Truth Daily Enlightenment

PELABUHAN HIDUP


Listen Later

Kalau setiap individu ibarat sebuah kapal dan kehidupan ini adalah lautannya, maka ia harus berhati-hati dan sungguh-sungguh cermat dalam memilih pelabuhan. Tentu saja banyak pelabuhan yang menarik, menawarkan berbagai fasilitas untuk dinikmati, dan banyak kapal yang telah berlabuh di situ. Hendaknya, kita tidak salah memilih pelabuhan. Kalau pelabuhan yang benar telah ditemukan, hendaknya segera berlabuh di pelabuhan tersebut sebelum kapal terbawa arus dan terhilang di lautan luas yang tidak terbatas. Pelabuhan yang benar adalah Tuhan sendiri. Banyak orang seperti kapal yang masih berlayar di lautan yang sangat ganas dan terus menyeret kapal hidupnya ke arah yang tidak jelas.
Tuhan Yesus adalah satu-satunya pelabuhan yang baik dan benar. Ia berkata, “Datanglah kepada-Ku” (Mat. 11:28). Panggilan itu berarti agar setiap orang berlabuh hanya pada pelabuhan-Nya. Banyak kapal yang tahu bahwa itulah pelabuhan yang baik dan benar, tetapi mereka masih meragukan apakah dengan berlabuh di pelabuhan tersebut, mereka menemukan kelegaan. Mereka meragukannya, sebab mereka tidak terbiasa dengan kelegaan yang ditawarkan oleh Yesus. Keraguan itu sendiri terbangun oleh berbagai fakta yang mereka lihat, antara lain:
– Mereka menyaksikan banyak orang Kristen yang rajin ke gereja tetapi tidak menunjukkan ketenangan jiwanya, seakan-akan kekristenan tidak menjawab kebutuhan jiwa. Tidak sedikit orang Kristen yang keadaan jiwanya tidak lebih baik dari orang-orang non-Kristen.
– Mereka menemukan rohaniwan-rohaniwan yang menunjukkan sikap materialisme, seakan-akan Tuhan Yesus tidak cukup menjadi pelabuhan kehidupan ini. Padahal, mestinya seorang yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan bisa menunjukkan gaya hidup bahwa Yesus cukup bagi mereka.
Dalam keragu-raguan, banyak orang Kristen tidak meninggalkan Tuhan, tetapi mereka juga tidak merapat dengan sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai pelabuhannya. Mereka tidak menempatkan diri sebagai musuh bagi Tuhan, tetapi mereka juga tidak menempatkan diri sebagai sahabat-Nya. Dengan posisi hidup yang mereka miliki itu, mereka merasa masih menaruh percaya kepada Tuhan. Mereka juga merasa bahwa mereka tidak pantas ditolak di Kerajaan Surga. Mereka juga merasa sebagai anggota keluarga Kerajaan Allah. Mereka sudah sangat puas dengan hidup keberagamaan yang mereka telah miliki. Dan mereka juga merasa bahwa Tuhan memaklumi keadaan mereka tersebut. Mereka merasa sudah berlabuh pada Tuhan, padahal mereka belum berlabuh di pelabuhan Tuhan. Sejatinya, mereka adalah orang-orang yang masih terikat dengan dunia ini; belum meninggalkan dunia ini.
Menjadikan Tuhan Yesus sebagai pelabuhan bukan sesuatu yang sederhana dan tidak dapat dikerjakan atau dijalani dengan mudah. Banyak orang merasa sudah menjadikan Tuhan Yesus sebagai pelabuhan-Nya, padahal mereka belum melakukannya. Hendaknya kita tidak berpikir, kalau sudah pergi ke gereja berarti sudah berlabuh dipelabuhan Tuhan. Kalau hanya menjadi orang Kristen dan terdaftar sebagai anggota sebuah gereja, bisa saja baru masuk wilayah pelabuhan, tetapi belum berlabuh dan membuang sauh. Sauh adalah alat pemberat—yang sama dengan jangkar—untuk mengaitkan kapal dengan pelabuhan supaya kapal tidak bisa bergerak dibawa ombak.
Kalau kapal masuk pelabuhan Tuhan Yesus, kapal tersebut harus belajar memenuhi syarat guna menemukan kelegaan-Nya. Membuang sauh adalah syarat yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Membuang sauh sama seperti seseorang menguburkan diri di suatu pemakaman. Kapal itu tidak boleh berlayar lagi. Itu adalah perhentian terakhir. Ia harus rela tidak lagi menikmati dunia seperti orang-orang pada umumnya. Pelabuhan itu adalah kuburan bagi kapal yang berlabuh dengan membuah sauh. Dalam kekristenan, kesediaan untuk membuang sauh ini adalah dengan memberi diri dibaptis. Kalau hal ini terjadi pada zaman kekristenan mula-mula, seorang yang memberi dibaptis berarti kehilangan seluruh kehidupannya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings