Muhammad Nuzul Dzikri

Muhammad Nuzul Dzikri

By Muhammad Nuzul DzikriEducation
Download on the App Store

Muhammad Nuzul Dzikri episodes

  • Tadzkiratus saami' 183. "BENTUK-BENTUK UJUB (PART 1)" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    183. BENTUK-BENTUK UJUB (Part 1)
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    OBAT UJUB DI ANTARANYA:
    Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
    أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
    Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 99)
    1 hr 28 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1505. "WASPADA SERIGALA BERBULU DOMBA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1505. WASPADA SERIGALA BERBULU DOMBA
    Riyaadhush Shaalihiin
    TAanya Jawab
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    Hadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
    Dari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
    وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه .
    "Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
    34 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1504. "IMAN MEMILIKI RASA MANIS & LEZAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1504. IMAN MEMILIKI RASA MANIS & LEZAT
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    Hadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
    Dari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
    وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه .
    "Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
    34 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1503. "DIKIRA UNTUNG, TERNYATA BUNTUNG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1503. DIKIRA UNTUNG, TERNYATA BUNTUNG
    Riyaadhush Shaalihiin | Tanya Jawab
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    QS. Al-Hasyr: 9
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
    34 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1502. "MAU BERUNTUNG? JANGANLAH PELIT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1502. MAU BERUNTUNG? JANGANLAH PELIT
    Riyaadhush Shaalihiin | Tanya Jawab
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    QS. Al-Hasyr: 9
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
    31 min
  • Kajian Wanita 193. "YANG PELIT KIAN SEMPIT YANG DERMAWAN KIAN LAPANG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    193. YANG PELIT KIAN SEMPIT YANG DERMAWAN KIAN LAPANG
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Keutamaan shadaqah
    Halaman 85
    Dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
    "Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang bershadaqah seperti dua orang yang memakai baju jubah terbuat dari besi atau dua perisai terbuat dari besi, yang terpotong bagian lengannya sampai tulang selangka ke-duanya. Orang yang bershadaqah setiap kali ia bershadaqah pakaiannya menjadi longgar sampai menutupi jarinya dan menghilangkan bekas jalannya; dan orang yang bakhil setiap kali hendak bershadaqah pakaiannya menjadi sempit sehingga menempel ketat pada pemakainya."
    Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata,
    "Aku melihat Rasulullah ﷺ berkata dan memberikan isyarat dengan jari-jarinya yang berada dalam kantongnya. Seandainya engkau melihatnya berusaha untuk memperluasnya niscaya tidak menjadi luas."
    Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dalam kitab az-Zakah, dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dan lafazhnya adalah bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
    "Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang berinfak seperti dua orang yang memakai baju jubah yang terbuat dari besi yang hanya menutupi buah dada hingga tulang selangkanya. Adapun orang yang suka berinfak, tidaklah ia berinfak melainkan bajunya akan melonggar atau menjauh dari kulitnya sampai menghilangkan bekasnya. Sedangkan orang bakhil, setiap kali ia tidak mau berinfak dengan sesuatu apa pun maka baju besinya akan menyempit sehingga menempel ketat pada setiap kulitnya, dan ketika ia berusaha untuk melonggarkannya maka ia tidak bisa melonggarkannya."
    Dan al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Burdah, dari ayahnya, dari Nabi beliau bersabda:
    Wajib atas setiap muslim untuk bershadaqah.' Para Shahabat bertanya, `Wahai Nabi Allah, bagaimana jika ia tidak sanggup?' Beliau ﷺ menjawab, `Dia bekerja dengan tangannya sendiri untuk memberikan manfaat untuk dirinya lalu bershadaqah.' Para Shahabat bertanya kembali, `Apabila tidak sanggup?' Beliau menjawab, ﷺ (Hendaklah ia) menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan.' Para Shahabat bertanya, (Jika ia tidak sanggup?' Beliau menjawab, `Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari berbuat keburukan, karena yang demikian itu adalah shadaqah baginya.'"
    Ketika orang yang bakhil terhalang dari kebaikan, tercegah dari ketaatan dan kebaikan, maka balasannya pun sama persis dengan amalannya, yaitu dadanya menjadi sempit dan tak kunjung lapang, jiwa juga menjadi sempit, tidak bahagia, selalu merasa gundah, berduka cita, selalu sedih, urusannya menjadi tidak beres dan tidak ditolong dalam memperoleh keinginannya.
    Dia seperti seorang yang memiliki baju jubah yang terbuat dari besi yang telah merekatkan tangannya sampai ke lehernya, di mana ia tidak mampu mengeluarkannya dan tidak pula menggerakkannya. Setiap kali ia hendak mengeluarkannya atau memperluas baju jubah itu, maka jubah itu akan semakin lengket ke kulitnya. Seperti itulah orang bakhil, setiap kali ia hendak bershadaqah ia akan terhalang oleh sifat bakhilnya, sehingga hatinya tetap berada dalam penjara. Adapun orang yang suka bershadaqah, setiap kali ia bershadaqah maka hatinya akan menjadi lapang, dan ia seperti melebarnya jubah tersebut seperti yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dalam haditsnya. Setiap kali ia bershadaqah, (hatinya) menjadi luas, lapang dan kegembiraannya semakin besar dan kuat. Sekiranya tidak ada sesuatu pada shadaqah melainkan hanya faedah ini saja, niscaya setiap hamba akan berusaha memperbanyak dan bersegera kepadanya.
    57 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1501. "AGAR HIDUP SELALU BERUNTUNG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1501. AGAR HIDUP SELALU BERUNTUNG
    Riyaadhush Shaalihiin | Tanya Jawab
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    QS. Al-Hasyr: 9
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
    26 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1500. "KISAH DIJAMUNYA TAMU RASULULLAH ﷺ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1500. KISAH DIJAMUNYA TAMU RASULULLAH ﷺ
    Riyaadhush Shaalihiin | Tanya Jawab
    Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya
    QS. Al-Hasyr: 9
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
    46 min

About Muhammad Nuzul Dzikri

From the publisher's feed

Podcast by Muhammad Nuzul Dzikri