Pelayanan tanpa batas juga harus dalam bentuk perjumpaan dengan Tuhan. Dalam perjumpaan tersebut anak-anak Allah bukan hanya menyampaikan suatu permohonan, tetapi memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi. Hal ini harus dilakukan setiap orang Kristen tanpa kecuali. Jangan berpikir keliru, seolah-olah Tuhan hanya mau eksklusif dengan beberapa orang tertentu saja, khususnya hamba atau pelayan Tuhan. Dengan pikiran yang salah ini banyak orang Kristen merasa tidak memiliki tempat khusus di hadapan Tuhan, sehingga mereka juga tidak memberikan tempat dan waktu khusus bagi Tuhan. Sesungguhnya, setiap orang percaya adalah pelayan Tuhan yang memiliki tempat khusus di hadapan-Nya. Adapun apakah seseorang menjadi khusus atau tidak di hadapan Allah tergantung setiap individu memperlakukan Tuhan dalam hidupnya ini. Orang yang memperlakukan Tuhan secara istimewa sama dengan menjadikan dirinya istimewa di hadapan Tuhan. Bagaimana seseorang bisa menjadi khusus, istimewa dan eksklusif bagi Tuhan, kalau dirinya tidak menjadikan dan tidak memperlakukan Tuhan sebagai Pribadi yang khusus, istimewa dan eksklusif?
Setiap hari, di tengah-tengah segala kesibukan dan tugas-tugas kehidupan untuk keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya, seorang anak Allah harus membangun mezbah pribadi bagi Tuhan. Inilah perjumpaan penting yang tidak boleh dihindari atau ditiadakan. Ini lebih berharga dan lebih penting dari segala urusan lainnya. Mezbah pribadi bagi Tuhan adalah kegiatan yang mutlak harus diadakan setiap hari dan tidak boleh ditunda. Waktu yang tersedia harus memadai (minimal 30 menit). Dari waktu 30 menit, nanti berkembang menjadi lebih lama. Semakin mengalami keindahan dalam perjumpaan dengan Tuhan, maka semakin membutuhkan atau menuntut waktu lebih lama. Hal ini seperti proses seorang yang tercandu oleh narkoba. Perjumpaan dengan Tuhan itu bisa berupa sebuah meditasi di mana kita meneduhkan jiwa untuk merenungkan kebenaran-kebenaran Tuhan dalam Alkitab. Inilah saat di mana kita merenungkan eksistensi Tuhan dan kebesaran-Nya yang tiada tara.
Pada perjumpaan dengan Tuhan tersebut, kita harus belajar memuji Tuhan dengan buah bibir yang memuliakan nama-Nya serta menyembah Dia (Ibr. 13:15). Hati kita harus ditundukkan untuk menyembah Tuhan. Inilah pelayanan pribadi bagi Tuhan yang tidak bersangkut paut dengan manusia lain. Ini urusan atau relasi Tuhan dengan pribadi kita masing-masing. Mengembangkan pelayanan pribadi seperti ini sangat penting, sebab dari pelayanan pribadi kepada Tuhan dalam bentuk menyembah Allah, kita terus dapat mengembangkan perasaan cinta yang tulus kepada Allah. Tetapi dalam hal ini harus dicatat, bahwa Allah kita bukanlah Allah yang hanya senang disanjung dan disembah dengan kata-kata di waktu-waktu tertentu. Allah kita adalah Allah yang menghendaki kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Tentu kehendak Allah adalah kehidupan yang sesuai dengan pola kesucian-Nya. Dalam hal ini kehidupan Tuhan Yesus sebagai model kehidupan yang dapat menyukakan hati Bapa di surga, karena telah sesuai dengan pola kesucian Tuhan.
Dari usaha menyediakan diri membangun mezbah pribadi untuk Tuhan tersebut banyak pengalaman adi kodrati yang melampaui akal pikiran dapat diperoleh. Sebuah pengalaman batin yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata kepada orang lain. Dari mezbah pribadi ini terjalin hubungan yang sangat eksklusif dengan Tuhan. Inilah yang memicu kecintaan kita kepada Tuhan. Kecintaan kepada Tuhan merajut motivasi pelayanan yang murni bagi Tuhan yang kita tujukan bagi sesama. Dengan demikian pelayanan pribadi kepada Tuhan dalam mezbah pribadi membangun pelayanan yang murni dan benar bagi sesama kita. Oleh sebab itu mezbah pribadi harus merupakan kebutuhan yang sangat mutlak.
Seorang pelayan jemaat yang memiliki perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan melakukan pelayanan pribadi kepada-Nya dalam bentuk penyembahan yang benar dari hati ke hati, memiliki Tuhan yang nampak dari getar ketulusan doanya,