Dulu, negeri kita terkenal akan slogannya sebagai negeri agraris. Negeri yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Negeri dengan sawah-sawah yang membentang luas di berbagai pulau. Dan kita bangga dengan itu.
Namun itu dulu. Kini, kebanggaan itu perlahan-lahan mulai luntur. Dibalik sawah yang membentang luas nan indah itu,
. Saatnya derajat petani dinaikkan. Mereka adalah pahlawan pangan, yang sadar atau tidak mengemban tanggungjawab besar dalam menyediakan berpuluh-puluh juta ton beras untuk di konsumsi oleh lebih dari 250 juta warga Indonesia setiap tahunnya.
Tanpa petani, krisis pangan akan memberikan dampak yang luar biasa pada masyarakat. Karena lapar yang berkepanjangan, dunia bisa chaos. Revolusi bisa tersulut. Dan tanpa pangan, kehidupan tak aka nada, masyarakat tak akan tumbuh, dan peradaban pun tak akan ada.