Perspektif

Nilai Budaya yang Dibawa Golden Horse Awards


Listen Later

(Taiwan/ROC) --- Penghargaan film Mandarin “Golden Horse Awards 55th” telah digelar dan berlangsung dengan meriah. Perhelatan yang sering dianggap “Oscar-nya” film Bahasa Mandarin ini, menjadi ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggiat film. Perhelatan festival film yang rutin digelar setiap tahunnya ini, tidak jarang diwarnai dengan isu pro dan kontra. Para penggiat film asal Daratan Tiongkok diketahui mendominasi nominasi penghargaan Golden Horse Awards 55th. Beberapa pihak mulai mengkritisi pelaksanaan festival ini, yang seakan-akan berkiblat ke Negeri Tirai Bambu. Padahal Taiwan merupakan tempat asal dimana penghargaan ini dilahirkan. Golden Horse Awards merupakan penghargaan film bagi seluruh pengguna Bahasa Mandarin, dan Taiwan adalah salah satu bagian yang tidak terlepaskan. Penghargaan ini juga telah menjadi bagian kebudayaan dan reputasi dari masyarakat Taiwan. Festival yang selalu menjadi bahan acuan bagi para penggiat film ini, sangat disayangkan jika harus selalu disandingkan dengan isu-isu politik. 

Bulan November merupakan waktu bagi pelaksanaan penghargaan Golden Horse Awards, dan menjadi momen yang penting bagi seluruh penggiat film Mandarin. Seluruh pekerja film Mandarin berkumpul di Taiwan, mereka berpartisipasi dalam kompetisi untuk memenangkan penghargaan bergengsi ini. Namun, ada beberapa pihak yang selalu mengkritisi, terkait akan proporsi nominasi yang berhasil diperoleh penggiat film Taiwan dengan Daratan Tiongkok. 

Perhelatan Golden Horse Awards setiap tahunnya akan diramaikan dengan komposisi juri yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan guna untuk mempertahankan keobjektivan dari penetapan seorang pemenang. Pihak yang selalu mengaitkan penghargaan ini sebagai bagian dari permainan politik, dirasa tidak etis. Mengingat standarisasi Golden Horse Awards yang sedari dulu telah menjadi tolak ukur dalam perfilman Mandarin. Tentu saja ini mencakup kawasan Taiwan, Daratan Tiongkok, Hongkong Macau, dan kawasan berbahasa Mandarin lainnya. 

 

Perspektif: Menilik Standarisasi dan Kebanggaan Penghargaan Golden Horse Awards

Keadilan, terbuka dan artistik menjadi unsur penting bagi perhelatan Golden Horse Awards. Penghargaan ini sudah diakui hingga ke panggung internasional dan menjadi tolak ukur yang penting dalam industri perfilman berbahasa Mandarin. Ketika melihat kembali ke masa-masa awal Golden Horse Awards, penghargaan ini memiliki kisah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Ang Lee (李安) yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Golden Horse Awards memiliki tanggapan yang berbeda.

Ang Lee mengatakan, “Saya teringat akan tanggapan yang pernah terdengar puluhan tahun lalu, yang berbunyi untuk meniadakan Golden Horse Awards. Suara- suara tersebut terdengar lantang. Di kala itu, saya masih sangat muda. Saya merasa bahwa kebudayaan merupakan unsur yang harus kita jaga dengan baik. Budaya harus didekatkan dengan kekuatan yang lembut. Ini bukan unsur yang pantas dikaitkan dengan paksaan atau kekuatan yang lebih keras. Harus terus diperjuangkan, sehingga vitalitasnya dapat terus berkelanjutan”.

Golden Horse Awards sudah sedari dulu selalu dibayang-bayangi berbagai kontroversi. Penghargaan ini pernah diisukan menyisipi paham patriotisme atau dikritik kurang profesional dalam menilai karya seni. Sebelumnya, Golden Horse Awards pernah memiliki beberapa kriteria yang dinilai membatasi karya seni; meliputi bahasa, kewarganegaraan para aktor, negara asal produksi film, dan masih banyak lagi. Hingga tahun 1997, Golden Horse Awards baru memposisikan diri sebagai penghargaan bagi seluruh penggiat film yang menggunakan Bahasa Mandarin. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kriteria yang dinilai terlalu membatasi, satu persatu ditiadakan. Selama film yang diproduksi menggunakan Bahasa Mandarin, maka karya tersebut berhak untuk mengikuti ajang ini. Tahun 2016, Golden Horse Awards kembali mempermudah persyaratan; film yang diproduksi oleh Sutradara berdarah Tionghoa atau film yang memiliki tim produksi minimal 7 orang berdarah Tionghoa dapat turut andil dalam Golden Horse Awards. Dengan kriteria yang semakin beraneka ragam, membuat penghargaan ini menjadi salah satu yang paling bergengsi di Dunia Internasional 

Golden Horse Awards beberapa kali dikritik oleh masyarakat Taiwan, karena proporsi peraih penghargaan rata-rata jatuh di tangan penggiat film Daratan Tiongkok. Namun jika menilik secara detail, film-film Daratan Tiongkok yang berhasil masuk daftar Golden Horse Awards rata-rata merupakan film independen dan bahkan dilarang beredar di Negeri Tirai Bambu. Film-film tersebut tidak dapat mengikuti atau masuk dalam penghargaan dalam negeri Daratan Tiongkok. Melihat fakta ini, semakin menunjukkan prinsip kebebasan, demokrasi dan nilai objektivitas dari Golden Horse Awards.

Penghargaan berlambang kuda ini, tidak hanya melulu meributkan perihal kompetisi. Ia juga memiliki banyak kegiatan positif lainnya; meliputi akademisi, seminar film dan lain-lain. Hal ini memainkan peran penting bagi tingginya standarisasi Golden Horse Awards di mata penggiat film.

Lin Wen-qi (林文淇) Mantan Kepala Eksekutif Pusat Film Nasional mengatakan, “Ini dapat meningkatkan industri film melalui beragam cara. Melalui pergelaran festival, forum para nominator, merupakan langkah yang dapat meningkatkan kualitas film. Melalui sekolah perfilman, mereka dapat mengundang para bakat muda untuk berkunjung ke Taiwan. Misal dengan Sutradara Midi Z yang datang dari Myanmar atau bahkan penggiat dari Singapura dan lain-lain. Mereka semua berkumpul disini. Masih ada lagi, yaitu para investor film. Mereka biasanya akan membawa 1 tim untuk berkunjung kemari. Namun jika Golden Horse berubah menjadi penghargaan yang hanya berlaku untuk Taiwan, maka keuntungan tersebut akan hilang”.

Jika melihat kembali peluang yang dibawa oleh Golden Horse Awards, maka hasil yang menakjubkan dapat semakin terasa. Banyak sutradara muda Taiwan, Daratan Tiongkok dan Asia Tenggara yang kian terangkat popularitasnya, karena penghargaan kuda emas ini. Golden Horse Awards yang merupakan penghargaan atas kerja keras dan upaya penggiat film Bahasa Mandarin, sangat disayangkan jika harus disandingkan dengan isu politik yang hanya dapat merusak citra dari piala ini.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

PerspektifBy Yunus Hendry, Rti