Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan gambar diri itu? Dalam bahasa Inggris kata ini diterjemahkan self image, bagaimana seseorang memandang dirinya. Pada dasarnya gambar diri adalah pemahaman seseorang mengenai siapa dirinya (who he is) dan harus menjadi apa atau bagaimana dirinya tersebut (self esteem). Jadi, gambar diri memiliki dua aspek. Aspek pertama adalah aspek present atau kekinian (who I am now), kedua adalah aspek future atau yang akan datang (who I will be). Dua aspek gambar diri ini seperti sekeping uang yang memiliki dua sisi. Keduanya menjadi satu kesatuan yang menggerakkan seseorang menjalani kehidupannya.
Setiap orang memiliki gambar diri. Hanya orang yang tidak normal yang tidak memiliki gambar diri. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Manusia memiliki kesadaran mengenai dirinya dan pandangan ke depan, hendak menjadi apa dirinya tersebut, tetapi hewan tidak memiliki kemampuan ini sama sekali. Dengan demikian, gambar diri adalah pengertian seseorang mengenai siapa dirinya dan harus menjadi apakah atau bagaimana dirinya sendiri tersebut ke depan, di hari esok.
Kalau dikatakan bahwa manusia sedang mengalami krisis gambar diri, maksudnya bahwa manusia telah gagal mengenal siapa dirinya, sehingga tidak mengerti bagaimana seharusnya menempatkan diri di hadapan Tuhan dan di tengah-tengah kehidupan di antara sesama dan alam ciptaan Allah. Krisis gambar diri ini melahirkan berbagai krisis kehidupan lainnya, yaitu merusak hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama, merusak kehidupannya sendiri dan menghancurkan alam yang dipercayakan Tuhan kepadanya (Kej. 2:15).
Apabila pandangan seseorang salah mengenai bagaimana manusia sesuai rancangan Allah, maka salahlah semua gerak hidupnya. Ini berarti ia tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai gambar diri. Tidak mungkin seseorang dapat menyelenggarakan hidup ini dengan benar kalau memiliki gambar diri yang salah. Gambar diri seseorang menentukan kualitas hidup orang tersebut dan keberadaan kehidupannya di bumi ini. Orang yang tidak memiliki gambar diri yang benar, hidupnya pasti tidak berkualitas standar kebenaran Allah. Ini berarti orang itu berkeadaan tidak seperti rancangan semula dan tidak memiliki kemuliaan Allah. Tidak memiliki kemuliaan Allah artinya tidak mampu berpikir dan berperasaan seperti Allah, sehingga kehendaknya tidak bisa selalu tepat seperti yang dikehendaki oleh Allah. Inilah yang dimaksud dengan dosa (Yun. Hamartia, meleset atau tidak kena sasaran).
Dikaitkan dengan keselamatan kekal, gambar diri seseorang menentukan nasib kekalnya. Itulah sebabnya pembangunan gambar diri (rebuild) atau penyusunan gambar diri (redesign), sama dengan mengerjakan keselamatan. Sejatinya, pada dasarnya, keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah pemulihan gambar diri agar manusia dapat dikembalikan sesuai dengan rancangan semula. Tentu, rencana semula Tuhan atas manusia sangat luar biasa. Bukan seperti manusia hari ini yang telah “jatuh” dan tidak memiliki kemuliaan Allah.
Karena kejatuhan Adam maka manusia sudah tidak berkeadaan seperti rancangan semula. Sejak saat itu manusia kehilangan gambar diri, maksudnya manusia tidak memahami bagaimana menjadi manusia sesuai rancangan semula Allah. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia kepada rancangan semula tersebut. Hal ini sama dengan proses untuk menjadikan manusia yang telah jatuh dan rusak menjadi manusia yang menemukan gambar dirinya, sehingga manusia dapat mengerti bagaimana menjadi manusia menurut Tuhan. Dari hal ini terjadi pemulihan gambar diri. Manusia yang mengalami pemulihan gambar diri sama dengan manusia yang memasuki proses menemukan kembali kemuliaan Allah yang hilang.
Proses dikembalikannya manusia ke rancangan semula agar memiliki kemuliaan Allah, harus diresponi setiap individu. Proses ini tidak bisa berlangsung oleh tindakan sepihak Tuhan atau manusia. Jika pelayanan pekerjaan Tuhan tidak terfokus pada hal in...