289. HIDUPKU TERASA MATI, APA YANG SALAH?
Kajian Wanita
Kitab Al Wabilush Shayyib
Pasal: Keutamaan berdzikir
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
Maksudnya, bahwa Allah Ta'ala melarang dari mentaati orang yang terkumpul padanya sifat-sifat ini. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seseorang itu melihat kepada gurunya, teladannya dan orang yang diikutinya. Apabila ia mendapatinya seperti itu maka hendaknya menjauhkan diri darinya; dan apabila mendapatkannya sebagai orang yang dzikirnya lebih banyak dan mengikuti Sunnah, dan urusannya tidak sia-sia, bahkan ia penuh pertimbangan dan bijaksana, rnaka hendaknya berpegang teguh dengan urwahnya" tali yang k.uat), dan tidak ada perbedaan antara yang hidup dan yang niati kecuali dengan dzikir. Maka perumpamaan orang yang berdzikir dan orang yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.