Truth Daily Enlightenment

Pengudusan


Listen Later

Dalam Roma 1:7 tertulis, Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan   damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. Kalimat penting dalam ayat ini adalah “dijadikan orang-orang Kudus”. Kalimat ini kalau dipahami keliru, maka kekeliruan tersebut berdampak fatal bagi proses keselamatan yang seharusnya berlangsung dalam kehidupan orang percaya. Oleh sebab itu, kita harus memahami dengan tepat benar hal pengudusan di dalam Tuhan. Terkait dengan hal ini, hendaknya kita tidak terbelenggu oleh pandangan yang sudah ada. Pandangan mengenai pengudusan yang sudah mengakar dalam doktrin gereja yang diakui sebagai kebenaran yang sejajar dengan Alkitab selama ini. Kita harus memperkarakan ini di hadapan Tuhan, agar kita menemukan makna ayat tersebut sesuai dengan pikiran Tuhan.
Pelajaran yang sangat penting dalam kehidupan Kekristenan adalah hal pengudusan. Kesalahan memahami hal pengudusan ini memengaruhi kualitas hidup orang percaya. Dipanggil dan dijadikan orang kudus yang ditulis oleh Paulus ini bukanlah proses otomatis. Kata “dijadikan” dalam Roma 1:7 mengesankan manusia pasif dan hanya Allah yang aktif. Harus dipahami dengan benar bahwa manusia adalah makhluk bebas yang harus meresponi anugerah. Manusia bukanlah robot yang keadaannya ditentukan atau digariskan oleh takdir.  Pengajaran takdir  adalah  pengajaran  yang  bertentangan  dengan  Alkitab,  serapan dari teologi atau pengajaran di luar Alkitab.
Selama ini banyak orang berpikir bahwa disucikan atau dikuduskan adalah seperti sebuah bidang yang dibersihkan dengan sesuatu. Ini adalah pemahaman yang salah. Harus kita pahami bahwa konsep pengudusan yang disamakan  dengan pembersihan suatu bidang atau benda adalah konsep yang tidak tepat benar. Sejatinya, pengudusan berarti tindakan dari Allah oleh korban salib Kristus untuk menempatkan manusia pada status baru. Pengudusan mengubah keadaan, dari manusia sebagai pribadi yang berstatus sebagai orang bersalah menjadi orang yang dianggap tidak bersalah. Proses ini paralel dengan penebusan. Penebusan tersebut menempatkan manusia sebagai “dimiliki oleh Tuhan” untuk menjadi hamba Tuhan. Tetapi ini bukan berarti keadaan batiniah atau karakter manusia sudah berubah dengan sendirinya.
Kalau pengampunan dosa berpusat atau menekankan pada keadaan manusia (yaitu kesalahan yang ditandai dengan bercak-bercak dosa), maka itu bukan  pengampunan  yang  theocentris  (berpusat  pada  Allah),  tetapi  anthropocentris  (berpusat pada manusia). Konsep seperti ini ada di dalam banyak agama pada umumnya. Pengampunan harus berpusat pada Allah (theocentris), yaitu menekankan atau terfokus pada  perasaan  Tuhan  yang  telah  dikhianati manusia. Oleh pengorbanan Tuhan Yesus murka Allah atas manusia diredakan tuntas. Di sini  manusia  mengalami pengudusan. Tetapi pengudusan ini barulah pengudusan secara pasif.
 
Pengudusan oleh darah Tuhan Yesus atas hidup kita hendaknya tidak  dibayangkan seakan-akan setelah menerima pengudusan dalam hati kita, maka tidak ada lagi bercak-bercak hitam dosa sebab darah Tuhan Yesus membersihkannya, lalu merasa sudah suci. Jika dikuduskan oleh darah Tuhan Yesus atas semua perbuatan salah, diartikan bahwa seseorang sudah berkeadaan berkenan kepada Tuhan. Hal ini membuat banyak orang Kristen tidak berusaha untuk bertumbuh secara proporsional.
Harus dipahami bahwa darah Tuhan Yesus tidak otomatis dapat mengubah natur atau kodrat dosa. Penyucian atau pengudusan secara pasif ini tidak membuat kodrat dosa seseorang seketika berubah menjadi kodrat Ilahi. Pengudusan atau penyucian oleh darah Tuhan Yesus (yang membuat status orang berdosa berubah) barulah pengudusan secara pasif. Kita sebagai orang-orang yang ditebus, dibenarkan dan memperoleh pengampunan dosa bersikap pasif.  Semua dikerjakan oleh Tuhan Yesus tanpa peran dan jasa kita sama sekali. Dengan pengertian ini,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings