Truth Daily Enlightenment

Pengorbanan dalam Pengampunan


Listen Later

Terdapat sebuah prinsip penting dalam pengampunan, “yakni mengampuni berarti berkorban.” Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan bahwa setiap dosa selalu diselesaikan dengan darah domba. Terdapat kurban penebusan dosa yang harus dipersembahkan sebagai ganti dosa umat Israel. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak di Eden, yakni ketika Adam dan Hawa berdosa, Tuhan menyembelih binatang dan memberikan kulitnya menjadi pakaian kepada Adam dan Hawa. Jika dipertanyakan, “mengapa Tuhan seperti sosok yang haus darah?” Sesungguhnya Allah bukanlah sosok yang haus dengan darah. Melalui pengorbanan pada setiap pengampunan, Allah hendak mengajarkan kepada manusia bahwa di dalam setiap pengampunan memiliki pengorbanan. Dengan ini, pencurahan darah domba hanya tindakan profetis. Secara simbolis, darah domba merujuk pada darah Anak Domba Allah yang akan menebus dosa manusia. Dalam Ibrani 10:4 dijelaskan bahwa darah domba tidak dapat menyelesaikan dosa manusia. Dosa manusia hanya dapat diselesaikan melalui kurban Yesus di kayu salib. Namun, darah domba pada Perjanjian Lama menjadi semacam voucher atau penyataan awal tentang bagaimana setiap dosa manusia harus dibayar dengan pengorbanan.
Dalam Perjanjian Baru, perintah Allah dalam Taurat memeroleh penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Darah domba yang dulunya berfungsi sebagai penyataan awal, sekarang digenapi dalam darah Yesus. Darah Yesus menunjuk pada ketaatan-Nya yang sempurna kepada Bapa di surga. Yesus menjadi corpus delicti pertama yang membuktikan bahwa ada sosok yang dapat taat sepenuhnya pada pemerintahan Allah Bapa. Dengan demikian, kematian-Nya mewakili seluruh umat manusia yang seharusnya mati oleh dosanya. Kematian Tuhan Yesus menjadi kematian yang menanggung maut bagi seluruh umat manusia. Manusia yang seharusnya mengalami maut, yakni keterpisahan dari Allah, sekarang dibebaskan oleh darah Kristus. Tidak ada kutuk atau maut yang membayangi manusia, semuanya telah ditanggung oleh darah Kristus. Manusia telah diampuni dosanya satu kali untuk selama-lamanya melalui kematian Kristus (Rm. 6:10). Dengan demikian, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia ditanggung sepenuhnya oleh Yesus. Pengampunan Allah diberikan melalui pengurbanan Yesus di kayu salib. Inilah tatanan Allah dalam pengampunan, yakni tidak ada pengampunan tanpa pengorbanan.
Dalam tatanan ini, kebenaran yang dapat kita petik ialah mengampuni berarti melukai diri sendiri. Sebenarnya, ketika seseorang bertengkar dengan orang lain, ia sudah melukai hatinya sendiri. Ia memilih untuk meledakkan perasaan dan merusakkannya demi membela harga diri atau kepentingannya. Maka, ketika seseorang telah luka perasaannya, ia memiliki pilihan lagi untuk mengampuni atau tidak mengampuni. Ketika seseorang memilih untuk mengampuni berarti ia memilih membuka luka hati dan mengobatinya. Mengobati luka hati ini tidak mudah karena banyak orang memilih untuk tidak mengobatinya. Sebab, mengobati luka hati ini sama seperti melukai dirinya lagi. Ia harus menumbangkan gengsi dan harga diri untuk mengampuni orang lain. Kita tidak bisa mengampuni orang lain jika masih mempertahankan gengsi dan harga diri kita.
Kesempurnaan seperti Bapa terletak pada kemampuan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jika dikatakan “sempurna seperti Bapa,” tentu tidak berarti kita menjadi sama seperti Bapa yang ilahi. Sempurna seperti Bapa di sini maksudnya memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan Bapa dalam mengampuni setiap orang yang bersalah. Dalam Lukas 6:36 dikatakan, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Ketika seseorang mampu mengampuni orang bersalah kepadanya, Ia mencerminkan Pribadi Bapa yang murah hati dalam mengampuni umat manusia. Hendaknya, setiap kita rela mengorbankan perasaan kita untuk mengampuni mereka yang melakukan kesalahan. Bahkan, bukan tidak mungkin orang percaya terlebih dahulu meminta maaf jika ada suatu permasalahan agar tercipta kerukunan yang Allah kehendaki.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings