Setiap manusia pasti pernah merasakan suka dan duka, susah dan senang, lapang dan sempit. Keduanya sama-sama berpeluang mengantarkan seseorang meraih derajat tinggi di sisi Allah, namun di sisi lain juga bisa menjadi jalan bagi seseorang menuju kehinaan. Semua itu tergantung bagaimana sikap yang ditunjukkan seseorang dalam merespon dua kondisi tersebut.
Dalam bahasa al-Qur’an, dua kondisi kehidupan manusia ini sering disebut dengan istilah sarra’ dan dharra’. Sarra’ mencakup segala keadaan menyenangkan yang dialami manusia seperti diberi kemudahan, kebahagiaan, kesehatan. Sebaliknya, istilah dharra’ meliputi segala keadaan tidak menyenangkan seperti mengalami kesulitan, kesedihan, sakit.