
Sign up to save your podcasts
Or


Dosa
Minggu, 1 Februari 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Yunus 1
Kesengajaan dan keseriusan Nabi Yunus dalam menentang perintah Allah ditunjukkan dengan jelas oleh penulis (1:3): Nabi Yunus melarikan diri ke kota lain yang jauh dan membayar biaya perjalanannya yang pasti tidak murah. Keputusan dan tindakan melarikan diri dari panggilan TUHAN itu memang mengejutkan. Akan tetapi, sesungguhnya, tindakan tersebut adalah dosa yang lumrah dilakukan oleh semua orang.
Ada beberapa gambaran dalam pasal ini yang menolong kita mengerti seperti apa dosa itu. Pertama, Nabi Yunus diutus ke Niniwe, tetapi pergi ke Tarsis: Esensi dosa adalah menolak rancangan Allah, memilih hidup menurut apa yang kita anggap baik dan benar. Nabi Yesaya membahasakannya seperti ini: "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, ...." (Yesaya 53:6). Kedua, Nabi Yunus tertidur nyenyak saat awak kapal panik dan ketakutan (1:5): Dosa itu terasa enak di awal, melegakan dan melelapkan, tetapi akhirnya kita harus membayar harga. Orang-orang di sekitar kita pun turut menanggung konsekuensi buruk. Ketiga, Nabi Yunus gagal tiba di Tarsis: Dosa tidak akan mampu membawa kita pada tujuan yang kita inginkan. Biasanya, orang memilih berbuat dosa karena ingin bahagia, ingin menyelamatkan diri, ingin mendapat rasa aman. Akan tetapi, kita tidak akan mencapai tujuan kita. Seperti itulah bentuk keberdosaan manusia yang tampak di pasal 1 ini.
Kisah Nabi Yunus memberikan harapan bagi manusia berdosa: Frase "Namun, Tuhan ...." (1:4) menunjukkan sikap Allah atau campur tangan Allah yang tidak membiarkan manusia berdosa yang memberontak terhadap Dia. Allah mempunyai cara sendiri untuk membangunkan manusia yang terlelap dalam dosa dan menyadarkan manusia untuk kembali kepada-Nya dan kepada tujuan-Nya. Allah mengirim badai besar yang membuat Nabi Yunus kena undi dan dilemparkan ke laut, tetapi Allah juga mengirim ikan besar yang menelannya (1:4,17). Badai dan ikan besar adalah anugerah atau kasih karunia Allah. Allah menyelamatkan Nabi Yunus yang tersesat karena memilih jalannya sendiri!
Kita adalah gambar Allah yang ditetapkan menjadi mitra kerja-Nya. Gambar Allah dalam diri kita sudah rusak akibat dosa, sehingga kita suka melarikan diri dari panggilan Allah. Harga yang harus kita bayar adalah akibat buruk yang kita alami saat memilih menjauh dari Tuhan dan misi-Nya. Kabar baiknya, kita memiliki Allah yang gigih mengejar kita dan rela membayar harga. Yesus Kristus, Putra Allah, rela turun ke dunia, menderita di kayu salib, dan membayar harga keselamatan kita dengan darah-Nya. Apakah Anda sudah merespons dengan kesediaan membayar harga demi melaksanakan misi-Nya di tengah dunia? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]
By Sinode Gereja Kristus YesusDosa
Minggu, 1 Februari 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Yunus 1
Kesengajaan dan keseriusan Nabi Yunus dalam menentang perintah Allah ditunjukkan dengan jelas oleh penulis (1:3): Nabi Yunus melarikan diri ke kota lain yang jauh dan membayar biaya perjalanannya yang pasti tidak murah. Keputusan dan tindakan melarikan diri dari panggilan TUHAN itu memang mengejutkan. Akan tetapi, sesungguhnya, tindakan tersebut adalah dosa yang lumrah dilakukan oleh semua orang.
Ada beberapa gambaran dalam pasal ini yang menolong kita mengerti seperti apa dosa itu. Pertama, Nabi Yunus diutus ke Niniwe, tetapi pergi ke Tarsis: Esensi dosa adalah menolak rancangan Allah, memilih hidup menurut apa yang kita anggap baik dan benar. Nabi Yesaya membahasakannya seperti ini: "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, ...." (Yesaya 53:6). Kedua, Nabi Yunus tertidur nyenyak saat awak kapal panik dan ketakutan (1:5): Dosa itu terasa enak di awal, melegakan dan melelapkan, tetapi akhirnya kita harus membayar harga. Orang-orang di sekitar kita pun turut menanggung konsekuensi buruk. Ketiga, Nabi Yunus gagal tiba di Tarsis: Dosa tidak akan mampu membawa kita pada tujuan yang kita inginkan. Biasanya, orang memilih berbuat dosa karena ingin bahagia, ingin menyelamatkan diri, ingin mendapat rasa aman. Akan tetapi, kita tidak akan mencapai tujuan kita. Seperti itulah bentuk keberdosaan manusia yang tampak di pasal 1 ini.
Kisah Nabi Yunus memberikan harapan bagi manusia berdosa: Frase "Namun, Tuhan ...." (1:4) menunjukkan sikap Allah atau campur tangan Allah yang tidak membiarkan manusia berdosa yang memberontak terhadap Dia. Allah mempunyai cara sendiri untuk membangunkan manusia yang terlelap dalam dosa dan menyadarkan manusia untuk kembali kepada-Nya dan kepada tujuan-Nya. Allah mengirim badai besar yang membuat Nabi Yunus kena undi dan dilemparkan ke laut, tetapi Allah juga mengirim ikan besar yang menelannya (1:4,17). Badai dan ikan besar adalah anugerah atau kasih karunia Allah. Allah menyelamatkan Nabi Yunus yang tersesat karena memilih jalannya sendiri!
Kita adalah gambar Allah yang ditetapkan menjadi mitra kerja-Nya. Gambar Allah dalam diri kita sudah rusak akibat dosa, sehingga kita suka melarikan diri dari panggilan Allah. Harga yang harus kita bayar adalah akibat buruk yang kita alami saat memilih menjauh dari Tuhan dan misi-Nya. Kabar baiknya, kita memiliki Allah yang gigih mengejar kita dan rela membayar harga. Yesus Kristus, Putra Allah, rela turun ke dunia, menderita di kayu salib, dan membayar harga keselamatan kita dengan darah-Nya. Apakah Anda sudah merespons dengan kesediaan membayar harga demi melaksanakan misi-Nya di tengah dunia? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]