
Sign up to save your podcasts
Or


Selamat datang di #GHIBOL Ngadem Podcast! Segala hal di 2019 dari Liga Inggris, mulai dari statistik unik baik itu stats tim atau perseorangan, skena bongkar-pasang sistem kepelatihan di beberapa tim, sedikit melebar ke 2 tim dari liga cappuccino, kembali lagi dengan sedikit pergunjingan betapa busuknya beberapa tim dan pemain, membaca rumor transfer pemain, hingga diskusi panjang mengenai keterlibatan VAR, sampai sesi cenayang soal prediksi sisa musim yang segera kita sambut di tahun berikutnya, 2020. Semua dengan kearifan lokal ala Ngadem Podcast! Enjoy, lads!
Jadi menurut KBBI, kaleidoskop artinya adalah: Alat optik yang bentuk luarnya seperti keker, dilengkapi dengan dua kaca persegi panjang yang dipasang pada lapisan dalam pada salah satu ujungnya sehingga dapat memperlihatkan berbagai gambaran yang indah dan simetris dari kepingan barang berwarna yang diletakkan di blah blah blah.. hafuwahh.. hafuwahh.. BODO AMAT! Oke, intinya yang selama ini kita tau, kaleidoskop adalah aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat. Jadi sebetulnya basi kalau membahas kejadian-kejadian besar atau penting selama setahun ke belakang, because everybody does it! TAPIII.. kalau ala obrolan di NGADEM? Siapa lagi coba yang bisa selain kami berdua?!! *yeiyelah, bambaangg..
YEAH! MOU IS BACK! GHIBOL IS BACK! WE'RE BACK! (full caption nyusul ntar, yak) :D
Di hari terakhir gelaran Telkomsel Indie Clothing Expo XI di Grand City Surabaya, kami berkesempatan ngobrol bareng @qq_gudsr87 empunya @realizm_87 yang ramah, selalu tersenyum dan tidak sombong, meskipun beliau adalah salah satu pemegang 'sabuk hitam' dalam dunia perclothingan. Maklum, Realizm sudah berdiri sejak 2004. Selalu akan ada tantangan yang terus datang silih berganti, termasuk perihal segmentasi, apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, kata beliau. Wiihh, berat banget kayanya. Tenang aja, gak seberat itu kok. Makanya langsung aja kupingin seri terakhir kolaborasi live podcast kami bersama ICE ini! Sekaligus kami ucapkan terima kasih banyak untuk semua pihak yang sudah terlibat dan membantu jalannya event @indieclothingexpo selama 3 hari ke belakang. Kalian semua luar biasa, tjuy! Sampai jumpa dan semoga kita bisa bertemu lagi tahun depan! Stay NGADEM!
Konsisten adalah kemampuan untuk terus menerus berusaha sampai suatu pencapaian berhasil diraih, tidak ada satu hal didunia ini yang bisa menggantikan konsistensi. Bakat/talenta, skill, keberuntungan/luck, kepintaran, semua itu tidak ada artinya tanpa konsistensi, bahkan dalam kasus tertentu konsistensi bisa mengalahkan kualitas. Di hari ke-2 gelaran Telkomsel Indie Clothing Expo XI di Grand City Surabaya ini, kami berkesempatan bertemu dan berdiskusi bareng salah satu local heroes Surabaya di industri clothing, Arief 'Ipul' Saiful dari @lollypop.officially. Kami yakin banyak orang di Surabaya, bukan hanya generasi milenial, tapi angkatan 90an juga sudah sangat familiar dengan brand yang satu ini. Bagaimana tidak, 16 tahun berkarya dan (tampaknya) masih akan terus berlanjut hingga, entah kapan mungkin hanya beliau yang tahu. Resepnya adalah konsisten, katanya. Tapi konsisten yang seperti apa? Yuk, kita langsung dengarkan!
Selamat datang di Edisi Spesial NGADEM Podcast! Berkolaborasi dengan Indie Clothing Expo di gelaran ke-11 nya di kota Pahlawan yang sukses membuat kami ternganga. Tepatnya selama 6 sampai 8 Desember 2019 di Grand City Surabaya. Lebih terngaga lagi, saat kami, sebagai sebuah platform kreatif yang bisa dikatakan baru dan hanya seumur jagung mendapat tawaran untuk menjadi salah satu pengisi acaranya, dengan bentuk live podcast di venue(?) COCOK, SIKAT! Iya dong, sebelum mereka berubah pikiran. Haha. Eniwei, lebih jauh lagi, saat kami diberitahu 3 hari berturut-turut akan ditemani oleh perwakilan dari brand clothing lokal, makin bersemangat lah. Kesempatan untuk mengorek lebih dalam tentang dunia fashion lokal adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki. Maklum, sejak jaman muda dahulu (sampai sekarang masih kok), kami berdua adalah konsumen loyal item-item yang mereka jajakan ini. Jadi siap-siap, selama 3 berhari berturut-turut tanpa jeda, kami akan menyuguhkan 3 episode spesial sekaligus(!) Mploken! Seperti yang pertama ini, obrolan bersama @tjukguritno Bapak yang menggawangi brand @wellborncompany semakin membuat kami ternganga lebar. Filosofi brand yang dalam, ternyata memang berbanding lurus dengan ke-khatam-an beliau akan ilmu sosial dan sejarah negri ini. Sampai pula keluar sebuah kata 'EGOSISTEM'. Apakah itu? Langsungin tjuuyy!
