ibadah pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pendeta Timotius Subekti.
Fokus utama dari khotbah ini adalah mengenai pentingnya pengharapan dalam hidup orang percaya. Pengharapan digambarkan sebagai sauh atau jangkar yang sangat krusial bagi jiwa, terutama saat menghadapi badai hidup, kesulitan, atau tantangan yang berat.
Pendeta menjelaskan bahwa badai hidup tidak selalu berasal dari iblis, melainkan bisa menjadi bagian dari anugerah Tuhan untuk mendidik dan memproses jiwa manusia agar lebih kudus dan benar. Beliau menekankan bahwa seringkali masalah muncul karena jiwa manusia yang keras dan sulit untuk taat. Oleh karena itu, penderitaan dipandang sebagai sarana untuk melelehkan kehendak pribadi dan mengarahkannya kembali kepada kehendak Tuhan.
Selain itu, dijelaskan bahwa Tuhan adalah Allah yang Maha Tahu. Segala pikiran dan jalan hidup manusia sudah diketahui oleh-Nya sejak pembuahan. Melalui Roh-Nya,
Tuhan menyelidiki hati setiap orang. Sebagai penutup, jemaat diajak untuk menyerahkan hidup mereka sepenuhnya agar diselidiki dan dibersihkan oleh Tuhan, serta tetap setia berjalan di jalan salib hingga akhir hayat, karena pada akhirnya jalan Tuhan adalah yang terbaik bagi setiap orang yang percaya.