Mohamad Syafi' Alielha atau yang akrab dengan Savic Ali merupakan nama yang tak asing di telinga aktivis mahasiswa, khususnya angkatan 1998. Ia sering kali mengisi berbagai acara baik offline maupun online, dari zoom sampai televisi.
Savic mengawali pendidikan agamanya di Madrasah Raudlatut Thalibin, Pakis, Tayu, Pati, Jawa Tengah. Lalu menuju Kajen untuk menimba ilmu di Pesantren Mathaliul Falah di bawah asuhan KH MA Sahal Mahfudz, Rais Aam PBNU 1999-2014. Ia juga sempat kuliah sebentar di INISNU (UNISNU) Jepara.
Lalu ia pergi ke Jogjakarta dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Di sini Savic juga hanya satu tahun, tak menyelesaikan pendidikannya. Namun di kota pelajar ini Savic mengenal dunia buku, jurnalistik, gerakan mahasiswa dan mulai berkenalan dengan pemikiran Gus Dur yang banyak dimuat di media.
Dari Jogja, ia hijrah ke Jakarta dan mendaftar di STF Driyakara, untuk memenuhi ketertarikannya dengan filsafat. Di Jakarta, Savic dan aktivis mahasiswa 1998 lainnya terlibat dalam gerakan yang berujung pada jatuhnya rezim Orde Baru. Ia juga berinteraksi dengan aktivis dan tokoh NU di era Gus Dur.
Lalu - bersama senior dan sejawatnya - ia banyak membangun dunia literasi lewat NU Online dan Islami.Co untuk memenuhi kebutuhan keagamaan di dunia maya yang waktu itu belum begitu dikenal di kalangan NU. Kini Savix masih menjabat sebagai Direktur NU Online, media resmi Nahdlatul Ulama.
Ia kini menjadi salah satu Ketua PBNU hasil Muktamar ke-34 NU Lampung. Di bawah komando KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU 2022-2027, ia akan banyak melakukan banyak kerja-kerja dalam merancang dan mengeksekusi program-program NU.
Dipandu oleh Ahmad Naufa, pada video kali ini kita sajikan ngobrol santai: Lebih Dekat dengan Savic Ali. Simak selengkapnya!
Video: https://youtu.be/NBm-UmJ3CHg
#nahdlatululama #nuonline #savicali