
Sign up to save your podcasts
Or


"Pak, saya ingin membuat perusahaan AI. Yang cocok apa ya?" Wah ini salah. Menurut saya seharusnya membuat sebuah perusahaan itu mulai dari "masalah" yang ingin dipecahkan.
Jangan stress ketika kita gagal dalam berusaha (bisnis). Anggap saja ini seperti sekolah. Kerugian kita anggap sebagai uang sekolah, uang kuliah, biaya praktikum. Jadi tidak perlu stress.
Banyak yang bertanya apakah saya yang mengarang banyak buku tentang pemrograman? Jawaban singkatnya: BUKAN. Dan tentu saja ada banyak cerita lucu tentang hal itu.
Entah kenapa algoritma YouTube menyarankan saya untuk nonton video-video tentang orang asing yang baru pertama kali makan martabak manis (terang bulan) dan J.Co. Mereka terkaget-kaget karena keenakannya. Memang sih, itu enak ... pakai banget.
Biasanya bahasa pemrograman itu sesuai dengan bahasa pertama yang diperkenalkan. Semacam "bahasa ibu" tapi untuk pemrograman. Tapi di tengah perjalanan, bahasa yang sering digunakan biasanya yang menjadi bahasa kesukaan. Untuk saya, ini bahasa Perl
Ini adalah lukisan di ruang rapat Lab Desain, Pusat Mikroelektronika, ITB. Kantor saya. Lukisan ini memang merepresentasikan IC design.
Ini adalah keluh-kesah seorang dosen. ha ha ha. Waktunya memeriksa UAS, UTS, dan tugas-tugas mahasiswa. Harusnya ini digantikan oleh mesin AI saja.
Ini adalah sedikit tutorial atau ide bagaimana membuat lagu dengan bantuan AI. Tidak sepenuhnya semua dalam kendali AI. Faktor manusianya (creator) masih ada. AI hanya tools untuk membantu proses pembuatan (creation) dan juga ide kreatif. Selamat menikmati.
AI dapat membanti manusia untuk mendapatkan ide, memecahkan kebuntuan. Ini dulunya digunakan sebagai alasan untuk menggunakan narkoba. Sekarang narkoba ini dapat digantikan dengan AI. Dapatkah?
From the publisher's feed