Kerja - cari duit - buat makan - biar gak mati. Paling tidak itulah esensi paling dasar dari motif seseorang bekerja: untuk bertahan hidup di dunia. Makin kesini, semakin meluas pula tujuan dari seseorang bekerja di sebuah perusahaan. Secara garis besar, paling mudah dibagi menjadi dua, bekerja karena RENJANA untuk kebahagiaan batin yang hakiki, ATAU murni dengan objektif mengais CUAN untuk beli iPhone terbaru contohnya. Kalau kamu yang mana?
Anyway, selamat datang di episode sekuel bersama sahabat kami yang satu ini! Sengaja kami tempatkan topik ini bersama beliau, yang memang sudah tidak main-main lagi daftar riwayat pekerjaannya. TL;DL (Too Long: Didn't Listen): monmaap untuk yang sumpek mendengarkan bridging rea-reo kami diawal yang kelewat(an) panjang, itupun kalau beberapa menit lainnya tidak kami cut dan pindah di bagian secret ending, bakal makin naudjubila panjangnya. Maklum, saat melepas lelah dari kewajiban dan realita, begejekan ala Dahsyat minus Raffi Ahmad ini adalah salah satu bentuk 'obat' kami saat bertemu. Ada beberapa cuil insight yang menarik sesungguhnya. But who knows, ada yang mendengarkan sembari menahan rasa ingin buang air besarnya, hu-nooosss.., kami bantu berikan hint untuk langsung menuju menit 11 detik 45, dimana obrolan yang 'sesungguhnya' dimulai. Tapi seperti seorang bijak berkata, "Ga usah ditahan, gak enak, bokerin aja dulu!". Baiklah, selamat menikmati suguhan di episode kali ini. Semoga ada manfaatnya untuk kemajuan karir kalian!
Jangan lupa, kami menerima segala macam masukan, ide, kritik dan saran via email ngadem.id[at]gmail[dot]com atau akun IG kami @ngadempodcast TERMASUK juga iklan, adlibs, voice over, kerjasama, kolaborasi, gigs, event, donasi atau apapun yang mengandung aroma percuanan lainnya, sangat kami terima dengan tangan dan nomor rekening terbuka, tulus, ikhlas dan tanpa paksaan.
VISIT & CONTACT Hana May - Instagram: @hanamay
Leicester City yang stabil, Arsenal yang juga stabil, sementara Spurs yang seri kalah lagi (bahkan hampir saja kalah), Chelsea yang semakin kompak, hingga Liverpool yang terus melaju bersama dewi fortuna, sampai Pep Guardiola mewakili Manchester City harus ber'THANK YOU SOWMUCH - TWAIIICEE' karenanya. Namun semua mata tertuju pada Old Trafford, kagum terhadap Ole yang kembali memunculkan asa itu. Asa apa itu? Aaa.. sa aeee... Kupingkan secepatnya bersama sajian ala Ghibol yang semakin segar, layaknya tante sebelah rumah yang sedang bercucuran keringat senam pagi menggunakan yoga pants warna shocking pinknya!
Apa yang terbersit di pikiran kalau mendengar kata 'Kehidupan Malam'? Sebuah terjemahan langsung dari kata Nightlife dalam bahasa inggris. Bisa jadi bukan lagi soal kata dan artinya, tapi kehidupan dan dunia malam sudah lama menjadi sebuah terminologi untuk sesuatu, yang bagi sebagian orang memberikan efek takjub dan 'Wow!'. Pertanyaannya adalah, apakah memang benar se-wow itu? Sehingar-bingar itu? Ataukah justru sekelam kelabu seperti yang juga banyak dikatakan para pelakunya selama ini? Beruntung, kami bertemu dengan panggil saja dia Mr. X, yang cukup lama berkecimpung di dalam dunia malam, yaitu 12 tahun. Sangat valid. Seperti apa kisahnya? Langsungin! Tapi inget ya, khusus buat yang udah dewasa!
Makin kesini semakin nampak dan jelas terlihat, kalau Liga Inggris semakin menunjukkan ke-klenik-annya. Alias semakin kuat aura mistis dan spiritualnya. Banyak hal yang tidak bisa lagi dinalarkan dengan akal dan logika. Contohnya Liverpool yang semacam memang tidak bisa kalah, Wolves yang selalu menyeramkan bertemu lawan besar tapi ompong saat bertemu tim tidak besar, kebapukkan Spurs semenjak menjadi finalis Liga Champions musim lalu. Atau yang paling konkret dan lebih faktual lagi, degradasi mental kompetisi tim bernama Arsenal dan Manchester United yang (katanya) penuh dengan histori. Iya, kata fansnya yang kini jadi bernostalgia dengan kisah manis di masa lalu. Apa memang semuanya sudah ada yang mengatur diluar kendali manusianya, baik itu pemain, pelatih maupun tim ofisialnya? Cari tau langsung di episode ini, gaspol fullthrottle!
From the publisher's feed