Truth Daily Enlightenment

MENYEMBAH DAN BERBAKTI KEPADA ALLAH


Listen Later

Orang Kristen yang belum selesai dengan dirinya sendiri di hadapan Allah, hidupnya tidak berarti, sebab ia belum menemukan makna dan isi hidup yang harus dikenakan dalam kehidupan orang percaya. Makna dan isi kehidupan orang percaya termuat di dalam pernyataan Yesus dalam Lukas 4:8, yaitu “Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan kepada hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Kepada sesuatu yang diangap sebagai nilai tertinggi, seseorang akan menyembah kepadanya. Kata “menyembah” dalam Lukas 4:8 adalah “proskuneseis,” dari akar kata proskuneo. Kata ini dalam arti sempit bermakna “tunduk,” tetapi dalam arti luas adalah “memberi nilai tinggi.” Menyembah Allah sebenarnya menunjuk sikap batin yang menghargai Allah setiap saat dalam segala hal. Terhadap Tuhan, kita harus tunduk dan hormat melebihi terhadap siapa pun dan apa pun.
Orang yang menyembah Allah pasti juga berbakti kepada-Nya. Kata “berbakti” dalam Lukas 4:8 adalah “latreuseis.” Kata ini lebih tepat diterjemahkan “melayani” atau “to serve.” Kata ini berakar dari kata latreuo, yang juga digunakan Paulus dalam Roma 12:1-2, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “ibadah yang sejati.” Ini berarti seluruh daya dan kekuatan yang ada harus dipersembahkan untuk mengabdi kepada Tuhan; bagi kepentingan Kerajaan-Nya. Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri tidak lagi egosentris atau antroposentris, sehingga dengan demikian, barulah ia dapat menyembah dan berbakti kepada Allah.
Yesus berkata, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Di dalam kalimat inilah terletak arti dan isi kehidupan ini. Kalau kehidupan ini tidak diisi dengan menyembah Allah dan berbakti kepada Dia saja, hidup ini tidak berarti sama sekali. Hidup kita harus menjadi suatu kehidupan yang dibaktikan kepada Tuhan sepenuhnya. Segala sesuatu yang kita miliki dan kita lakukan, harus hanya demi kepentingan-Nya. Kebaktian kita kepada Tuhan terbukti dalam hidup setiap hari, bukan hanya pada aktivitas ke gereja setiap minggu. Kehidupan yang tidak berarti karena tidak menyembah dan berbakti kepada Allah adalah jalan manusia menuju kebinasaan abadi. Setiap makhluk harus menyembah dan mengabdi kepada Allah dengan benar.
Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri di hadapan Allah adalah orang yang tidak memberi nilai tinggi kepada apa pun dan siapa pun, namun memberi nilai tinggi Allah. Orang yang memberi nilai tinggi sesuatu, hatinya pasti terikat oleh sesuatu tersebut, dan kepadanya, seseorang menyembah dan berbakti. Kalau seseorang memberi nilai tinggi sesuatu selain Allah, berarti ia memiliki berhala atau yang sama dengan menyembah Iblis. Banyak orang Kristen merasa tidak menyembah Iblis karena tidak terlibat dalam perdukunan atau praktik okultisme. Tidak terlibat dengan perdukunan atau praktik okultisme belum berarti tidak menyembah Iblis.
Ketika seseorang mencintai dunia ini atau bersahabat dengan dunia ini, ia menjadikan dirinya sebagai musuh Allah. Menyembah Iblis model zaman ini adalah ketika seseorang merasa tidak lengkap hidup tanpa memiliki berbagai fasilitas yang ada untuk kebahagiaan diri dan prestisenya atau kebanggaannya. Orang-orang seperti ini telah terpengaruhi dan terbentuk oleh semangat zaman ini. Mereka mengumbar keinginan memiliki apa yang orang lain miliki tanpa mempersoalkan apakah hal itu demi kepentingan Tuhan atau kesenangan dan kebanggaan pribadi. Orang seperti itu bisa menjadi orang beragama yang baik, tetapi tidak pernah mengalami keselamatan, artinya tidak pernah mengalami proses dikembalikan ke rancangan Allah semula.
Orang yang memberi nilai tinggi dunia ini pasti mengharapkan kebahagiaan dengan fasilitas uang atau harta. Mereka adalah orang yang terikat oleh percintaan dunia. Namun, orang yang tidak mengharapkan kebahagiaan dari dunia ini dengan berbagai fasilitasnya adalah orang yang menolak menyembah Iblis. Orang yang tidak menyembah Iblis tetapi hanya menyembah Allah,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings