Truth Daily Enlightenment

Pengertian Sempurna


Listen Later

Kata sempurna dalam Matius 5:48 sebenarnya tidak mudah dipahami. Kata ini dalam teks aslinya adalah teleios (τέλειός). Kata ini memiliki beberapa pengertian, antara lain: brought to its end, finished (membawa sampai akhir atau selesai), wanting nothing necessary to completeness (tidak membutuhkan apa pun untuk melengkapi, jadi sudah lengkap atau berfungsi sebagaimana mestinya), having attained the end or purpose, complete, perfect (telah mencapai akhir atau tujuan, lengkap, sempurna). Juga berarti full-grown, mature, adult (penuh kedewasaan, matang, dewasa). Juga berarti fully developed in a moral sense (berkembang sepenuhnya dalam arti moral).
Kesempurnaan dalam Matius 5:48 menunjuk kualitas moral seperti yang dimiliki oleh Allah Bapa. Allah berfirman agar umat pilihan menjadi kudus seperti Dia kudus (1Ptr. 1:16). Hal ini sama dengan mengambil bagian dalam kekudusan Allah (Ibr. 12:10) dan sama dengan mengenakan kodrat Ilahi (2Ptr. 1:3-4). Ini bukan berarti orang percaya dapat menyamai kesucian dan keagungan moral Allah, tetapi orang percaya bisa memiliki kesucian dan keagungan moral yang memenuhi standar yang dikehendaki oleh Allah, sehingga orang percaya dapat hidup dalam persekutuan dengan Dia. Hidup dalam persekutuan dengan Allah ditandai dengan kehidupan yang dalam seluruh tindakan, baik yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan selalu sesuai dengan kehendak Allah. Kualitas moral seperti itu menandai bahwa seseorang berstatus sah sebagai anak Allah.
Setiap orang percaya mendapat panggilan untuk mencapai kesempurnaan tersebut. Untuk itu, perhatian orang percaya tidak boleh terbelah untuk hal yang mengganggu pertumbuhan kesempurnaan guna menjadi sempurna seperti Bapa. Dalam kesaksiannya Paulus menyatakan:  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus (Flp. 3:12). Orang percaya ditangkap Allah supaya akhirnya ia juga menangkap Allah, artinya sempurna seperti Bapa di surga. Hidup selama 70 sampai 80 tahun di dunia ini merupakan masa untuk mengejar suatu prestasi abadi, yaitu sempurna seperti Bapa. Jika fokus hidup orang percaya tertuju kepada hal yang lain, maka target yang harus dicapai tidak akan tercapai. Sebab orang percaya yang sungguh-sungguh mau sempurna saja nyaris tidak bisa meraihnya, apalagi yang tidak sungguh-sungguh.
Kalau Paulus menyaksikan bahwa “bukan seolah-olah dirinya telah memperoleh hal itu atau telah sempurna”, ini menunjukkan adanya fakta kesempurnaan dan bahwa kesempurnaan adalah proyeksi hidupnya dan ia sedang menggumulinya. Itulah sebabnya di bagian lain dalam Alkitab ia mengemukakan bahwa ia berusaha untuk berkenan kepada Allah. Berkenan kepada Allah adalah kata lain dari kesempurnaan.  Dalam suratnya Paulus juga menasihati orang percaya untuk mengerti kehendak Allah, yaitu apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
 
Untuk terselenggaranya hidup sesuai dengan kehendak Allah atau sempurna seperti Allah Bapa, Roh Kudus dimateraikan dalam kehidupan orang percaya. Roh Kudus inilah yang mengerami kehidupan orang percaya agar “pecah” seperti telur ayam dan memunculkan atau melahirkan anak ayam. Ini menunjuk kepada kelahiran baru yang menjadi titik awal dari kehidupan Ilahi yang tidak pernah bisa mati dalam kehidupan orang percaya. Tanpa kelahiran baru seseorang tidak akan pernah selamat, artinya tidak pernah bisa diperbaharui untuk mencapai kesempurnaan Kristus. Inilah masalah pelik dewasa ini, banyak orang Kristen yang kelihatannya sudah bertobat, tetapi sebenarnya pertobatannya tidak signifikan mengubah kehidupannya untuk memiliki kehidupan Ilahi dalam kehidupan orang percaya. Pertobatan haruslah proses setiap hari di mana seseorang meninggalkan cara hidupnya yang lama dan mengenakan kehidupan yang baru.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings