Resistensi antibiotik diketahui menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Ancaman ini telah menjadi Pandemi Senyap (Silent Pandemic), terutama negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam 7 dekade terakhir. Data berbicara, Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi antibiotik terbanyak.
Lalu apa upaya yang telah dilakukan pasien, dokter, dan para pemangku kebijakan dalam mengangani pandemi senyap ini?
Bersama Peneliti OUCRU Indonesia, dr. Ralalicia Limato, MPH dan tim, kami menginvestigasi jalan terjal pasien, dokter, dan para pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit yang terangkum dalam “Pandemi Senyap AMR: Pengendalian Resistensi Antimikroba, Tanggung Jawab Siapa?”