Truth Daily Enlightenment

MENSAKRALKAN DOKTRIN


Listen Later

Dewasa ini, orientasi pelayanan sudah mulai bergeser, dari Injil sejati yang Yesus ajarkan—yaitu perubahan hidup untuk bisa berkodrat ilahi—menjadi kegiatan yang hanya menekankan pembelajaran isi Alkitab dalam kemasan doktrin atau sistematika teologi. Hal ini mengesankan, seakan-akan dengan pembelajaran teologi atau ilmu tentang Tuhan, jemaat dapat mengalami perubahan sesuai yang dikehendaki oleh Allah. Faktanya, tahun demi tahun, abad demi abad, gereja semakin kehilangan nafas atau Injil yang sejati, yang diajarkan oleh Yesus. Gereja-gereja seperti ini biasanya hanya meneruskan proyek kegiatan gereja yang diwarisi dari gereja sebelumnya. Tanpa disadari, yang diwariskan kepada jemaat hanyalah liturgi dan doktrin yang dirumuskan dan dikemas sedemikian rupa oleh manusia, tetapi bukan kehidupan Yesus.
Doktrin memang penting, tetapi seharusnya doktrin yang benar adalah ajaran Yesus yang memuat implikasi konkret kehidupan anak Allah, yaitu bagaimana mengenakan hidup sebagai orang yang berkodrat ilahi sesuai dengan maksud keselamatan diberikan, dimana manusia bisa segambar dan serupa dengan Allah atau sempurna seperti Bapa. Gereja-gereja yang hanya mewarisi doktrin lebih menekankan rasio atau nalar. Mereka berusaha mengolah nalar untuk merumuskan Allah dan isi Alkitab, sehingga mereka berhasil membangun doktrin dan sistematika teologi yang kelihatannya Alkitabiah dan argumentatif. Itulah sebabnya, pendeta dan teolog dari kelompok ini sering menjadi arogan, dan memandang diri sebagai paling benar. Dampaknya, mereka memandang rendah aliran atau denominasi lain dan tidak segan-segan menuduhnya sesat.
Suasana gereja seperti ini akan diwarnai kuat dengan kegiatan seremonial, yaitu bagaimana membuat liturgi yang agung dan khidmad sebagai sarana untuk mengadakan pertemuan dengan Allah. Dalam pertemuan bersama atau kebaktian, para pelayan liturgi biasanya mengenakan kostum yang khusus. Bisa dimengerti kalau gereja-gereja mereka bisa memiliki paduan suara dan orkestra yang megah. Bagi mereka, itulah nilai-nilai keagungan sebagai orang Kristen untuk menyembah secara lebih berkualitas kepada Allah. Karena lebih menekankan seremonial, maka kehidupan setiap harinya tidak menekankan kesucian, yaitu sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus secara proporsional. Sebagian besar mereka sudah merasa menyembah Allah dengan mengikuti liturgi. Padahal, penyembahan yang benar adalah di dalam roh dan kebenaran. Hal ini tidak memaksa atau mewajibkan orang Kristen secara mutlak untuk memiliki liturgi yang profesional. Kehidupan setiap hari dengan segala perilakunya adalah liturgi yang sesungguhnya yang merupakan isi ibadah.
Komunitas orang Kristen tersebut cenderung memandang pengalaman pribadi sebagai fenomena subjektif yang mengancam kemurnian kebenaran. Subjektivitas dianggap sebagai ancaman bagi kehidupan Kristen secara menyeluruh. Padahal, kekristenan adalah pengalaman pribadi dengan Allah, dimana subjektivitas merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pengalaman pribadi dengan Allah. Setiap orang Kristen harus memiliki pengalaman konkret atau riil dengan Allah, sehingga pengenalan akan Allah bukan hanya diperoleh melalui ruang kuliah, aula seminar, ruang perpustakaan, dan diskusi Alkitab. Memang subjektivitas bisa berbahaya, bahkan menyesatkan, jika diperoleh tanpa landasan hidup yang benar. Landasan hidup yang benar adalah kebenaran Injil yang sejati, disertai dengan perjuangan untuk mencapai kesucian hidup dan hati yang tidak mencintai dunia.
Biasanya, gereja-gereja yang lebih menekankan nalar dan mengabaikan pengalaman pribadi dengan Allah cenderung menganggap bahwa doktrin atau pengajaran adalah segalanya. Semuanya serba diformat dalam bentuk doktrin, definisi-definisi, rumusan-rumusan yang tertulis menjadi khasanah ilmu dalam sistematika teologi. Tentu saja gereja-gereja seperti ini sangat peduli dengan seminari atau sekolah tinggi teologi. Biasanya, mereka mewajibkan pejabatnya memiliki pendidikan teologi ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings