
Sign up to save your podcasts
Or


Gimana rasanya jadi brand abaya & syar’i yang lagi ramai dibicarain banyak orang? Kali ini kita ngobrol bareng brand yang lagi naik daun banget, Bonebana. Mulai dari perjalanan mereka yang awalnya jualan dari bazaar ke bazaar, sampai akhirnya viral dan dipakai banyak influencer hingga produknya jadi rebutan! Menariknya lagi, di tengah hype yang terus naik, Bone Bana ternyata masih belum punya offline store. Selengkapnya di episode ini!
Ternyata di balik nama “HIA” yang berarti Hidup Itu Anugrah, ada filosofi besar tentang self-care, kesehatan, dan bagaimana sebuah brand bisa hadir lebih dekat dengan keseharian muslimah modern. Mulai dari perjalanan membangun HIA, tantangan menghadirkan sportwear muslim yang nyaman & stylish, sampai visi mereka untuk membuat lebih banyak perempuan merasa percaya diri untuk mulai bergerak dan menjaga diri sendiri. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Selama kurang lebih 10 tahun Deav bertahan, siapa sangka tahun ini langkah Deav terpaksa berhenti karena sudah tidak lagi menghasilkan profit. Bagaimana proses keputusan ini diambil dan apa langkah selanjutnya? Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Kamila Wardrobe, salah satu brand modest fashion yang memilih untuk tetap konsisten di tengah tren yang terus berubah. Bukan tentang siapa yang paling ramai, paling viral, atau paling murah, tapi tentang bagaimana sebuah brand bisa bertahan dengan menjaga kualitas, value, dan kepercayaan customer dari waktu ke waktu. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Bersama Ligwina Hananto, kali ini kita membahas topik yang sering dianggap “nanti aja”—padahal dampaknya besar banget: dana pensiun & financial planning, khususnya buat pengusaha dan business owner.
Banyak yang berpikir kalau punya bisnis = aman secara finansial. Tapi kenyataannya, tanpa perencanaan yang jelas, bisnis justru bisa jadi satu-satunya “sandaran” tanpa jaminan masa depan. Lewat obrolan santai tapi insightful kita akan membahas planning itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Di episode ini, bersama Dwihanda & Putra kita membahas bagaimana relasi yang kuat dan support system yang solid menjadi fondasi utama perjalanan Hanum hingga bisa berkembang seperti sekarang.Karena pada akhirnya, brand yang bertahan bukan hanya yang punya produk bagus, tapi yang punya orang-orang hebat di belakangnya.
Di episode ini, kita ngobrol tentang satu hal yang sering terasa “jauh” — Fashion Syar’i (Abaya). Lewat TAZA, kita diajak melihat bahwa syar’i bukan sesuatu yang eksklusif atau membatasi. Justru sebaliknya, syar’i bisa jadi lebih dekat, lebih relatable, dan bisa jadi bagian dari keseharian siapa saja. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Ranti Gallery merupakan brand legend yang berdiri sejak 1989 dan punya pasar yang cukup besar dengan segmentasi luxury. Setelah lebih dari 3 dekade, Ranti Gallery akhirnya mulai mengubah arah pasarnya. Kira-kira seperti apa ya perjalanan 3 dekade Ranti Gallery dan apa aja challenge yang dihadapi dalam proses perjalanannya? Selengkapnya di episode ini!
Selama 9 tahun di industri modest fashion, Mistyvori bukan sekadar bertahan—tapi berhasil menjadi brand yang selalu dicari, terutama karakter katbol-nya (katun bolong).Kali ini kita membahas bagaimana Mistyvori konsisten membangun karakter brand yang kuat. Bukan hanya mengikuti tren, tapi memahami siapa mereka, apa yang mereka tawarkan, dan untuk siapa mereka hadir. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Banyak yang bilang, brand yang sudah berjalan puluhan tahun justru akan lebih rentan kena guncangan. Mulai dari pasar yang berubah, sampai idealisme pemilik yang tidak mau menyesuaikan jaman. Namun, VIVINICI justru berhasil bersinar terang setelah diasuh oleh generasi kedua. Yuk simak selengkapnya di episode ini!
From the publisher's feed