beralih dan fokus kembali, demikian survei dari Russ and Crews pada tahun 2014 lalu.
Sementara, menurut Salvucci dan Tangen, multitasking dapat berpengaruh pada kemampuan memori manusia, utamanya jika pekerjaan lebih dari 2 dan harus diselesaikan pada saat itu juga. Contohnya, jika kamu sedang mengerjakan suatu hal, tapi tiba-tiba diminta mengerjakan pekerjaan lain yang ternyata deadlinenya 1jam setelah diberi tahu. Perilaku ini lama kelamaan akan berpengaruh pada kemampuan memori manusia.
Sebelum membahas hal positif dan negatif dari multitasking, sejatinya multitasking dibagi dalam 2 kategori:
Kegiatan multitasking ini saling berkesinambungan atau berhubungan langsung dan saling berkaitan erat, dengan maksud menjadi lebih efisien. Contohnya: mencatat sambil mendengarkan diskusi rapat, menyetir dan mengecek jalan dari Google maps, menyimak video sambil mempraktekkan cara kerjanya (misalnya video merajut, video membuat DIY, video memasak dan dicatat atau dipraktekkan secara langsung).
Kegiatan multitasking merupakan peralihan tugas kerja dari sebuah tugas utama yang semuanya sejatinya membutuhkan kemampuan fokus dan perhatian penuh. Contohnya: mengetik sebuah tugas makalah kemudian beralih ke kegiatan mengoreksi pekerjaan lain, menunggu air masak sambil membaca buku, menonton drama sambil memasak, atau menonton film sambil bermain ponsel.
Kelebihan multitasking:
Sayangnya, multitasking ternyata memiliki kekurangan atau dampak negatif:
Tidak hanya itu, pekerjaan yang seharusnya bisa lebih cepat selesai, akhirnya harus terlunta-lunta atau terhenti karena ada kegiatan lain, misalnya ketika menyetir sambil menelepon, maka waktu tempuh akan lebih lama daripada kamu fokus menyetir.
Multitasking dapat membuat seseorang merasa terus waspada, sehingga detak jantung akan menjadi lebih cepat dan tinggi, tak jarang bisa membuat kamu terus merasa cemas, bahkan menyebabkan depresi.
Karena ada beberapa kegiatan kerja yang dilakukan, otomatis otak dapat mengalami kesalahan dalam mengolah informasi, sehingga informasi dapat tertukar antara hal yang 1 dengan hal lainnya, bahkan dapat terjadi distraksi, sehingga bingung antara gangguan yang penting dan tidak penting.
Tips ketika multitasking (khusunya bagi pekerja kantoran)
Perencanaan kegiatan kerja atau manajemen waktu dapat menjadi solusi efisiensi daripada mengerjakan seluruh pekerjaan secara bersamaan.