
Sign up to save your podcasts
Or


Kisah Anne Thorndike ini menarik ya, karena emang relate banget sih. Kalo sesuatu itu keliatan, kita cenderung bakalan ambil aksi. Itu juga kenapa banyak dari kita gampang banget kedistraksi sama HP, karena keliatan dan gampang banget dijangkau.
Sesimple nanya orang sukses terus dilakuin. Ya kita contoh aja caranya, kalau hasil belum tentu. Ada ketetapan Allah yang nggak bisa kita kendalikan.
Tahun ini cukup banyak hal besar yang saya alami sih. 25 Februari saya nikah, Bulan juli buku pertama saya resmi terbit terus sekitar oktober udah ada di Gramedia, dan 14 desember ganti peran jadi seorang ayah. Masih banyak lagi yang udah dilalui selama setahun ini.
Nah di episode kali ini saya mau sharing beberapa pelajaran penting yang insyaAllah bisa bikin kita lebih dewasa lagi, lebih bisa ambil keputusan, dan tentunya lebih bertumbuh lagi jadi muslim yang level up.
Kondisi kita yang saat ini yang lebih kuat, lebih pinter bikin keputusan dalam hidup, itu buah dari pengalaman yang saat itu juga bisa jadi pahit. Tapi kita akan berterimakasih di masa sekarang. Sama juga, sekarang mungkin ujiannya lagi berat, yang sangat berpotensi kita akan bertrimakasih di masa mendatang.
Tapi balik lagi, gimana sikap kita ketima menerima kondisi itu.
Buku ini based-nya dari Qs. Al Ashr ayat 3.
Buku ini adalah lanjutan dari buku pertamanya yang rame dipasaran, yaitu Steal like an artist, yang membahas 10 cara supaya kita bisa lebih kreatif dalam membuat sebuah karya.
Tentunya, yang namanya karya kalo udah jadi, perlu lah di publish. Tapi banyak dari kita yang sebenernya karyanya bagus, tapi nggak paham gimana seharusnya kita menampilkan karya kita. Buku ini, akhirnya lahir. Sesuai judulnya, Show Your Work, 10 ways to share your creativity and get discovered.
---
Buat yang mau join kelas membership muslim level up, bisa klik link di bio instagram saya
Serunya goodbye things ini karena fumio sasaki dulu hidupnya maksimalis alias berantakan. Jadi bahasan dibuku ini lebih akan lebih ngena buat kita yang masih dikondisi berantakan. Di awal-awal bukunya juga dikasih foto before afternya. Ketika dia jadi maksimalis dan beralih ke minimalis.
Kalau kita nggak menjadikan hidup kita prioritas, maka orang lain bakalan melakukannya.
Satu gagasan yang pengen disampaikan penulis adalah ‘lebih sedikit, tapi lebih baik’. Nggak semua dikerjain, tapi cuma mengerjakan yang esensial aja. bukan soal gimana supaya lebih banyak urusan yang diselesaiin, tapi tentang ‘gimana hal-hal yang tepat bisa diselesaiin’. Yang esensial itu maksudnya yang bener-bener penting. Kita secara sadar memilih, mana masalah yang mau diselesaikan. Bukannya mengatakan “semua bisa aku selesaikan”. Kalimat semua bisa aku selesaikan adalah gagasan yang sesat. Karena waktu, energi, dan fokus kita terbatas.
Ini bukan buku manajemen waktu, tapi menurutku ini bisa juga dikategorikan jadi buku soal produktifitas. Ada pembahasan waktu, pembahasan memilih yang bener-bener pokok aja, sehingga bisa menghasilakn sesuatu dengan kontribusi paling tinggi.
Akar penundaan itu perfeksionis. Pahami kalau manusia nggak sempurna. Selesai lebih baik dari pada sempurna. Selesaiin dulu, kalau kurang yakin, masih ada waktu untuk kembali memperbaiki.
Buku-bukunya mas aji ini literasinya kuat. Banyak riset, kisah-kisah menarik, dan teori-teori yang ciamik. Terstruktur banget
Mulai “suatu hari nanti” menjadi “hari ini”.
Salah satu buku terbaik seputar manajemen waktu. Banyak tips yang udah saya praktekkin juga, dan dengan izin Allah, lewat perantara buku ini, akhirnya saya meluncurkan eBook pertama saya yang berjudul "Akhirnya selesai juga".
Penulisnya adalah jake knapp & john zeratsky. Seseorang dibalik Gmail dan youtube. Termasuk jajaran orang penting di zaman era digital. Mungkin semua generasi milenial menggunakan youtube juga gmail. Ini jadi tanda bahwa penulisnya emang berkompeten banget dalam bidang manajemen waktu, karena bisa menghasilkan produk yang bagus banget.
From the publisher's feed