Sadar enggak sih terkadang kita suka ngasih ucapan penyemangat ke orang lain yang lagi punya masalah, tapi malah mengabaikan emosi negatif orang tersebut seolah itu enggak penting? Istilah kerennya sih itu toxic positivity. Simak yuk tanggapan kita tentang topik satu ini!
Halo, semuanya. Salam rebahan!
Balik lagi sama kita, Dwi dan Putri, duo makhluk pengangguran yang selalu pengen ngeluarin opini tentang topik apapun di podcast Pengangguran Bersertifikat.
Banyak dari kamu yang pastinya enggak asing dong sama slogan semacam "Good vibes only" dan kata-kata positif lainnya? Emang bagus sih punya pemikiran positif di segala situasi. Tapi, kalau pikiran positif itu kadarnya terlalu banyak dan terkesan dipaksain, ya jadinya bakal enggak baik bagi kamu, khususnya kesehatan mental kamu.
Ini nih yang banyak orang sering sebut dengan "toxic positivity" alias sisi positif yang cukup "racun" bagi diri kita. Terkadang banyak orang lupa, kalau punya emosi negatif kayak sedih, marah, dan lain-lain tuh wajar, bukan malah jadi sesuatu yang harus dihindari setiap saat, kok.
Gimana nih tanggapan kamu setelah dengerin ocehan kita kali ini? Mungkin bisa jadi kamu salah satu orang yang sering ngelakuin toxic positivity ini? Bisa banget ceritain pengalaman soal itu di kolom komentar Youtube kita, Pengangguran Bersertifikat, ya!
Tunggu kita setiap Sabtu jam 7 malam di podcast Pengangguran Bersertifikat. Sampai ketemu Minggu depan, rebahaners!
e-mail: [email protected]
Youtube: Pengangguran Bersertifikat