
Sign up to save your podcasts
Or


Setelah di episode sebelumnya kita mengetahui tentang keseimbangan antara ilmu dan amal, di episode ini kita akan membahas tentang tiga kelompok besar manusia menurut Qur’an Surah Al-Fatihah. Selain itu, di episode ini kita juga mengetahui bahwa petunjuk Allah datang kepada kita secara personalized.
Apa saja tiga kelompok besar yang dimaksud Qur’an Surah Al-Fatihah?
Pada episode kali ini, kita akan membahas keseimbangan antara ilmu dan amal dari Surat Al-Fatihah.
Yuk, simak pembahasannya.
Pada episode kali ini, kita akan membahas keseimbangan yang dimiliki Surat Al-Fatihah. Keseimbangan dalam Surat Al-Fatihah dibagi menjadi tiga bagian. Mau tau apa saja pembagian-pembagiannya?
Yuk, simak pembahasannya.
Pada ayat terakhir Al-Fatihah, kita berdoa, meminta kepada Allah agar kita tidak dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mengetahui tapi masih melakukan pelanggaran dan golongan orang-orang yang sesat.
Agar tidak menjadi golongan orang-orang yang sesat, kita membutuhkan petunjuk. Namun, terkadang masih ada yang tidak ingin mendapatkan petunjuk. Padahal petunjuk itu ada, guidance itu nyata.
Sering kita mengucapkan surat Al-Fatihah, secara sadar atau tidak kita telah berulang-ulang berdoa meminta petunjuk. Dan barangkali sampai saat ini kita masih menunggu, kita masih kebingungan, di mana petunjuk itu. Atau bisa jadi bentuk petunjuk ini masih sangat abstrak dalam benak kita.
Ternyata petunjuk itu terletak pada susunan Al-Quran yang istimewa!
Silahkan simak podcast berikut ini..
Pada episode kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang kata “Al-Maghdhuubi ‘alayhim” dan “Adh-Dhaalliin” pada ayat ke-7 Al-Fatihah. Sebagaimana dijelaskan, “Al-Maghdhuubi ‘alayhim” dan “Adh-Dhaalliin” berarti orang-orang yang mendapat murka maupun yang tersesat. Apa yang membedakan kedua kata ini dengan kata “An’amta”. Kemudian, apa perbedaan dari kedua kata ini dan bagaimana cara kita memaknainya?
Mari simak pembahasannya.
Pada kesempatan kali ini, kita akan sama-sama mempelajari kelanjutan dari makna ayat ketujuh dari QS Al-Fatihah. Ternyata, setiap hari dengan ayat ini kita berdoa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjuki kita jalan orang-orang yang telah Ia beri nikmat, bukan jalan orang-orang selainnya dan jangan pula menjadikan kita bagian dari kelompok-kelompok lain tersebut. Nah, siapa ya yang dimaksud Allah dengan kelompok-kelompok lain ini? Mari kita simak bersama dalam Pandangan Lebih Dalam Al-Fatihah Part 3 kali ini
Pada episode kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang makna kata an’amta pada ayat ke-7 Al-Fatihah. Sebagaimana dijelaskan, an’amta berarti “yang telah Engkau beri nikmat atau kemudahan kepadanya”. Kenapa kita meminta untuk ditunjukkan ke jalan orang-orang yang Allah beri nikmat? Kemudian, siapa yang bisa kita jadikan role model dalam menjalani kehidupan ini?
Mari simak pembahasannya.
Dalam surah Al-Fatihah ayat 7, Allah menjelaskan lebih detail tentang jalan yang kita minta, yaitu jalan yang Allah beri nikmat, bukan jalan yang sesat, bukan pula jalan yang dimurkai-Nya.
Ustadz Nouman menjelaskan kata an'amta yang berasal dari kata nu'uma yang berarti nyaman dan menyenangkan. Kata an'am sama dengan kata nu'uma yang artinya hewan ternak seperti sapi misalnya. Hewan yang super relaks.
Simak pembahasannya lebih lanjut pada episode kali ini.
From the publisher's feed