Truth Daily Enlightenment

Pengikut Yang Sejati


Listen Later

Sukar dibayangkan betapa konyolnya pengikut Yesus di mata orang-orang pada zaman gereja mula-mula. Mereka menaruh percaya kepada seorang yang mengaku Anak Allah. Padahal jelas-jelas Ia adalah anak tukang kayu dari Nazaret. Orang tua dan saudara-saudara-Nya juga mereka kenal. Ia mengaku Anak Allah, tetapi tidak berdaya menghadapi kekuatan bangsa kafir, dalam hal ini Roma. Menurut berita resmi, Dia adalah penjahat di mata pemerintah Roma karena menghasut rakyat untuk tidak membayar pajak (padahal tidak demikian faktanya). Sementara itu, di mata bangsanya sendiri, orang-orang Yahudi, Dia dipandang sebagai penghujat Allah. Semua orang, khususnya masyarakat Yerusalem, menyetujui kematian-Nya di salib, mereka turut mendukung eksekusi hukuman mati dengan meneriakkan “salibkan Dia”.  Di depan mata semua orang, Yesus jelas-jelas telah mati di kayu salib, tidak pernah ada orang yang disalib dapat lolos dari kematian. Tetapi kemudian, muncul berita bahwa Dia telah bangkit. Rupanya diyakini oleh murid-murid-Nya dan diberitakan oleh mereka bahwa Dia telah bangkit. Tentu saja, banyak orang mencibirkan bibirnya dan menganggapnya omong kosong.
Bagi orang percaya pada waktu itu, salib adalah pusat pemberitaan mereka yang terkait dengan kebangkitan Yesus. Salib adalah penderitaan dan kehinaan, tetapi tanpa salib tidak ada kematian, dan tanpa kematian tidak ada kebangkitan. Salib menjadi kemuliaan bagi Yesus dan orang percaya. Tanpa salib tidak ada keselamatan, di mana manusia dapat dipersekutukan kembali dengan Allah dan memperoleh kasih karunia untuk bertumbuh menjadi manusia seperti rancangan Allah semula. Tidak ada salib berarti tidak ada kehidupan. Bagi orang percaya abad mula-mula, salib adalah lambang keagungan.
Salib merupakan simbol dari penderitaan yang mendatangkan kemuliaan, baik bagi Yesus maupun bagi orang percaya. Tetapi sebaliknya, semua itu di mata orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa non Yahudi, terutama mereka yang menganut filsafat Yunani, salib adalah kebodohan. Itulah sebabnya mereka tidak mau mempersoalkannya, karena menganggap hal tersebut benar-benar suatu kebodohan (1Kor. 1:18). Musuh-musuh salib hanya ingin melenyapkan berita salib tersebut dengan menganiaya dan membunuh orang-orang Kristen dan bermaksud memusnahkan mereka sama sekali.
Orang percaya pada zaman gereja mula-mula, mempertaruhkan segenap hidup mereka demi mengikut jejak Tuhan Yesus, sehingga mereka dapat berperilaku seperti Yesus. Itulah sebabnya mereka mendapat panggilan Kristen. Mereka tidak menaruh kebahagiaan pada apa pun juga dalam hidup ini, tapi hanya demi menyambut kedatangan Raja mereka yang mereka yakini akan datang pada zaman itu untuk membangun Kerajaan-Nya.  Selanjutnya, mereka merindukan di mana Tuhan Yesus berada, mereka juga ada. Itulah sebabnya, mereka tidak takut kehilangan segala sesuatu, baik harta, keluarga, dan nyawa. Mereka hidup dalam keadaan tidak memiliki kenyamanan dan keamanan sama sekali. Bahkan mereka hidup teraniaya sampai pada kematian mereka. Mereka dengan berani memberitakan tentang keselamatan dalam Yesus Kristus dan mengajak orang-orang untuk mengikuti jejak mereka.
Gereja mula-mula adalah gereja tanpa gedung, gereja tanpa organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, gereja tanpa denominasi, gereja tanpa liturgi, gereja tanpa dukungan dana, bahkan para pemimpin mereka ditangkap dan dianiaya serta dibunuh. Tetapi Kekristenan mereka adalah Kekristenan yang benar. Hal ini nyata dari kehidupan mereka yang mengikuti jejak Guru dan Tuhan mereka, Yesus Kristus. Mereka disebut Kristen oleh orang lain di luar komunitas mereka karena melihat kesaksian hidup mereka yang berperilaku seperti Yesus. Mereka pantas disebut sebagai Kristen yang sejati. Mereka berhasil menjadi saksi, sebab perilaku mereka membuktikan bahwa Yesus yang mereka saksikan benar-benar telah bangkit. Hal ini nyata dari perilaku mereka yang benar-benar telah membangkitkan Yesus dalam kehidupan mereka.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings