Truth Daily Enlightenment

PANDANGAN YANG TERSANDERA


Listen Later

Banyak teolog hari ini tidak mempertimbangkan bahwa pandangan para teolog masa lalu dan keputusan-keputusan konsili sangat dipengaruhi oleh keadaan zaman pada waktu itu. Tentu saja berbagai unsur ikut memengaruhi keputusan-keputusan tersebut, baik unsur politis, nafsu ingin berkuasa dalam pemerintahan atau gereja dengan segala ambisi, serta berbagai faktor lain. Kenyataannya, sejarah gereja mencatat, dalam pertemuan-pertemuan para pimpinan gereja, terjadi perdebatan-perdebatan yang bernuansa permusuhan. Perdebatan-perdebatan tersebut berbuntut pada pemecatan jabatan uskup, pemecatan jabatan pengajar dan pemimpin gereja, pengutukan, sampai pada pengucilan. Tidak sedikit mereka yang dianggap salah dinyatakan sebagai sesat dan dikutuk. Pada konsili-konsili—yang dimulai dari konsili Nicea tahun 325 ketika kekristenan mulai diterima oleh kaisar Roma (Konstantin) yang kemudian dijadikan sebagai sebagai agama negara (tahun 380 oleh kaisar Theodosius)—hal-hal yang terkait dengan Tritunggal dan Kristologi menjadi pokok masalah utama atau agenda penting yang mewarnai konsili-konsili tersebut, dan yang menimbulkan pertikaian serta berdampak pada perpecahan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka terjebak dalam kehidupan kristiani Allah dalam fantasi. Allah hanya dinalar, bukan dialami.
Menyinggung sekilas konsili Nicea, demi menemukan pandangan jujur mengenai isi Alkitab, perlu dikemukakan di sini. Setelah masa aniya surut—khususnya setelah pemerintahan kaisar Deokletianus—terjadi pergeseran dalam kehidupan orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen, terutama para pemimpinnya, lebih fokus pada perdebatan-perdebatan doktrin. Hal ini sampai ke telinga Kaisar Konstatinus. Kaisar sebelumnya (Kaisar Deokletianus) memiliki kegagalan atau kelemahan dalam pemerintahan, yaitu untuk menyatukan kekaisaran Roma yang wilayahnya memang sangat luas. Kericuhan yang menimbulkan perpecahan di kalangan orang Kristen yang pada waktu itu sudah memiliki pengaruh kuat di masyarakat, dipandang oleh kaisar Konstantinus sebagai bahaya bagi negara.
Kaisar Konstantinus mengumpulkan para tokoh atau pemimpin Kristen untuk berunding di kota kecil Nicea yang letaknya berdekatan dengan Konstantinopel demi persatuan masyarakat Roma, bukan demi kebenaran Alkitab. Konsili itu sendiri hanya dihadiri oleh 300 pemimpin Kristen yang konon sebagian tidak memahami teologi Alkitab, dari hampir sekitar 2000 pemimpin Kristen dan teolog yang ada pada waktu itu. Kaisar sendiri pada waktu itu belum dibaptis dan tidak menguasasi teologi Kristen. Demi menyatukan pemerintahannya, ia berpihak kepada Athanasius. Kaisar sendiri sebenarnya tidak tertarik dengan urusan doktrin. Dirinya sendiri juga sebelum meninggal, dibaptis oleh Eusebius yang sepaham dengan Arius, yang mewarisi ajaran Origenes, lawan dari Athanasius. Harus diakui bahwa hasil keputusan konsili lebih untuk kepentingan politis daripada menegakkan kebenaran Alkitab.
Semua hal di atas menjadi peta buruk bagi wajah kekristenan dalam sejarah gereja, sebab Tuhan tidak mengajarkan bentuk perdebatan, permusuhan, bahkan sampai pengucilan dan kutukan. Tidak mengherankan kalau gereja pada waktu itu tidak bisa menyelamatkan masyarakat Roma dari kebobrokan moral serta keruntuhan pemerintahannya, walau pada waktu itu Roma sudah mulai di-Kristen-kan. Sejak memasuki abad kelima, gereja mengalami masa kegelapan. Oleh sebab itu, hasil keputusan konsili-konsili tidak boleh menjadi landasan atau acuan pengajaran orang percaya di sepanjang zaman, dan tidak boleh dianggap memiliki kewibawaan sejajar dengan Alkitab. Sebab telah tebukti, hasil keputusan konsili tidak membuat orang Kristen memiliki percaya atau kehidupan Kristiani yang benar, malah memasuki masa kegelapan gereja. Banyak teolog telah berhenti menggali kembali Alkitab sebagai narasumber satu-satunya yang seharusnya menjadi landasan, acuan, dan anchor utama dalam menggali kebenaran ajaran gereja. Sejatinya, dalam menggali kebenaran,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings