FluentFiction - Indonesian

New Year's Resolve: The Tale of Dewi's Lost Heirloom


Listen Later

Fluent Fiction - Indonesian: New Year's Resolve: The Tale of Dewi's Lost Heirloom
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-01-23-34-02-id

Story Transcript:

Id: Di awal tahun baru, suasana di kantor polisi terasa berbeda.
En: At the start of the new year, the atmosphere at the police station felt different.

Id: Ruangannya penuh sesak dengan orang-orang yang sibuk berbagi cerita dan masalah mereka.
En: The room was crowded with people busy sharing their stories and problems.

Id: Udara beraroma asap kembang api semalam, bercampur dengan bau kopi yang diseduh untuk menghidupkan semangat para petugas.
En: The air smelled of last night's firework smoke, mixed with the aroma of coffee brewed to revive the spirits of the officers.

Id: Dewi, seorang pekerja kantoran yang rajin, berdiri di sudut ruangan dengan gelisah.
En: Dewi, a diligent office worker, stood nervously in the corner of the room.

Id: Pikirannya berkecamuk.
En: Her mind was in turmoil.

Id: Dia telah kehilangan barang berharga keluarga—sebuah gelang antik yang diwariskan neneknya.
En: She had lost a family heirloom—an antique bracelet passed down from her grandmother.

Id: Setiap tahun baru, mereka berkumpul di rumah nenek, dan Dewi takut keluarganya akan kecewa jika mereka tahu gelang itu hilang.
En: Every new year, they gathered at her grandmother's house, and Dewi feared her family would be disappointed if they knew the bracelet was lost.

Id: Dia melihat sekeliling.
En: She looked around.

Id: Orang-orang datang dan pergi.
En: People came and went.

Id: Petugas polisi dikelilingi oleh berkas dan laporan.
En: Police officers were surrounded by files and reports.

Id: Dewi menarik napas dalam-dalam, mencoba menemukan kesempatan untuk berbicara dengan petugas.
En: Dewi took a deep breath, trying to find an opportunity to speak with an officer.

Id: Ia melihat seorang polisi bernama Rizal, wajahnya tampak ramah dan tidak terlalu terburu-buru.
En: She saw a police officer named Rizal, his face appeared friendly and not too rushed.

Id: Menunggu dengan sabar, Dewi akhirnya mendekati Rizal.
En: Waiting patiently, Dewi finally approached Rizal.

Id: "Permisi, Pak.
En: "Excuse me, Sir.

Id: Saya ada masalah," bisiknya pelan, suara bergetar.
En: I have a problem," she whispered softly, her voice trembling.

Id: Rizal memandang Dewi dengan pandangan penuh perhatian.
En: Rizal looked at Dewi with an attentive gaze.

Id: "Apa yang bisa saya bantu, Ibu?
En: "What can I help you with, Ma'am?"

Id: ""Saya kehilangan gelang keluarga.
En: "I lost a family bracelet.

Id: Sangat berharga.
En: It's very valuable.

Id: Apakah bisa dibantu mencarinya?
En: Can you help me find it?"

Id: "Rizal tersenyum lembut.
En: Rizal smiled gently.

Id: "Jangan khawatir, Bu Dewi.
En: "Don't worry, Mrs. Dewi.

Id: Kita akan coba bantu cari.
En: We will try to help find it."

Id: "Saat Dewi merasa sedikit lega mendengar janji Rizal, pintu kantor terbuka dan masuklah Aditya, seorang satpam yang kebetulan ditemui Dewi pagi itu di perjalanan.
En: As Dewi felt a bit relieved hearing Rizal's promise, the office door opened, and in walked Aditya, a security guard who Dewi happened to meet earlier that morning on her way.

Id: Di tangannya, dia memegang sebuah gelang yang bersinar di bawah cahaya lampu ruangan.
En: In his hand, he held a bracelet shining under the room's light.

Id: Ia mengenali gelang itu seketika.
En: She recognized the bracelet instantly.

Id: "Saya menemukan ini saat patroli," ujar Aditya, tersenyum kepada Dewi.
En: "I found this while on patrol," said Aditya, smiling at Dewi.

Id: "Mbak Dewi, ini milik Anda, kan?
En: "Ms. Dewi, this is yours, isn't it?"

Id: " sambungnya.
En: he continued.

Id: Dewi merasa air matanya menetes, tapi kali ini bukan karena putus asa, melainkan bahagia.
En: Dewi felt tears fall, but this time not from despair, but joy.

Id: "Terima kasih, Pak Rizal.
En: "Thank you, Mr. Rizal.

Id: Terima kasih banyak, Pak Aditya," ujarnya seraya tersenyum lega.
En: Thank you very much, Mr. Aditya," she said with a relieved smile.

Id: Dengan gelang itu kembali di tangannya, Dewi merasa beban berat terangkat.
En: With the bracelet back in her hand, Dewi felt a heavy burden lifted.

Id: Ia belajar pentingnya menjaga barang-barang berharga dengan baik.
En: She learned the importance of taking good care of valuable items.

Id: Juga, dia memahami setiap orang memiliki perjuangan mereka sendiri, terutama di saat-saat sibuk seperti Tahun Baru.
En: Also, she understood that everyone has their own struggles, especially in busy times like the New Year.

Id: Dewi melangkah keluar dari kantor polisi dengan senyuman lebar di wajahnya, meninggalkan kebisingan di belakangnya, siap menyambut tahun baru dengan pelajaran baru.
En: Dewi stepped out of the police station with a wide smile on her face, leaving the noise behind, ready to welcome the new year with new lessons.


Vocabulary Words:
  • atmosphere: suasana
  • crowded: penuh sesak
  • aroma: aroma
  • diligent: rajin
  • nervously: gelisah
  • turmoil: berkecamuk
  • heirloom: barang berharga
  • antique: antik
  • opportunity: kesempatan
  • attentive: penuh perhatian
  • valuable: berharga
  • trembling: bergetar
  • patrol: patroli
  • instantly: seketika
  • despair: putus asa
  • relieved: lega
  • burden: beban
  • struggles: perjuangan
  • welcoming: menyambut
  • sharing: berbagi
  • spirits: semangat
  • breathe: menarik napas
  • opportunity: kesempatan
  • gaze: pandangan
  • crowded: penuh sesak
  • bewildered: berkecamuk
  • restored: terangkat
  • gazed: pandangan
  • anticipated: siap
  • grateful: terima kasih
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

FluentFiction - IndonesianBy FluentFiction.org