Truth Daily Enlightenment

PATAH HATI TERHADAP DUNIA


Listen Later

Semakin masuk ke pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran), kita semakin mengerti kehidupan ini dari perspektif Alkitab. Kemudian, kita semakin bisa merasakan perasaan “patah hati terhadap dunia” ini. Mata jiwa kita akan tercelik untuk dapat benar-benar mengerti betapa kosong dan fananya dunia ini. Semakin hari, kita juga semakin dapat berhenti mengharapkan kebahagiaan dari dunia dan kesenangan daging. Inilah tahapan hidup di mana kita dapat benar-benar terlepas dari percintaan dunia. Dengan terlepasnya kita dari percintaan dunia, cinta kita kepada Tuhan Yesus semakin bulat dan murni. Inilah cinta yang layak dipersembahkan kepada Tuhan Yesus. Dengan demikian, kita dapat menjadi seperti “perawan suci” di hadapan-Nya; Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria (2Kor. 11:2-4). Hal ini semakin memantapkan kita untuk mengarahkan pandangan hidup sepenuhnya ke Kerajaan Tuhan Yesus Kristus.
 
Seseorang yang masih belum patah hati terhadap dunia ini berarti masih dalam percintaan dengan dunia. Tentu saja orang seperti ini tidak dapat bersekutu dengan Allah dan Tuhan Yesus secara ideal, sebab berarti ia masih membagi hatinya kepada yang lain. Padahal, Yesus menyatakan bahwa seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Lagipula, standar mengasihi Allah adalah mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Allah tidak menerima cinta yang separuh hati terhadap diri-Nya. Itulah sebabnya hukum pertama dalam perintah Allah adalah tidak memiliki Allah lain di hadapan-Nya. Ini berarti tidak boleh ada sesuatu atau entitas yang menandingi atau menyaingi Allah yang benar.
 
Memang tidak mudah untuk mengalami patah hati terhadap dunia, sebab dunia dengan segala keindahan serta hiburannya sangat cocok dengan selera manusia yang berdosa. Pada umumnya, semua manusia telah tertawan oleh dunia ini. Keselamatan dalam Yesus Kristus bermaksud melepaskan manusia dari belenggu dunia agar bisa masuk dalam persekutuan dengan Allah, Bapanya. Inilah sebenarnya yang menjadi maksud dan tujuan manusia diciptakan oleh Allah, yaitu agar manusia menjadi sekutu Allah. Persekutuan dengan Allah membuat manusia dapat menikmati keindahan hidup yang tiada tara, sebab Allah sendiri adalah satu-satunya air kehidupan yang dapat mengisi jiwa manusia. Dosa telah memisahkan manusia dari persekutuan dengan Allah, sehingga manusia tidak dapat lagi menikmati persekutuan yang indah dengan Allah. Sebagai akibatnya, manusia mencoba memuaskan dahaga jiwanya dengan objek yang lain.
 
Dalam Perjanjian Lama, ada orang-orang yang memiliki persekutuan dengan Allah sehingga dapat menikmati sebagian dari keindahan Allah, itulah sebabnya mereka dapat menyaksikan bahwa mereka seperti rusa yang merindukan sungai yang berair. Bahkan, mereka menyatakan bahwa sekalipun daging dan jiwanya habis lenyap tetapi gunung batu dan bagiannya adalah Allah selama-lamanya. Yesus datang ke dunia menjanjikan damai sejahtera yang tidak sama seperti yang diberikan dunia. Inilah damai sejahtera yang dikatakan oleh Paulus sebagai “melampaui segala akal.” Kalau orang percaya bertumbuh dewasa rohani semakin masuk ke dalam pusat pusaran kebenaran, ia semakin dapat menikmati damai sejahtera Allah, sehingga keindahan dunia dengan segala hiburannya menjadi pudar.
 
Dalam kehidupan ini, ada orang-orang dikondisi menjadi patah hati oleh dunia. Faktor-faktor penyebab patah hati terhadap dunia tersebut antara lain: terlahir sebagai orang cacat, dikhianati oleh orang yang dia percayai, sakit berkepanjangan dalam penderitaan tubuh yang hebat, jatuh miskin dan dipermalukan oleh lingkungan, selalu gagal dalam semua bidang hidup, mengalami penderitaan karena perang serta bencana alam atau kecelakaan, dan lain sebagainya. Orang-orang yang berkeadaan seperti ini sebenarnya lebih mudah dituai untuk menerima kabar baik dari Tuhan Yesus. Kepada mereka, Yesus berbelas kasihan dan menyediakan dunia atau kehidupan yang lebih baik di langit baru dan di bumi yang baru...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings