Truth Daily Enlightenment

MENYALIBKAN YESUS


Listen Later


 
Hidup kekristenan yang benar menghasilkan suatu sikap dan perasaan cukup dan puas terhadap segala hal, kecuali keberadaan diri di hadapan Tuhan. Dalam segala hal, orang percaya harus merasa cukup dan puas, tetapi mengenai pencapaian kesucian hidup serta pengenalan akan Tuhan, tidak boleh merasa puas. Inilah ciri orang yang sudah lahir baru, mereka tidak akan pernah merasa puas dalam hal tersebut sampai kembali ke Rumah Bapa. Kerinduan untuk berkenan kepada Tuhan dan mengenal Allah semakin hari semakin kuat (Flp. 3:9-11). Sehingga hal tersebut bukan lagi menjadi suatu kewajiban melainkan kebutuhan yang selalu dirasa penting dan selalu mendesak, yang mutlak harus terpenuhi. Inilah yang dimaksud dengan haus dan lapar akan kebenaran (Mat. 5:6). Hal inilah yang akan menghentikan nafsu keserakahan dari keinginan daging dan mata, serta gila kehormatan atau keangkuhan hidup.
Kalau Firman Allah menganjurkan agar orang percaya merasa cukup—yaitu asal ada makanan dan pakaian—ini tidak dimaksudkan agar orang percaya menjadi miskin, tetapi agar tidak terbelenggu oleh berbagai keinginan untuk memiliki apa yang orang lain miliki atau yang dunia sediakan. Dengan demikian, orang percaya dapat merasa cukup dan puas berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi selalu merasa belum puas berkenaan dengan keberkenanan di hadapan Tuhan. Orang percaya yang telah lahir baru tidak mengingini apa pun yang disediakan dunia, kecuali hal itu untuk kepentingan Kerajaan-Nya.
Yesus telah melepaskan kemuliaan-Nya dan mengosongkan diri sebagai manusia. Dalam kemiskinan tersebut, Ia melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Gaya hidup seperti ini harus dikenakan oleh setiap orang yang mengaku bersedia mengikut Yesus. Dengan gaya hidup tersebut, seseorang tidak akan dapat diperbudak oleh dunia ini. Jika tidak bersedia mengenakan gaya hidup tersebut, berarti menolak mengikut Yesus. Ini juga berarti tidak bersedia masuk dalam proses keselamatan yang dikerjakan oleh Allah, sebab seorang yang mau menjadi murid—yaitu proses untuk diubah dan bertumbuh keselamatan—harus melepaskan diri dari segala milik (Luk. 14:33). Melepaskan segala milik, berarti bersedia tidak menikmati dunia seperti anak-anak dunia menikmatinya. Orang percaya yang masih terbelenggu oleh keindahan dunia, tidak bisa dididik oleh Tuhan. Mereka dikatakan sebagai orang tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur, sehingga mereka tidak akan pernah mengerti kebenaran (Luk. 16:11).
Dunia kita hari ini adalah dunia tanpa Yesus, tanpa Juruselamat. Bukan karena tidak ada Juruselamat, melainkan karena menolak penyelamatan-Nya. Filosofi hidup tanpa Tuhan menutup mata hati, sehingga seseorang tidak melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus (2Kor. 4:4). Kalau mata hati seseorang sudah buta terhadap Injil, tidak akan ada keselamatan atas mereka. Sebab Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan. Orang tidak mungkin dapat memiliki Tuhan Yesus tanpa Injil. Untuk mengerti Injil dan memiliki Injil, seseorang harus meninggalkan dunia ini. Dalam hal ini, yang penting bukan hanya pengakuan dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan juga kesediaan melepaskan segala sesuatu supaya dapat memiliki Kristus. Seseorang tidak dapat memiliki Yesus atau bersekutu dengan Tuhan kalau masih mengharapkan kebahagiaan dari dunia ini.
Kalau dunia tanpa Yesus, tidak mengherankan, karena banyak penduduk dunia memang sudah menolak-Nya (Yoh. 1:12-13). Tetapi, sangatlah menyedihkan kalau ada orang Kristen tanpa Yesus, gereja tanpa Yesus, persekutuan dan lembaga Kristen tanpa Yesus, bahkan sekolah Alkitab tanpa Yesus. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seseorang bisa bersama atau dengan Yesus kalau mengerti kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Tuhan Yesus tidak mungkin bersekutu dan bersama dengan orang yang memberontak kepada Bapa. Kalau dua ribu tahun yang lalu, Yesus disalib oleh orang-orang Yahudi yang memang merindukan Mesias tetapi tidak mengenal hikmat dari All...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings