Paklik Demoh terus bertutur...
"Ketika Bapak dan Mbah tiba dirumah mereka, sambutan luar biasa tidak hanya datang dari tuan rumah yang meminta tolong. Bahkan tetangga sekitar rumahnya juga berdatangan seolah menyambut kami, atau setidaknya pengen tahu kami. Bapak dan Mbah dijamu dengan beragam makanan, seolah mereka diundang pesta, bukannya diminta bantuan menolong keluarga uang sakit.
Mbah sempat bertanya, keluarga yang sakit ada dimana? Biar segera kita tangani.
Namun mereka mengalihkan pertanyaan Mbah dengan obrolan lain yang samasekali tidak penting. Dan itu berlangsung hingga sore hari.
Segalanya berubah semakin mencurigakan.